Senin, Agustus 17, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Daerah

Dana Besar, Hasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan”

Ditulis Oleh Redaksi 3
3 April 2026
arsip Daerah
Dana Besar, Hasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan”
Share on FacebookShare on Twitter

Dana Besar, Hasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan

Lamongan, aksesnusantara.id – Pendapatan daerah Kabupaten Lamongan berdasarkan data diketahui ± Rp 3,25 triliun, persoalan sampah di Kabupaten Lamongan belum juga menunjukkan perbaikan signifikan. Ironisnya, sektor ini setiap tahun menyerap dana publik dalam jumlah yang tidak kecil—diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan penelusuran dokumen APBD 2025, anggaran pengelolaan lingkungan hidup yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diperkirakan berkisar antara Rp. 30 hingga Rp. 80 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 60–80 persen dialokasikan untuk penanganan sampah.

Namun, besarnya anggaran itu memunculkan pertanyaan serius: mengapa persoalan sampah masih menjadi keluhan masyarakat?

BERITA TERKAIT

BUMDes Kaffa Gemilang Klaim Terdaftar di BGN, SPPG 1 Babat Sebut Belum Terima Proposal

Kreativitas Gugus SD Mantup Curi Perhatian, Tampil Ala 80-an dan Sabet Juara Terheboh

Dominasi Anggaran Operasional, Minim Inovasi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran habis untuk belanja rutin, seperti:

– Pengangkutan sampah

– BBM armada truk

– Gaji tenaga kebersihan

– Perawatan kendaraan

Sementara itu, porsi untuk Inovasi pengolahan sampah, Pengurangan dari sumber (reduce), Pengembangan teknologi masih relatif terbatas.

“Yang terjadi adalah pola lama: kumpul–angkut–buang. Bukan pengelolaan berkelanjutan. Kita bisa lihat dengan mata telanjang, tumpukan sampah di Tambora yang semakin hari semakin menggunung dan berbau menyengat setiap malam, apalagi jika sehabis hujan. Itu berpotensi besar menganggu kesehatan masyarakat sekitarnya dan berpotensi merusak kwalitas air bawah tanah,” ujar Agung Sekar salah satu aktivis lingkungan.

Proyek Ada, Dampak Belum Terasa. Pemerintah daerah memang telah mengembangkan sejumlah fasilitas seperti TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). Namun di lapangan, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan.

Beberapa catatan yang muncul adalah Kapasitas pengolahan belum sebanding dengan volume sampah harian, Distribusi layanan belum merata, Edukasi masyarakat masih lemah.

Akibatnya, praktik pembuangan sampah sembarangan masih ditemukan di berbagai titik. Anggaran Tersebar, Akuntabilitas Kabur.

Masalah lain yang mengemuka adalah tidak adanya satu angka pasti anggaran sampah yang mudah diakses publik. Anggaran tersebar di berbagai pos: DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan PUPR (sanitasi dan drainase), Program desa dan kecamatan.

Kondisi ini membuat, Pengawasan publik menjadi lemah, Evaluasi kinerja sulit dilakukan.

“Transparansi masih jadi persoalan. Anggaran besar, tapi sulit dilacak dampaknya,” tambah Agung.

Antara Komitmen dan Realita yang timpang. Di atas kertas, pemerintah daerah mengusung program pengelolaan sampah terpadu. Namun realitanya, pendekatan yang digunakan masih cenderung reaktif, bukan preventif dan sistemik. Padahal, jika mengacu pada prinsip pengelolaan modern, fokus seharusnya bergeser ke: 1. Pengurangan sampah dari sumber, 2. Ekonomi sirkular dan 3. Keterlibatan aktif masyarakat.

Catatan Kritis masyarakat bahwa Uang Rakyat, Harus Tepat Sasaran. Dengan alokasi anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun, publik berhak mempertanyakan:

– Apakah anggaran sudah efektif?

– Mengapa masalah sampah belum terurai?

– Siapa yang bertanggung jawab atas stagnasi ini?

