Sabtu, Agustus 22, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Desa Kita

Angkat Kuliner Khas Lamongan, Festival Nasi Boran Jilid II Sumberjo Diserbu Pecinta Kuliner

Ditulis Oleh Redaksi 3
21 Agustus 2026
arsip Desa Kita, Event
Angkat Kuliner Khas Lamongan, Festival Nasi Boran Jilid II Sumberjo Diserbu Pecinta Kuliner
Share on FacebookShare on Twitter

Angkat Kuliner Khas Lamongan, Festival Nasi Boran Jilid II Sumberjo Diserbu Pecinta Kuliner

LAMONGAN , aksesnusantara.id – Festival Nasi Boran Jilid II di Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan warga memadati festival kuliner yang mengangkat nasi boran sebagai salah satu ikon kuliner khas Lamongan tersebut, Jumat (21/8/2026).

Antusiasme masyarakat bahkan terlihat sejak penjualan kupon makanan dibuka. Panitia awalnya menyediakan 2.500 kupon. Tingginya permintaan membuat panitia menambah 200 kupon sehingga total tersedia 2.700 kupon.

Ketua panitia Festival Nasi Boran Jilid II, Oon Zulianto Efendi, mengatakan tingginya antusiasme tidak hanya datang dari warga Desa Sumberjo, tetapi juga masyarakat dari luar desa.

BERITA TERKAIT

Bhinneka Tunggal Ika Jadi Tema Carnival 2026 Desa Kedungkumpul

Kreativitas Gugus SD Mantup Curi Perhatian, Tampil Ala 80-an dan Sabet Juara Terheboh

“Alhamdulillah, pada malam hari ini Desa Sumberjo mengadakan Festival Nasi Boran yang kedua kalinya. Antusiasme masyarakat luar biasa,” kata Oon.

Festival tahun ini juga mencatat peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah jumlah pedagang yang ikut ambil bagian serta penjualan kupon.

Sebanyak 25 stand pedagang nasi boran turut meramaikan festival. Pengunjung pun memiliki banyak pilihan lauk untuk disantap bersama nasi boran.

Beragam lauk khas tersedia, mulai ayam, ikan gabus atau kutuk, ikan sili, bandeng, hingga rempelo ati. Harga makanan dipatok mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per porsi dengan sistem pembelian menggunakan kupon khusus.

Tak hanya nasi boran, festival juga diramaikan berbagai jajanan dan makanan pendukung dari dusun-dusun sekitar, termasuk Dusun Sawu dan Plandi.

Selain menghadirkan kuliner khas, Pemerintah Desa Sumberjo membuat inovasi untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus melindungi pedagang lokal. Pemdes bersama pihak kecamatan menetapkan daftar harga resmi atau harga paten untuk menu nasi boran yang dijual selama festival.

Kebijakan tersebut dibuat untuk mencegah adanya pedagang yang menjual makanan dengan harga di luar ketentuan. Terlebih, sebagian besar pedagang nasi boran yang berjualan dalam festival merupakan warga asli Desa Sumberjo.

“Dengan adanya inovasi desa ini, daftar harga atau menu nanti bisa mencegah adanya pedagang nakal yang menjual harga mahal di luar ketentuan,” jelas Oon.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah desa menciptakan festival kuliner yang nyaman dan transparan bagi pengunjung.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sumberjo Suharsono mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. Ia mengatakan keberhasilan festival diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, agenda tersebut harus menjadi salah satu sarana untuk menggerakkan perekonomian warga dan memperkuat keberadaan UMKM lokal.

“Harapannya, UMKM khususnya di Desa Sumberjo, Dusun Kauten, dan Sawu bisa lebih maju, terutama nasi boran. Kegiatan seperti ini sedikit banyak mengangkat UMKM yang ada di desa kami,” ujar Suharsono.

Pemdes Sumberjo juga menyiapkan program lanjutan untuk mendukung keberlangsungan kuliner nasi boran. Salah satunya melalui rencana sayembara budidaya ikan sili.

Ikan sili merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam sajian nasi boran. Namun, komoditas tersebut dinilai cukup mahal dan relatif sulit ditemukan di pasaran.

Karena itu, pemerintah desa berencana mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan sili secara lokal. Untuk merangsang minat pembudidaya, pemdes menyiapkan total hadiah Rp6 juta.

Hadiah tersebut akan diberikan kepada tiga pemenang. Juara pertama mendapatkan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1 juta.

“Mengingat komoditas ikan sili untuk nasi boran berharga mahal dan sulit dicari di pasaran, pemdes menyiapkan total hadiah senilai Rp6 juta untuk merangsang para pembudidaya lokal. Rinciannya, juara pertama akan mendapatkan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta,” kata Suharsono.

