Rabu, Agustus 26, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Nasional

Suksesnya Festival Adat Budaya, di Hari Kebudayaan Nasional yang Pertama dari Kedaton Lombak. 

Ditulis Oleh jurnalis akses nusantara
19 Oktober 2025
arsip Nasional
Suksesnya Festival Adat Budaya, di Hari Kebudayaan Nasional yang Pertama dari Kedaton Lombak. 
Share on FacebookShare on Twitter

Lamongan,-AksesNusantara.id// Di tengah kemeriahan Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) ke-5 di Lamongan, satu suara khususnya menyita perhatian. Raja Mas Panji Satriawangsa dari Kedaton Lombok Adi hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai representasi dari komitmen seluruh kerajaan Nusantara untuk melestarikan warisan leluhur. Dalam pernyataannya yang penuh semangat, sang Raja menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan festival yang dinilainya sangat strategis di tengah arus globalisasi.

“Kami sangat mengapresiasi atas Keberhasilan penyelenggaraan kebudayaan nusantara ini dan mendukung penuh karena dengan kegiatan ini memperkuat eksistensi kebudayaan kita di tengah globalisasi. Budaya kita tetap eksis,” tegas Raja Mas Panji dalam wawancara eksklusif di sela-sela acara, Sabtu (18/10/2025) Malam.

Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi diplomatis. Bagi Raja Mas Panji, yang sehari-hari memimpin dan melestarikan tradisi Kedaton Lombok Adi, festival semacam FABN ke-5 adalah jawaban konkret atas tantangan terbesar yang dihadapi kebudayaan lokal Indonesia saat ini: bagaimana mempertahankan identitas di tengah gempuran budaya asing.

Lebih dari Sekadar Pesta Budaya, Tiga Pilar Strategis :

BERITA TERKAIT

Awasi Program MBG, Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan kepada BGN

Bea Cukai Watch Hadir, Masyarakat Didorong Aktif Mengawasi

Raja Mas Panji melihat FABN ke-5 bukan sebagai event seremonial belaka, melainkan sebagai sebuah gerakan strategis yang memiliki tiga pilar utama. “Kegiatan ini dalam satu wadah dalam apresiasi, diplomasi, dan publikasi budaya menuju kebudayaan Indonesia,” paparnya dengan cermat.

Pertama, sebagai wadah apresiasi. Bagi Raja Mas Panji, festival ini adalah ruang penghargaan tertinggi bagi para pelaku budaya – dari penari, musisi, hingga perajin tradisional – yang selama ini mungkin bekerja dalam sunyi. “Ini momentum bagi kita semua untuk memberikan penghormatan pada para pewaris aktif kebudayaan kita,” ujarnya.

Kedua, sebagai media diplomasi. Raja yang fasih dengan isu-isu kebudayaan kontemporer ini menjelaskan bahwa dalam konteks global, budaya adalah mata uang diplomasi yang sangat berharga. “Ketika kita menampilkan kekayaan budaya seperti ini, kita sebenarnya sedang melakukan diplomasi soft power. Kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukan hanya soal sumber daya alam, tapi peradaban yang adiluhung,” jelasnya.

Ketiga, sebagai alat publikasi. Dalam era digital, menurut Raja Mas Panji, festival seperti ini harus menjadi konten budaya yang mendunia. “Ini adalah publikasi massal terbaik untuk memperkenalkan keragaman budaya kita kepada generasi muda dan dunia internasional,” tambahnya.

Makna Sejarah di Perayaan Hari Budaya Nasional Pertama :

Yang membuat kehadirannya di Lamongan semakin bermakna adalah momentum bersejarah yang menyertainya. FABN ke-5 kebetulan bertepatan dengan peringatan Hari Budaya Nasional yang pertama kali, tepat pada 17 Oktober 2025.

“Acara ini juga khusus bagi kami untuk memperingati Hari Budaya Nasional yang pertama kali,” ujar Raja Mas Panji dengan nada khidmat. Bagi dia, penunjukkan hari budaya nasional bukan sekadar penanggalan di kalender, melainkan pengakuan resmi negara terhadap arti penting kebudayaan sebagai pilar bangsa.

“Ini adalah pengakuan bahwa kebudayaan bukan lagi sesuatu yang marginal, tapi menjadi arus utama dalam pembangunan bangsa. Kita patut bersyukur dan merayakannya dengan karya nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Sinergi Kerajaan Nusantara: Dari Lombok ke Lamongan :

Kehadiran Raja Mas Panji bersama 39 kerajaan lainnya dari Sabang sampai Merauke menandai sebuah babak baru dalam sinergi antar-kerajaan Nusantara. Dalam pandangannya, meski masing-masing kerajaan memiliki otonomi dan kekhasan budayanya, mereka dipersatukan oleh visi yang sama: melestarikan warisan leluhur untuk generasi mendatang.

“Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa kita semua, para pewaris tradisi Nusantara, bersatu dalam visi yang sama. Dari Lombok ke Lamongan, dari istana ke desa, kita adalah penjaga nyala api kebudayaan Indonesia,” katanya dengan mata berbinar.

Raja Mas Panji khususnya menyoroti pentingnya peran kerajaan-kerajaan di Indonesia Timur, yang seringkali kurang mendapat perhatian dalam peta budaya nasional. “Kami datang ke Lamongan tidak hanya untuk hadir, tapi untuk menyatakan bahwa budaya Indonesia Timur adalah bagian tak terpisahkan dari mozaik kebudayaan nasional,” tegasnya.

