Selasa, Agustus 11, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Olah Raga

Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

Ditulis Oleh jurnalis akses nusantara
13 Juni 2026
arsip Olah Raga
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak melangkah ke panggung yang lebih besar. Kabar itulah yang baru saja diterima Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Melalui surat resmi dari Asian Taekwondo Union (ATU), Indonesia dipastikan menambah dua nomor kualifikasi untuk Asian Games Nagoya 2026. Tambahan tersebut melengkapi satu tiket yang sebelumnya telah diamankan M. Rizal dari nomor poomsae putra. Artinya, hingga saat ini Indonesia telah meloloskan tiga nomor ke pesta olahraga terbesar Asia tersebut.

Dua tiket terbaru datang dari sektor kyorugi putra, masing-masing pada kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram. Sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa langkah Taekwondo Indonesia yang dikomandoi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon menuju Nagoya terus bergerak maju, bukan hanya melalui medali, tetapi juga lewat konsistensi pembinaan dan kemampuan bersaing di tengah ketatnya persaingan Asia.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini telah mengamankan tiga nomor pada Asian Games Nagoya 2026. Sebelumnya, tiket pertama telah lebih dahulu dipastikan oleh M. Rizal dari nomor poomsae. Prajurit TNI AD itu mengukir sejarah saat meraih medali perunggu pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia sekaligus mengamankan satu tempat bagi Merah Putih di Nagoya.

Kini, dua nomor lainnya datang dari sektor kyorugi. Nomor pertama diperoleh dari kelas under 68 kilogram putra yang pada Asian Taekwondo Championship Mongolia 2026 diwakili oleh M. Bassam Raihan. Perjalanan Bassam di Mongolia memang tidak berakhir dengan medali. Pada babak 16 besar ia menang atas taekwondoin Jepang, Shoki Asada, yang datang dengan performa kuat setelah pada babak 32 besar menyingkirkan wakil Vietnam, Trinh Trong Tran.

BERITA TERKAIT

Indonesia Berjaya Raih Juara Umum Indonesia Open 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026

Indonesia Meraih medali 9 Emas di 8 Th Asian Taekwondo Indonesia Championship 2026

Sayangnya, pada babak perempat final, Bassam harus mengakui keunggulan taekwondoin asal Kazakstan Samirkhon Ababakirov, yang menjadi lawannya. Jalur kompetisi yang terjadi kemudian menghasilkan akumulasi poin dan kuota yang akhirnya membuka jalan bagi Indonesia untuk mengamankan satu nomor menuju Nagoya.

Nomor kedua datang dari kelas under 80 kilogram putra melalui penampilan M. Raihan Fadhilah. Raihan memulai langkahnya dengan kemenangan meyakinkan atas taekwondoin Nepal, Abhishek Baral, pada babak 16 besar. Langkahnya baru terhenti di perempat final setelah menghadapi wakil Uzbekistan, J. Jaysunov. Meski tidak naik podium, penampilan Raihan memberikan kontribusi penting dalam perolehan kuota Indonesia. Dari arena di Mongolia itulah satu tiket tambahan menuju Asian Games berhasil diamankan.

Jika ditotal dengan tiket yang sebelumnya diraih M. Rizal di nomor poomsae, maka Indonesia kini telah meloloskan tiga nomor ke Asian Games Nagoya 2026.

Bagi PBTI, pencapaian ini lebih dari sekadar angka. Tiga nomor yang berhasil diamankan menjadi penanda bahwa proses pembinaan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang nyata. Dalam olahraga prestasi, keberhasilan tidak selalu diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang pada satu kejuaraan. Terkadang, keberhasilan justru terlihat dari kemampuan menjaga kesinambungan regenerasi, menyiapkan atlet-atlet baru, dan memastikan Indonesia tetap hadir dalam panggung olahraga terbesar di Asia.

