Misi Rebut Kembali Kejayaan: PPP Lamongan Lakukan ‘Revolusi Struktur’ Demi Kembalikan Marwah Partai Ka’bah!
LAMONGAN, aksesnusantara.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lamongan tidak lagi sekadar ingin “ada”. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2026–2031, partai berlambang Ka’bah ini secara resmi mendeklarasikan perang terhadap stagnasi politik. Tidak ada lagi ruang untuk pemimpin medioker; PPP Lamongan kini menempuh jalur Sistem Formatur Terstruktur sebagai filter maut bagi calon nakhoda baru.
Bukan Pemilihan Biasa: Seleksi Ketat dari Akar Rumput
Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarko, menegaskan bahwa pemilihan Ketua DPC PPP Lamongan kali ini tidak akan dibiarkan menjadi ajang bagi-bagi kursi atau sekadar formalitas. Melalui tim formatur yang melibatkan representasi dari PAC hingga DPP, partai tengah melakukan “penyaringan murni”.
“Kita tidak butuh pemimpin yang hanya sekadar nama. Kita butuh sosok yang punya mimpi besar dan keberanian untuk bertarung di lapangan,” tegas Arif pada Rabu (29/4/2026).
Pesan ini jelas: Pemimpin masa depan PPP Lamongan harus lahir dari keinginan akar rumput (PAC), bukan sekadar drop-dropan politik dari atas.
Visi Besar atau Tersingkir!
Arif Winarko mematok standar tinggi. Calon Ketua DPC mendatang diwajibkan memiliki visi inovatif yang mampu mengguncang konstelasi politik di Kota Soto. Tim formatur telah diinstruksikan untuk bertindak agresif dalam menyaring figur yang memiliki “darah petarung” guna membesarkan partai.
Kriteria Utama Nakhoda Baru PPP Lamongan:
Visi Ekspansif: Tidak hanya menjaga basis massa lama, tapi merebut ceruk suara baru.
Inklusivitas Total: Membuka pintu lebar-lebar bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa kecuali.
Kapasitas Intelektual & Finansial: Siap secara mental dan strategi untuk bertempur di 2029.
Injeksi ‘Darah Segar’ dari Santri dan Aktivis
Langkah paling berani yang diambil PPP Lamongan adalah keputusan untuk melakukan fusi kekuatan antara jalur langit dan jalur lapangan. Partai secara proaktif merekrut tokoh-tokoh berpengaruh dari Pondok Pesantren serta mengekspansi pengaruh ke kalangan aktivis mahasiswa seperti HMI dan PMII.
Strategi ini bukan sekadar gimik. Dengan menggabungkan spiritualitas kaum santri dan militansi aktivis mahasiswa, PPP Lamongan sedang membangun mesin politik hibrida yang siap menghantam dominasi partai lain di Kabupaten Lamongan. (AS)


