“Karena sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga cermin tata kelola pemerintahan,” katanya.

Jika tidak ada perubahan paradigma, maka besar kemungkinan: Anggaran akan terus habis dan Masalah akan tetap sama.

Sementara itu, Saat jurnalis mencoba hubungi jurnalis via WhatsApp untuk klarifikasi, PLT Kepala DLH Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, pada Kamis 2 April 2026, tidak menjawabnya.

Pengelolaan sampah di Lamongan kini berada di persimpangan: antara mempertahankan pola lama yang boros anggaran, atau berani bertransformasi menuju sistem yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat dan setiap tumpukan sampah yang tak terkelola adalah bukti yang tak bisa disembunyikan. (Red)

Tags: Dana BesarHasil Minim: Problematika Pengelolaan Sampah di Lamongan”
SendShareTweet
Previous Post

Pererat Kemitraan Strategis, Panglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia

Next Post

Pengamanan Humanis Babinsa Mapurujaya di Prosesi Ibadah dan Jalan Salib

BERITA TERKAIT

BUMDes Kaffa Gemilang Klaim Terdaftar di BGN, SPPG 1 Babat Sebut Belum Terima Proposal
Daerah

BUMDes Kaffa Gemilang Klaim Terdaftar di BGN, SPPG 1 Babat Sebut Belum Terima Proposal

15 Agustus 2026
Kreativitas Gugus SD Mantup Curi Perhatian, Tampil Ala 80-an dan Sabet Juara Terheboh
Daerah

Kreativitas Gugus SD Mantup Curi Perhatian, Tampil Ala 80-an dan Sabet Juara Terheboh

15 Agustus 2026
Jalan Santai HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Berlangsung Aman dan Lancar
Daerah

Jalan Santai HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Berlangsung Aman dan Lancar

14 Agustus 2026
Polemik PTSL Brengkok Masuk Tahap Klarifikasi, Sismulyadi Apresiasi Kinerja Kejari Lamongan
Daerah

Polemik PTSL Brengkok Masuk Tahap Klarifikasi, Sismulyadi Apresiasi Kinerja Kejari Lamongan

14 Agustus 2026
iSentra Lamongan dan Masa Depan Ekonomi Pantura, FKBN Tekankan Industri Berkelanjutan
Business

iSentra Lamongan dan Masa Depan Ekonomi Pantura, FKBN Tekankan Industri Berkelanjutan

14 Agustus 2026
Menara BTS Diduga Tak Terawat, Warga Sumberwudi Tempuh Jalur Hukum
Daerah

Menara BTS Diduga Tak Terawat, Warga Sumberwudi Tempuh Jalur Hukum

13 Agustus 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Semarakkan HUT RI Ke-79 di Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Amankan Kegiatan Karnaval Dan Seni Budaya Nusantara Di Distrik Elikobel

Semarakkan HUT RI Ke-79 di Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Amankan Kegiatan Karnaval Dan Seni Budaya Nusantara Di Distrik Elikobel

17 Agustus 2024
Tim Poomsae Putra Raih Prestasi Gemilang di China Open Taekwondo Championship 2025

Tim Poomsae Putra Raih Prestasi Gemilang di China Open Taekwondo Championship 2025

28 November 2025
59 Tahun Mengabdi, IKKT PWA Terus Dukung TNI dan Keluarga Prajurit

59 Tahun Mengabdi, IKKT PWA Terus Dukung TNI dan Keluarga Prajurit

31 Juli 2025
Dharma Pertiwi Pusat dan IKKT Pragati Wira Anggini Pusat Kirim Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

Dharma Pertiwi Pusat dan IKKT Pragati Wira Anggini Pusat Kirim Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

9 Desember 2025
Pasiter Kodim 1710/Mimika Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan Di Wilayah Jelang Pemilu 14 Februari Besok

Pasiter Kodim 1710/Mimika Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan Di Wilayah Jelang Pemilu 14 Februari Besok

12 Februari 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In