Di sinilah arti penting kabar dari Asian Taekwondo Union tersebut. Ia menjadi validasi bahwa atlet-atlet Indonesia mampu bersaing di level Asia yang semakin kompetitif. Negara-negara seperti Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, Jepang, hingga Tiongkok terus meningkatkan kualitas pembinaan mereka. Di tengah persaingan yang ketat itu, Indonesia tetap berhasil merebut tempat di Nagoya.

Namun yang membuat pencapaian ini semakin bernilai adalah kualitas persaingan yang akan dihadapi Indonesia di Nagoya nanti. Tiket memang sudah berada di tangan, tetapi jalan menuju podium akan mempertemukan Merah Putih dengan kekuatan-kekuatan terbaik Asia.

Di nomor poomsae putra yang diloloskan oleh M. Rizal, Indonesia akan bersaing dengan atlet-atlet dari Hong Kong China, India, Iran, Kazakstan, Korea Selatan, Macau China, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Chinese Taipei, Thailand, Vietnam, tuan rumah Jepang, serta satu peserta dari jalur ATU Wild Card. Daftar peserta itu menunjukkan betapa padatnya persaingan nomor yang selama ini didominasi negara-negara dengan tradisi poomsae kuat seperti Korea Selatan, Iran, dan Chinese Taipei.

Tantangan yang tak kalah berat menanti di kelas under 68 kilogram putra. Nomor yang berhasil diamankan Indonesia melalui jalur kualifikasi ini akan mempertemukan wakil Merah Putih dengan atlet-atlet dari Afghanistan, China, Hong Kong China, India, Iran, Yordania, Kazakstan, Korea Selatan, Mongolia, Chinese Taipei, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, tuan rumah Jepang, serta satu atlet pemegang ATU Wild Card. Hampir seluruh negara yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi langganan peraih medali Asia berada di kelas ini.

Sementara itu, kelas under 80 kilogram putra yang juga berhasil diloloskan Indonesia menghadirkan medan yang sama beratnya. Di nomor ini akan hadir taekwondoin dari Kamboja, China, India, Iran, Yordania, Kazakstan, Korea Selatan, Nepal, Arab Saudi, Chinese Taipei, Tajikistan, Thailand, Uzbekistan, tuan rumah Jepang, serta satu peserta dari jalur ATU Wild Card. Kelas ini dikenal sebagai salah satu kategori paling kompetitif karena dihuni atlet-atlet dengan kombinasi kecepatan, kekuatan, dan pengalaman internasional yang tinggi.

Dengan kata lain, tiga tiket yang telah diamankan Indonesia bukan sekadar hak untuk tampil di Nagoya. Tiga tiket itu juga merupakan undangan untuk masuk ke arena persaingan paling elite di benua Asia. Artinya, perjuangan memang belum selesai. Artinya, perjuangan memang belum selesai.

Menariknya, dua tiket dari sektor kyorugi yang baru saja dipastikan bukanlah milik individu atlet yang bertanding di Mongolia. Yang lolos adalah nomor atau kelas pertandingan, bukan nama atletnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana, menegaskan bahwa peluang masih terbuka bagi siapa saja yang mampu menunjukkan performa terbaik. “Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan,” ujar Pino.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persaingan internal tim nasional masih akan berlangsung. Tiket sudah diamankan, tetapi kursi di pesawat menuju Nagoya belum sepenuhnya terisi.

PBTI akan terus melakukan pemantauan untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia pada kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram putra.

Salah satu ajang penting dalam proses tersebut adalah Kejuaraan Satria Nusantara yang akan berlangsung di Bandung pada 3–5 Juli 2026. Di sana, para atlet akan kembali diuji.

Mereka tidak hanya bertanding melawan lawan di atas matras, tetapi juga melawan waktu, tekanan, dan sesama kandidat penghuni tim nasional. Setiap tendangan, setiap poin, dan setiap kemenangan akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. “PBTI akan mencari yang terbaik di kelas itu makanya akan diadakan monitoring,” kata Pino.

