Jumat, Juni 19, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Daerah

Transparasi yang tertunda, kepercayaan yang memudar

Ditulis Oleh Redaksi 3
3 Mei 2026
arsip Daerah, Opini
Transparasi yang tertunda, kepercayaan yang memudar
Share on FacebookShare on Twitter

Transparasi yang tertunda, kepercayaan yang memudar

Lamongan, aksesnusantara.id – Di atas kertas, tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia sudah cukup ideal. Ada mekanisme pengawasan, transparansi, partisipasi publik, hingga sistem pencegahan korupsi yang dirancang berlapis. Namun, di Kabupaten Lamongan, realitas justru menunjukkan hal yang sebaliknya: sistem ada, tapi tak pernah benar-benar dijalankan dengan disiplin.

Kasus korupsi proyek bernilai ratusan miliar bukan sekadar penyimpangan teknis. Ia adalah cermin dari kegagalan kolektif, kegagalan pengawasan, kegagalan transparansi, dan yang paling mendasar, kegagalan keberanian untuk menegakkan aturan. Ketika proyek besar bisa “bermain” di ruang yang seharusnya diawasi ketat, pertanyaannya bukan lagi siapa yang salah, melainkan: di mana sistemnya?

Lebih ironis lagi, berbagai instrumen pencegahan sudah tersedia. Indikator yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi seperti MCP dan SPI bukan sekadar angka administratif. Ia adalah alarm dini. Namun, ketika skor menurun dan titik rawan terus berulang, alarm itu tampaknya hanya dianggap sebagai formalitas, bukan peringatan serius.

BERITA TERKAIT

Bertahun-tahun Berjalan, Usut Tuntas Dugaan Penjualan Buku LKS Di Dunia Pendidikan Lamongan

Wujud Kepedulian TNI, Babinsa Karangbinangun Aktif Dampingi Petani Tingkatkan Produktivitas

Di sinilah letak persoalan utamanya. Lamongan tidak kekurangan regulasi. Lamongan tidak kekurangan program. Yang kurang adalah konsistensi dan kemauan politik untuk menutup celah-celah yang selama ini dibiarkan terbuka.

Bandingkan dengan daerah lain yang mulai beranjak menuju tata kelola yang lebih bersih. Mereka tidak selalu lebih kaya atau lebih besar, tetapi mereka lebih disiplin. Mereka memahami bahwa transparansi bukan sekadar unggahan dokumen PDF, melainkan keterbukaan yang bisa dipahami publik. Mereka sadar bahwa pengadaan barang dan jasa bukan sekadar prosedur, melainkan titik paling rawan yang harus dijaga mati-matian.

Sementara itu, di Lamongan, reformasi sering terjebak dalam jebakan klasik: banyak rencana, minim eksekusi. Digitalisasi setengah hati, pengawasan administratif, dan birokrasi yang masih menyisakan ruang bagi kedekatan dan kepentingan.

Akibatnya, publik dipaksa menanggung biaya dari sistem yang longgar. Pelayanan yang lambat, potensi pungutan liar, hingga kebijakan yang tidak sepenuhnya berpijak pada kebutuhan masyarakat. Ketika suara kritik muncul, baik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil, ia kerap tidak diolah sebagai masukan, melainkan dianggap gangguan.

Padahal, daerah tidak akan runtuh karena kritik. Ia justru runtuh ketika kritik tidak lagi didengar.

Jika Lamongan serius ingin mengejar ketertinggalan, maka langkahnya tidak perlu rumit. Kunci utamanya sederhana, tapi sering dihindari: menutup titik rawan korupsi secara nyata, membuka data anggaran secara jujur, memperbaiki pelayanan publik tanpa basa-basi, serta menempatkan birokrasi di atas prinsip merit, bukan kedekatan.

Tidak perlu menunggu lima tahun. Dalam satu hingga tiga tahun, perubahan itu bisa terlihat, jika memang ada kemauan. Namun tanpa itu, semua jargon reformasi hanya akan menjadi ilusi yang terus diulang, sementara masalah yang sama tetap berputar.

Pada akhirnya, pertanyaan untuk Lamongan bukan lagi soal apa yang harus dilakukan. Semua orang sudah tahu jawabannya.

Pertanyaannya adalah: apakah ada keberanian untuk benar-benar menjalankannya?. (Red)

Opini oleh : Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, M.Ferry Fadli.

Tags: kepercayaan yang memudarTransparasi yang tertunda
SendShareTweet
Previous Post

Antusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika

Next Post

Penghargaan Diraih, Namun Realita Lamongan Belum Sepenuhnya Ideal.

BERITA TERKAIT

Bertahun-tahun Berjalan, Usut Tuntas Dugaan Penjualan Buku LKS Di Dunia Pendidikan Lamongan
Daerah

Bertahun-tahun Berjalan, Usut Tuntas Dugaan Penjualan Buku LKS Di Dunia Pendidikan Lamongan

14 Juni 2026
Wujud Kepedulian TNI, Babinsa Karangbinangun Aktif Dampingi Petani Tingkatkan Produktivitas
Agro

Wujud Kepedulian TNI, Babinsa Karangbinangun Aktif Dampingi Petani Tingkatkan Produktivitas

9 Juni 2026
Tegakkan Ketertiban Umum, Satpol PP Lamongan Gelar Razia Rutin Setiap Pekan
Daerah

Tegakkan Ketertiban Umum, Satpol PP Lamongan Gelar Razia Rutin Setiap Pekan

9 Juni 2026
Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif, Patroli Gabungan Tiga Pilar Digelar di Mantup
Daerah

Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif, Patroli Gabungan Tiga Pilar Digelar di Mantup

31 Mei 2026
Merasa Dirugikan, Biduan Dangdut Laporkan Dugaan Penipuan Identitas Pernikahan
Daerah

Merasa Dirugikan, Biduan Dangdut Laporkan Dugaan Penipuan Identitas Pernikahan

31 Mei 2026
Kurban dan gotong royong : Kunci kemajuan Kabupaten Lamongan
Event

Kurban dan gotong royong : Kunci kemajuan Kabupaten Lamongan

27 Mei 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal, Satgas Pamtas Manfaatkan Lahan Kosong

Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal, Satgas Pamtas Manfaatkan Lahan Kosong

24 Januari 2024
FKBN Korda Lamongan Kolaborasi Dengan Beberapa Organisasi Beri Wawasan Kebangsaan dan Bantu Fasilitasi Legalitas 1000 UMKM Secara Gratis

FKBN Korda Lamongan Kolaborasi Dengan Beberapa Organisasi Beri Wawasan Kebangsaan dan Bantu Fasilitasi Legalitas 1000 UMKM Secara Gratis

27 Mei 2022
Mengenal Manfaat Daun Suruhan yang dipercaya sebagai Obat Herbal Ampuh

Mengenal Manfaat Daun Suruhan yang dipercaya sebagai Obat Herbal Ampuh

17 Maret 2021
Dipimpin Pangdam XIV/Hsn, Penutupan SPPI Batch-3 Makassar Penuh Haru dan Syukur Mantan Siswa

Dipimpin Pangdam XIV/Hsn, Penutupan SPPI Batch-3 Makassar Penuh Haru dan Syukur Mantan Siswa

12 Juli 2025
Meriah Penuh Hidmat Puncak Acara  Peringatan HUT Ke-79 TNI di Silang Monas

Meriah Penuh Hidmat Puncak Acara Peringatan HUT Ke-79 TNI di Silang Monas

5 Oktober 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In