Kamis, Oktober 1, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Daerah

Dana Besar, Hasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan”

Ditulis Oleh Redaksi 3
3 April 2026
arsip Daerah
Dana Besar, Hasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan”
Share on FacebookShare on Twitter

Dana Besar, Hasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan

Lamongan, aksesnusantara.id – Pendapatan daerah Kabupaten Lamongan berdasarkan data diketahui ± Rp 3,25 triliun, persoalan sampah di Kabupaten Lamongan belum juga menunjukkan perbaikan signifikan. Ironisnya, sektor ini setiap tahun menyerap dana publik dalam jumlah yang tidak kecil—diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan penelusuran dokumen APBD 2025, anggaran pengelolaan lingkungan hidup yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diperkirakan berkisar antara Rp. 30 hingga Rp. 80 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 60–80 persen dialokasikan untuk penanganan sampah.

Namun, besarnya anggaran itu memunculkan pertanyaan serius: mengapa persoalan sampah masih menjadi keluhan masyarakat?

BERITA TERKAIT

Penguatan Karakter Kebangsaan ASN, FKBN Lamongan Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Bela Negara

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

Dominasi Anggaran Operasional, Minim Inovasi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran habis untuk belanja rutin, seperti:

– Pengangkutan sampah

– BBM armada truk

– Gaji tenaga kebersihan

– Perawatan kendaraan

Sementara itu, porsi untuk Inovasi pengolahan sampah, Pengurangan dari sumber (reduce), Pengembangan teknologi masih relatif terbatas.

“Yang terjadi adalah pola lama: kumpul–angkut–buang. Bukan pengelolaan berkelanjutan. Kita bisa lihat dengan mata telanjang, tumpukan sampah di Tambora yang semakin hari semakin menggunung dan berbau menyengat setiap malam, apalagi jika sehabis hujan. Itu berpotensi besar menganggu kesehatan masyarakat sekitarnya dan berpotensi merusak kwalitas air bawah tanah,” ujar Agung Sekar salah satu aktivis lingkungan.

Proyek Ada, Dampak Belum Terasa. Pemerintah daerah memang telah mengembangkan sejumlah fasilitas seperti TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). Namun di lapangan, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan.

Beberapa catatan yang muncul adalah Kapasitas pengolahan belum sebanding dengan volume sampah harian, Distribusi layanan belum merata, Edukasi masyarakat masih lemah.

Akibatnya, praktik pembuangan sampah sembarangan masih ditemukan di berbagai titik. Anggaran Tersebar, Akuntabilitas Kabur.

Masalah lain yang mengemuka adalah tidak adanya satu angka pasti anggaran sampah yang mudah diakses publik. Anggaran tersebar di berbagai pos: DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan PUPR (sanitasi dan drainase), Program desa dan kecamatan.

Kondisi ini membuat, Pengawasan publik menjadi lemah, Evaluasi kinerja sulit dilakukan.

“Transparansi masih jadi persoalan. Anggaran besar, tapi sulit dilacak dampaknya,” tambah Agung.

Antara Komitmen dan Realita yang timpang. Di atas kertas, pemerintah daerah mengusung program pengelolaan sampah terpadu. Namun realitanya, pendekatan yang digunakan masih cenderung reaktif, bukan preventif dan sistemik. Padahal, jika mengacu pada prinsip pengelolaan modern, fokus seharusnya bergeser ke: 1. Pengurangan sampah dari sumber, 2. Ekonomi sirkular dan 3. Keterlibatan aktif masyarakat.

Catatan Kritis masyarakat bahwa Uang Rakyat, Harus Tepat Sasaran. Dengan alokasi anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun, publik berhak mempertanyakan:

– Apakah anggaran sudah efektif?

– Mengapa masalah sampah belum terurai?

– Siapa yang bertanggung jawab atas stagnasi ini?

“Karena sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga cermin tata kelola pemerintahan,” katanya.

Jika tidak ada perubahan paradigma, maka besar kemungkinan: Anggaran akan terus habis dan Masalah akan tetap sama.

Sementara itu, Saat jurnalis mencoba hubungi jurnalis via WhatsApp untuk klarifikasi, PLT Kepala DLH Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, pada Kamis 2 April 2026, tidak menjawabnya.

Pengelolaan sampah di Lamongan kini berada di persimpangan: antara mempertahankan pola lama yang boros anggaran, atau berani bertransformasi menuju sistem yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat dan setiap tumpukan sampah yang tak terkelola adalah bukti yang tak bisa disembunyikan. (Red)

Tags: Dana BesarHasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan”
SendShareTweet
Previous Post

Pererat Kemitraan Strategis, Panglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia

Next Post

Pengamanan Humanis Babinsa Mapurujaya di Prosesi Ibadah dan Jalan Salib

BERITA TERKAIT

Penguatan Karakter Kebangsaan ASN, FKBN Lamongan Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Bela Negara
Bela Negara

Penguatan Karakter Kebangsaan ASN, FKBN Lamongan Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Bela Negara

29 September 2026
Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri
Daerah

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

26 September 2026
Prestasi Membanggakan, SDN 3 Jetis Lamongan Juara 1 Gerak Jalan Pelajar Tingkat Kabupaten
Berita

Prestasi Membanggakan, SDN 3 Jetis Lamongan Juara 1 Gerak Jalan Pelajar Tingkat Kabupaten

23 September 2026
Sinergi Lapas dan APH, Razia Gabungan Pastikan Lamongan Bersih dari Halinar
Berita

Sinergi Lapas dan APH, Razia Gabungan Pastikan Lamongan Bersih dari Halinar

22 September 2026
Sabu 115,47 Gram hingga 21 Ekstasi Dimusnahkan Kejari Lamongan
Berita

Sabu 115,47 Gram hingga 21 Ekstasi Dimusnahkan Kejari Lamongan

18 September 2026
500 Warga Hadiri Deklarasi GmbB, Kasus Dugaan Pungli Desa Brengkok Jadi Sorotan
Berita

500 Warga Hadiri Deklarasi GmbB, Kasus Dugaan Pungli Desa Brengkok Jadi Sorotan

15 September 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil 02/Timika Komsos Dengan Warga Binaan

Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil 02/Timika Komsos Dengan Warga Binaan

11 Mei 2024
Masjid NU Gus Dur PCNU Lamongan

Masjid NU Gus Dur PCNU Lamongan di Plosowahyu Diresmikan KH. Marzuki Mustamar

15 Maret 2021
Panglima TNI Cek Kesiapan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)

Panglima TNI Cek Kesiapan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)

24 Januari 2024
Komandan Kodim 1615/Lotim Tinjau Kesiapan Upacara Penutupan TMMD Ke-121 di Lapangan Gotong Royong Masbagik

Komandan Kodim 1615/Lotim Tinjau Kesiapan Upacara Penutupan TMMD Ke-121 di Lapangan Gotong Royong Masbagik

21 Agustus 2024
Perlindungan Hukum Wartawan Tetap Sama Pasca Putusan MK

Perlindungan Hukum Wartawan Tetap Sama Pasca Putusan MK

21 Januari 2026
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In