Karena itu, surat dari Asian Taekwondo Union sesungguhnya bukanlah garis akhir. Ia lebih tepat disebut sebagai pintu yang baru saja terbuka. Di balik tiga tiket yang kini telah berada di tangan Indonesia, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

Menyiapkan atlet terbaik. Menentukan komposisi tim yang paling kompetitif. Dan memastikan bahwa ketika Asian Games Nagoya 2026 dimulai, Indonesia tidak hanya datang sebagai peserta, melainkan sebagai penantang yang siap memberi kejutan. (*)

 

 

 

SendShareTweet
Previous Post

Wapang TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Lamongan, Blora, dan Bojonegoro

Next Post

Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

BERITA TERKAIT

Indonesia Berjaya Raih Juara Umum Indonesia Open 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Olah Raga

Indonesia Berjaya Raih Juara Umum Indonesia Open 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026

9 Agustus 2026
Indonesia Meraih medali 9 Emas di 8 Th Asian Taekwondo Indonesia Championship 2026
Olah Raga

Indonesia Meraih medali 9 Emas di 8 Th Asian Taekwondo Indonesia Championship 2026

3 Agustus 2026
8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka
Olah Raga

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka

2 Agustus 2026
Tak Sekadar Meraih Poin Olimpiade, Indonesia Open Menjadi Momentum PBTI Membangun Legacy Taekwondo Indonesia
Olah Raga

Tak Sekadar Meraih Poin Olimpiade, Indonesia Open Menjadi Momentum PBTI Membangun Legacy Taekwondo Indonesia

1 Agustus 2026
Berapa Hari Lagi! Jakarta Jadi Pusat Perhatian Taekwondo Dunia, Juara Dunia hingga Kampiun Asia Siap Berlaga di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026
Olah Raga

Berapa Hari Lagi! Jakarta Jadi Pusat Perhatian Taekwondo Dunia, Juara Dunia hingga Kampiun Asia Siap Berlaga di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026

26 Juli 2026
8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026: PBTI Calling! Bidik Podium Asia, Bukti Kepercayaan Internasional di Era Ketum Letjen TNI Richard Tampubolon
Olah Raga

8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026: PBTI Calling! Bidik Podium Asia, Bukti Kepercayaan Internasional di Era Ketum Letjen TNI Richard Tampubolon

22 Juli 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Apel Pagi, Dandim 1710/Mimika Tekankan Prajurit dan PNS Kodim Peka Dengan Situasi Yang Berkembang dan Sosialisasikan Kamtibmas Secara Humanis Kepada Masyarakat

Apel Pagi, Dandim 1710/Mimika Tekankan Prajurit dan PNS Kodim Peka Dengan Situasi Yang Berkembang dan Sosialisasikan Kamtibmas Secara Humanis Kepada Masyarakat

1 September 2025
Kapuspen TNI: Negara Hadir, TNI Hadir, Untuk Memberikan Segala Upaya yang Terbaik Bagi Masyarakat di Aceh, Sumut dan Sumbar

Kapuspen TNI: Negara Hadir, TNI Hadir, Untuk Memberikan Segala Upaya yang Terbaik Bagi Masyarakat di Aceh, Sumut dan Sumbar

6 Desember 2025
Korem 012/Teuku Umar Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Ke-96

Korem 012/Teuku Umar Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Ke-96

28 Oktober 2024
Gereja, Masjid dan Mushola jadi Sasaran Operasi TMMD Reguler Ke-117 Kodim 0731 Kulon Progo

Gereja, Masjid dan Mushola jadi Sasaran Operasi TMMD Reguler Ke-117 Kodim 0731 Kulon Progo

15 Juli 2023
Kapuspen TNI Mewakili Panglima TNI Menghadiri Deklarasi dan Penandatangan Komitmen Bersama Kemerdekaan Pers

Kapuspen TNI Mewakili Panglima TNI Menghadiri Deklarasi dan Penandatangan Komitmen Bersama Kemerdekaan Pers

11 Februari 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In