Salah satu pengunjung, Resti, mengaku antusias dengan pelaksanaan Festival Nasi Boran. Ia datang bersama keluarganya untuk menikmati langsung kuliner khas Lamongan tersebut di daerah asalnya.

Menurut dia, keberadaan festival menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati nasi boran sekaligus mengenal lebih dekat kuliner tradisional yang menjadi bagian dari identitas Lamongan.

Warga dan pengunjung berharap festival tersebut dapat terus digelar setiap tahun dengan konsep yang semakin meriah. Selain menjaga tradisi kuliner, kegiatan ini dinilai berpotensi memperkuat sektor pariwisata berbasis kuliner sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

“Harapan saya dan masyarakat tentunya ingin tetap terus berkelanjutan karena di mata masyarakat terutama pecinta kuliner khas Lamongan, nasi boran pasti akan menikmati,” ujarnya.

Kesuksesan Festival Nasi Boran Jilid II menjadi momentum bagi Desa Sumberjo untuk terus mengembangkan potensi lokal. Ludesnya 2.700 kupon dalam dua hari serta meningkatnya jumlah pedagang menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kuliner khas tersebut.

Ke depan, Pemdes Sumberjo berkomitmen melanjutkan program kreatif yang mampu mengangkat potensi desa, termasuk pengembangan UMKM dan budidaya bahan baku nasi boran. (Red)

Tags: Angkat Kuliner Khas LamonganFestival Nasi Boran Jilid II Sumberjo Diserbu Pecinta Kuliner
SendShareTweet
Previous Post

Sengketa Letter C Plosowahyu, Pemdes Tegaskan Dokumen Tak Bisa Diserahkan Sembarangan

Next Post

Penanganan Gempa NTT Hari Ketujuh, 5.832 Personel TNI Dikerahkan dan 638 Ton Bantuan Disalurkan

BERITA TERKAIT

Bhinneka Tunggal Ika Jadi Tema Carnival 2026 Desa Kedungkumpul
Berita

Bhinneka Tunggal Ika Jadi Tema Carnival 2026 Desa Kedungkumpul

19 Agustus 2026
Kreativitas Gugus SD Mantup Curi Perhatian, Tampil Ala 80-an dan Sabet Juara Terheboh
Daerah

Kreativitas Gugus SD Mantup Curi Perhatian, Tampil Ala 80-an dan Sabet Juara Terheboh

15 Agustus 2026
Kecamatan Babat Siapkan Lomba Gerak Jalan Spektakuler untuk Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81
Event

Kecamatan Babat Siapkan Lomba Gerak Jalan Spektakuler untuk Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81

2 Agustus 2026
Pelantikan DPD MATRA Lamongan Jadi Tonggak Baru Pelestarian Adat, Seni, dan Kearifan Lokal
Daerah

Pelantikan DPD MATRA Lamongan Jadi Tonggak Baru Pelestarian Adat, Seni, dan Kearifan Lokal

1 Agustus 2026
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Riset, UMLA Ubah Potensi Tembakau Jadi Peluang Usaha
Daerah

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Riset, UMLA Ubah Potensi Tembakau Jadi Peluang Usaha

1 Agustus 2026
Puncak Hari Koperasi ke-79, Lamongan Suguhkan UMKM, Kuliner, dan Hadiah Umrah
Event

Puncak Hari Koperasi ke-79, Lamongan Suguhkan UMKM, Kuliner, dan Hadiah Umrah

25 Juli 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Program TMMD ke-121 Kodim 1615/Lotim Berikan Dampak Positif di Desa Kesik dan Desa Loyok

Program TMMD ke-121 Kodim 1615/Lotim Berikan Dampak Positif di Desa Kesik dan Desa Loyok

16 Agustus 2024
Panas Menyengat, Semangat Tak Padam, Satgas TMMD dan Warga Kebut Pembangunan MCK

Panas Menyengat, Semangat Tak Padam, Satgas TMMD dan Warga Kebut Pembangunan MCK

28 Juli 2026
Sambut Bulan Kasih Natal, Kodim 1710/Mimika Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan Pasar

Sambut Bulan Kasih Natal, Kodim 1710/Mimika Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan Pasar

29 November 2025
KKRI Hadirkan Bela Negara Era Baru: Etik, Kreatif, dan Berlandaskan Wawasan Nusantara

KKRI Hadirkan Bela Negara Era Baru: Etik, Kreatif, dan Berlandaskan Wawasan Nusantara

24 September 2025
Babinsa Mapurujaya Dampingi Petani Merawat Tanaman Tomat

Babinsa Mapurujaya Dampingi Petani Merawat Tanaman Tomat

9 Desember 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In