Kamis, Juli 30, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Agro

Pasar Beras Organik Kian Diminati, Peluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar

Ditulis Oleh Redaksi 3
15 Maret 2026
arsip Agro, Economy, Nasional
Pasar Beras Organik Kian Diminati, Peluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar
Share on FacebookShare on Twitter

Pasar Beras Organik Kian Diminati, Peluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar

Jakarta, aksesnusantara.id – Kebutuhan beras organik di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta konsumsi pangan yang ramah lingkungan.

Berdasarkan berbagai kajian pertanian dan pangan, konsumsi beras nasional Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 32 juta ton per tahun. Namun dari jumlah tersebut, porsi beras organik masih tergolong kecil, yakni diperkirakan hanya sekitar 0,5 persen hingga 1 persen dari total konsumsi beras nasional.

Dengan perhitungan tersebut, kebutuhan beras organik nasional diperkirakan berada pada kisaran 150 ribu hingga 300 ribu ton per tahun. Meski demikian, angka tersebut diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahun.

BERITA TERKAIT

HMD-GEMAS, GAPEMBI dan REL MBG DIY Satukan Langkah Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua

Peningkatan permintaan ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, semakin banyak restoran dan hotel yang mulai menggunakan bahan pangan organik, serta permintaan ekspor beras organik yang terus bertambah.

Produksi Masih Terbatas

Di sisi produksi, ketersediaan beras organik di Indonesia masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya mampu memenuhi potensi pasar yang ada. Saat ini, sejumlah daerah telah menjadi sentra produksi beras organik, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Beberapa daerah bahkan mulai mengembangkan konsep desa organik, yakni kawasan pertanian yang secara khusus menerapkan sistem budidaya organik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Namun demikian, pengembangan pertanian organik masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan bersertifikat organik hingga proses produksi yang memerlukan waktu lebih lama dibanding pertanian konvensional.

Peluang Pasar Sangat Menjanjikan

Meski produksinya masih terbatas, peluang pasar beras organik dinilai sangat menjanjikan. Salah satu faktor utama adalah nilai jual yang jauh lebih tinggi dibanding beras biasa.

Di pasaran, harga beras biasa berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sementara beras organik dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Kondisi ini membuat beras organik memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani. Selain itu, semakin banyak konsumen kelas menengah yang mulai beralih ke pangan sehat, sehingga permintaan terus meningkat.

Pasar ekspor juga membuka peluang besar, terutama ke negara-negara seperti Jepang, negara-negara Eropa, dan Amerika, yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk pangan organik.

Tantangan Pengembangan

Meski memiliki potensi besar, pengembangan beras organik di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa di antaranya adalah produksi yang masih terbatas, biaya sertifikasi organik yang relatif mahal, serta masa konversi lahan yang memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

Selain itu, distribusi dan pemasaran produk organik juga belum merata, sehingga akses pasar bagi petani organik di beberapa daerah masih terbatas.

Potensi Masa Depan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan pertanian organik di berbagai daerah. Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena ketersediaan lahan yang luas serta meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk organik.

Sejumlah ahli bahkan memprediksi pasar beras organik di Indonesia dapat tumbuh sekitar 10 hingga 15 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan potensi tersebut, sektor beras organik dinilai tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kesimpulannya, kebutuhan beras organik nasional saat ini diperkirakan mencapai 150 ribu hingga 300 ribu ton per tahun, dan diproyeksikan akan terus meningkat. Sementara itu, produksi yang masih terbatas justru membuka peluang besar bagi pengembangan usaha dan investasi di sektor pertanian organik di Indonesia. (Red)

Tags: Pasar Beras Organik Kian DiminatiPeluang Bisnis Semakin Terbuka Lebar
SendShareTweet
Previous Post

FKBN Provinsi Banten Berbagi di Bulan Ramadhan Santuni 60 Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu di Curug Manis

Next Post

Ramadan Penuh Berkah, Koramil 1710-07/Mapurujaya Berbagi Takjil Untuk Warga

BERITA TERKAIT

HMD-GEMAS, GAPEMBI dan REL MBG DIY Satukan Langkah Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Nasional

HMD-GEMAS, GAPEMBI dan REL MBG DIY Satukan Langkah Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

11 Juli 2026
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua
Nasional

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua

5 Juli 2026
Gelombang Aksi Damai Warnai Pemkab Lamongan, Massa Minta Program MBG Dilanjutkan
Nasional

Gelombang Aksi Damai Warnai Pemkab Lamongan, Massa Minta Program MBG Dilanjutkan

23 Juni 2026
Sambut Pemilu 2029, DPW PPP Jatim Resmi Serahkan SK Kepengurusan Baru DPC di Berbagai Daerah
Nasional

Sambut Pemilu 2029, DPW PPP Jatim Resmi Serahkan SK Kepengurusan Baru DPC di Berbagai Daerah

15 Juni 2026
Muscab X PPP Bojonegoro Digelar, Pilih Tim Formatur untuk Susun Kepengurusan Lima Tahun ke Depan
Nasional

Muscab X PPP Bojonegoro Digelar, Pilih Tim Formatur untuk Susun Kepengurusan Lima Tahun ke Depan

14 Juni 2026
DPW PPP Jatim Serahkan SK Delapan DPC, Arif Winarko Tegaskan Kader Harus Melakukan Penguatan Elektoral.
Nasional

DPW PPP Jatim Serahkan SK Delapan DPC, Arif Winarko Tegaskan Kader Harus Melakukan Penguatan Elektoral.

10 Juni 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

BIN Bali Adakan Vaksinasi Booster di Masjid Agung Palapa

BIN Bali Adakan Vaksinasi Booster di Masjid Agung Palapa

23 Juni 2022
Ramadhan Berkah, Yayasan Kartika Jaya Kodim 0812 Lamongan Hadirkan Kebahagiaan Lewat Baksos Sembako

Ramadhan Berkah, Yayasan Kartika Jaya Kodim 0812 Lamongan Hadirkan Kebahagiaan Lewat Baksos Sembako

6 Maret 2026
460 Kendaraan Klasik dan Moge Ramaikan Pesta Rakyat Dalam Rangkaian Perayaan HUT Ke-79 TNI

460 Kendaraan Klasik dan Moge Ramaikan Pesta Rakyat Dalam Rangkaian Perayaan HUT Ke-79 TNI

21 September 2024
Satgas Yonif 715/Motuliato Giatkan Program Ketahanan Pangan di Perbatasan

Satgas Yonif 715/Motuliato Giatkan Program Ketahanan Pangan di Perbatasan

15 Februari 2025
Potensi Pertahanan Negara (Bela Negara) DIY ikuti Upacara HUT RI ke-78 di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Potensi Pertahanan Negara (Bela Negara) DIY ikuti Upacara HUT RI ke-78 di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

18 Agustus 2023
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In