Selasa, Maret 17, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Agro

Pasar Beras Organik Kian Diminati, Peluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar

Ditulis Oleh Redaksi 3
15 Maret 2026
arsip Agro, Economy, Nasional
Pasar Beras Organik Kian Diminati, Peluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar
Share on FacebookShare on Twitter

Pasar Beras Organik Kian Diminati, Peluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar

Jakarta, aksesnusantara.id – Kebutuhan beras organik di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta konsumsi pangan yang ramah lingkungan.

Berdasarkan berbagai kajian pertanian dan pangan, konsumsi beras nasional Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 32 juta ton per tahun. Namun dari jumlah tersebut, porsi beras organik masih tergolong kecil, yakni diperkirakan hanya sekitar 0,5 persen hingga 1 persen dari total konsumsi beras nasional.

Dengan perhitungan tersebut, kebutuhan beras organik nasional diperkirakan berada pada kisaran 150 ribu hingga 300 ribu ton per tahun. Meski demikian, angka tersebut diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahun.

BERITA TERKAIT

PNM Cabang Lamongan Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Kalitengah dan Karangbinangun

Manjakan Pecinta Kuliner, FaiFood Buka Cabang Baru di Ruko Graha Indah Lamongan

Peningkatan permintaan ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, semakin banyak restoran dan hotel yang mulai menggunakan bahan pangan organik, serta permintaan ekspor beras organik yang terus bertambah.

Produksi Masih Terbatas

Di sisi produksi, ketersediaan beras organik di Indonesia masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya mampu memenuhi potensi pasar yang ada. Saat ini, sejumlah daerah telah menjadi sentra produksi beras organik, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Beberapa daerah bahkan mulai mengembangkan konsep desa organik, yakni kawasan pertanian yang secara khusus menerapkan sistem budidaya organik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Namun demikian, pengembangan pertanian organik masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan bersertifikat organik hingga proses produksi yang memerlukan waktu lebih lama dibanding pertanian konvensional.

Peluang Pasar Sangat Menjanjikan

Meski produksinya masih terbatas, peluang pasar beras organik dinilai sangat menjanjikan. Salah satu faktor utama adalah nilai jual yang jauh lebih tinggi dibanding beras biasa.

Di pasaran, harga beras biasa berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sementara beras organik dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Kondisi ini membuat beras organik memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani. Selain itu, semakin banyak konsumen kelas menengah yang mulai beralih ke pangan sehat, sehingga permintaan terus meningkat.

Pasar ekspor juga membuka peluang besar, terutama ke negara-negara seperti Jepang, negara-negara Eropa, dan Amerika, yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk pangan organik.

Tantangan Pengembangan

Meski memiliki potensi besar, pengembangan beras organik di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa di antaranya adalah produksi yang masih terbatas, biaya sertifikasi organik yang relatif mahal, serta masa konversi lahan yang memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

Selain itu, distribusi dan pemasaran produk organik juga belum merata, sehingga akses pasar bagi petani organik di beberapa daerah masih terbatas.

Potensi Masa Depan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan pertanian organik di berbagai daerah. Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena ketersediaan lahan yang luas serta meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk organik.

Sejumlah ahli bahkan memprediksi pasar beras organik di Indonesia dapat tumbuh sekitar 10 hingga 15 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan potensi tersebut, sektor beras organik dinilai tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kesimpulannya, kebutuhan beras organik nasional saat ini diperkirakan mencapai 150 ribu hingga 300 ribu ton per tahun, dan diproyeksikan akan terus meningkat. Sementara itu, produksi yang masih terbatas justru membuka peluang besar bagi pengembangan usaha dan investasi di sektor pertanian organik di Indonesia. (Red)

Tags: Pasar Beras Organik Kian DiminatiPeluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar
SendShareTweet
Previous Post

FKBN Provinsi Banten Berbagi di Bulan Ramadhan Santuni 60 Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu di Curug Manis

Next Post

Ramadan Penuh Berkah, Koramil 1710-07/Mapurujaya Berbagi Takjil Untuk Warga

BERITA TERKAIT

PNM Cabang Lamongan Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Kalitengah dan Karangbinangun
Nasional

PNM Cabang Lamongan Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Kalitengah dan Karangbinangun

16 Maret 2026
Manjakan Pecinta Kuliner, FaiFood Buka Cabang Baru di Ruko Graha Indah Lamongan
Kuliner

Manjakan Pecinta Kuliner, FaiFood Buka Cabang Baru di Ruko Graha Indah Lamongan

12 Maret 2026
Momentum Ramadan, FKBN Pusat dan Bacadnas Kemhan RI Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Bersama
FKBN

Momentum Ramadan, FKBN Pusat dan Bacadnas Kemhan RI Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Bersama

12 Maret 2026
Ratusan Takjil Dibagikan, Yayasan Patriot Bangsa Mandiri Gandeng Kodim 0731/Kulon Progo
FKBN

Ratusan Takjil Dibagikan, Yayasan Patriot Bangsa Mandiri Gandeng Kodim 0731/Kulon Progo

11 Maret 2026
Program Balik Gratis 2026, Bentuk Kepedulian Pemkab Lamongan kepada Warga Perantau
Event

Program Balik Gratis 2026, Bentuk Kepedulian Pemkab Lamongan kepada Warga Perantau

8 Maret 2026
Relawan MBG Gaungkan Semangat  Jogja Nyawiji untuk Negeri
Event

Relawan MBG Gaungkan Semangat Jogja Nyawiji untuk Negeri

8 Maret 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Kanit Binmas Polsek Mantup Himbau Warga Agar Tetap Waspada Dengan Pencurian Sepeda Motor.

Kanit Binmas Polsek Mantup Himbau Warga Agar Tetap Waspada Dengan Pencurian Sepeda Motor.

7 Februari 2026
Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Temukan Penyaluran BPNT Sembako Kemensos di Kabupaten Lamongan Tak Sesuai.

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Temukan Penyaluran BPNT Sembako Kemensos di Kabupaten Lamongan Tak Sesuai.

8 Juni 2024
Pasukan TNI Para Raider 501 Terjun Dari Langit Australia: Bersama Tuhan Kami Menyerbu Dari Langit

Pasukan TNI Para Raider 501 Terjun Dari Langit Australia: Bersama Tuhan Kami Menyerbu Dari Langit

3 Agustus 2023
Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Forum Udara dan Antariksa Tahun 2025 di Mabesau

Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Forum Udara dan Antariksa Tahun 2025 di Mabesau

21 Agustus 2025
Bhakti Kanyini Ausindo 2024, Gelar Latihan Tanggap Bencana

Bhakti Kanyini Ausindo 2024, Gelar Latihan Tanggap Bencana

14 Agustus 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In