Tantangan dan Harapan ke Depan :

Meski penuh apresiasi, Raja Mas Panji tidak menutup mata pada berbagai tantangan yang masih menghadang. Menurutnya, festival yang spektakuler harus diikuti dengan program berkelanjutan di tingkat akar rumput.

“Pertanyaannya, setelah festival selesai, apa yang terjadi dengan sanggar-sanggar tari di desa? Bagaimana dengan para perajin tenun? Bagaimana dengan bahasa daerah yang semakin tergerus?” ujarnya dengan nada prihatin.

Oleh karena itu, ia berharap FABN ke-5 bisa menjadi trigger untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang lebih konkret dalam pelestarian budaya. “Kita butuh lebih dari sekadar festival. Kita butuh kurikulum budaya di sekolah, pendampingan bagi pelaku budaya, dan yang paling penting, regenerasi,” paparnya.

Warisan untuk Anak Cucu:

Di akhir wawancara, Raja Mas Panji kembali menekankan filosofi dasar dari komitmennya terhadap kebudayaan. “Ini bukan tentang kami, para raja dan sultan saat ini. Ini tentang anak cucu kita 100 tahun mendatang. Apakah mereka masih akan mengenal tarian tradisional? Apakah mereka masih bisa menyanyikan lagu daerah? Apakah mereka masih bangga menjadi orang Indonesia?”

“Festival seperti ini adalah salah satu cara kita memastikan bahwa warisan tak benda yang kita miliki hari ini tidak hilang ditelan zaman. Bahwa identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya akan tetap lestari dari generasi ke generasi,” tutup Raja Mas Panji dengan penuh keyakinan.

Kehadiran dan pernyataan Raja Mas Panji Satriawangsa dalam FABN ke-5 ini menjadi penegas bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Dari kerajaan hingga rakyat, dari Lamongan hingga Lombok, semuanya bersatu dalam semangat yang sama: menjaga warisan leluhur tetap hidup dan relevan di zaman modern. (F2/Red)

SendShareTweet
Previous Post

Lestarikan Pantai, Satgas TMMD Kodim 1505/Tidore Galakkan Penanaman Mangrove di Oba Selatan

Next Post

Suksesnya Acara Festival Kebudayaan Pimpinan FKBN Lamongan Berikan Apresiasi kepada Penyelenggara FABN ke V di Kabupaten Lamongan.

BERITA TERKAIT

Awasi Program MBG, Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan kepada BGN
Nasional

Awasi Program MBG, Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan kepada BGN

23 Agustus 2026
Bea Cukai Watch Hadir, Masyarakat Didorong Aktif Mengawasi
Berita

Bea Cukai Watch Hadir, Masyarakat Didorong Aktif Mengawasi

20 Agustus 2026
IKA Alumni SMAK Frateran Surabaya Angkatan 2002 Hadirkan Semangat Kebersamaan Lintas Generasi.
Nasional

IKA Alumni SMAK Frateran Surabaya Angkatan 2002 Hadirkan Semangat Kebersamaan Lintas Generasi.

19 Agustus 2026
HMD-GEMAS, GAPEMBI dan REL MBG DIY Satukan Langkah Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Nasional

HMD-GEMAS, GAPEMBI dan REL MBG DIY Satukan Langkah Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

11 Juli 2026
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua
Nasional

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua

5 Juli 2026
Gelombang Aksi Damai Warnai Pemkab Lamongan, Massa Minta Program MBG Dilanjutkan
Nasional

Gelombang Aksi Damai Warnai Pemkab Lamongan, Massa Minta Program MBG Dilanjutkan

23 Juni 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Rasa Peduli Terhadap Sesama, Debby Kurniawan Bantu Warga Yang Kekurangan Air Bersih  Di Beberapa Desa Di Lamongan.

Rasa Peduli Terhadap Sesama, Debby Kurniawan Bantu Warga Yang Kekurangan Air Bersih Di Beberapa Desa Di Lamongan.

17 Oktober 2023
Tanamkan Semangat Kebangsaan, Satgas Yonif 715/Mtl Bersama Warga Kibarkan Bendera Merah Putih di Pelosok Papua

Tanamkan Semangat Kebangsaan, Satgas Yonif 715/Mtl Bersama Warga Kibarkan Bendera Merah Putih di Pelosok Papua

2 Maret 2025
Ingin Hasilkan Perangkat Desa Yang Kompeten, Desa Tukerto Kecamatan Deket Laksanakan Ujian Perangkat Secara Terbuka

Ingin Hasilkan Perangkat Desa Yang Kompeten, Desa Tukerto Kecamatan Deket Laksanakan Ujian Perangkat Secara Terbuka

30 November 2021
TMMD ke-121 Kodim 1615/Lotim Bantu Masyarakat Atasi Kesulitan Air Bersih di Dusun Lengkok Ratu Desa Kesik

TMMD ke-121 Kodim 1615/Lotim Bantu Masyarakat Atasi Kesulitan Air Bersih di Dusun Lengkok Ratu Desa Kesik

16 Agustus 2024
Ini Dia Songkok Khas Lamongan, Kali Pertama Songkok Asli Batik Tulis Bandeng Lele.

Ini Dia Songkok Khas Lamongan, Kali Pertama Songkok Asli Batik Tulis Bandeng Lele.

4 Juni 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In