PPP Gresik Tegaskan Konsolidasi dan Kesiapan Hadapi Pemilu 2029 dalam Muscab X
Gresik, aksesnusantara.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) X, 3 Mei 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyiapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Kegiatan ini mengusung semangat “Transformasi PPP untuk Indonesia”.
Ketua DPC PPP Gresik, H. Khoirul Huda, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin kompleks. Ia menyoroti ketidakpastian jadwal Pemilu 2029 yang masih menunggu regulasi pemerintah, serta pentingnya kesiapan partai dalam menghadapi tahapan verifikasi oleh KPU.

“Keberhasilan menghadapi seluruh tahapan tersebut sangat bergantung pada komitmen dan kesiapan seluruh kader,” ujar Huda.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas politik harus dilandasi niat tulus, sehingga tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga bernilai ibadah serta tetap menjaga nilai perjuangan ulama yang menjadi ruh PPP. Menurutnya, PPP merupakan partai Islam yang inklusif, terbuka bagi semua kalangan, serta tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.
Di akhir masa kepemimpinannya, Huda menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus serta permohonan maaf atas segala kekurangan. Ia berharap kepengurusan selanjutnya siapapun yang terpilih mampu memperkuat konsolidasi dan melanjutkan estafet perjuangan partai.
Sementara itu, perwakilan dari DPW PPP Jawa Timur, M. Zainul Arifin, SP. (Sekertaris Wilayah) menyampaikan apresiasi atas komitmen DPC PPP Gresik dalam menyelenggarakan Muscab secara serius dan terstruktur. Dalam arahannya, ia menekankan sejumlah poin strategis sebagai panduan bagi kader ke depan.

Pertama, Muscab harus dilaksanakan secara berkualitas dan tidak sekadar menjadi agenda rutin lima tahunan. Forum ini diharapkan mampu melahirkan tim formatur yang solid dan berorientasi pada kemenangan PPP di Pemilu 2029. Konsolidasi struktural juga menjadi prioritas, mulai dari tingkat DPC hingga ranting.
Kedua, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di tingkat kecamatan, yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Ranting (Musranting) di tingkat desa atau kelurahan. Seluruh instrumen partai diminta aktif bergerak agar beban kerja organisasi dapat terdistribusi secara merata.
Ketiga, DPW PPP Jawa Timur berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada DPC PPP Gresik, termasuk dalam mendorong penyaluran anggaran Bantuan Politik (Banpol) hingga ke tingkat cabang. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat kaderisasi serta menunjang target kemenangan partai pada Pemilu 2029.
Melalui Muscab X, PPP Gresik menegaskan kesiapan bertransformasi, memperkuat struktur, dan meningkatkan soliditas kader menghadapi dinamika politik. Dengan langkah tersebut, PPP optimistis menyongsong Pemilu 2029 dan kembali meraih kepercayaan publik secara lebih luas. (AS)


















