Sabtu, September 26, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Nasional

Selat Malaka Jalur Perdagqmgan Dunia yang Terlalu Lama Kita Biarkan Berlalu

Ditulis Oleh Redaksi 3
28 April 2026
arsip Nasional
Selat Malaka Jalur Perdagqmgan Dunia yang Terlalu Lama Kita Biarkan Berlalu
Share on FacebookShare on Twitter

Selat Malaka Jalur Perdagqmgan Dunia yang Terlalu Lama Kita Biarkan Berlalu

FKBN, aksesmusantarq.id – Di peta dunia, Selat Malaka tampak seperti garis sempit di antara Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Namun dalam realitas global, ia adalah denyut nadi perdagangan internasional, jalur yang menghidupi industri, menggerakkan energi, dan menentukan stabilitas ekonomi kawasan Asia. Ironisnya, di tengah peran sebesar itu, Indonesia kerap terlihat seperti penonton di halaman rumahnya sendiri.

Data terbaru mempertegas betapa vitalnya selat ini. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 102.500 kapal melintasi Selat Malaka naik signifikan dari 94.300 kapal pada 2024.

Lebih mencengangkan lagi, jalur ini mengangkut sekitar 23,2 juta barel minyak per hari, setara dengan sekitar 22–29% perdagangan minyak dunia.

BERITA TERKAIT

BCW Soroti Pemberantasan Rokok Ilegal: “Jangan Tajam di Hilir, Tumpul di Hulu”

Bappenas Jadikan Pers BEJO’S Mitra Strategis Pembangunan Nasional

Artinya, hampir sepertiga energi global melewati satu jalur sempit yang juga berbatasan langsung dengan Indonesia.

Bahkan dalam konteks logistik global, Selat Malaka menangani sekitar 80 juta TEUs kargo per tahun, angka yang menunjukkan betapa massifnya arus barang dunia yang melintas di wilayah ini.

Namun pertanyaannya tetap sama: di mana posisi Indonesia dalam arus raksasa ini?

Selama ini, kita terlalu nyaman dengan narasi “letak strategis” tanpa keberanian untuk mengubahnya menjadi kekuatan nyata. Letak geografis bukanlah prestasi, ia adalah potensi. Dan potensi yang tidak dikelola hanya akan menjadi statistik yang menguntungkan pihak lain.

Lihat realitasnya: dari puluhan juta kontainer yang melintas, sebagian besar justru dikelola oleh pelabuhan negara lain. Sementara itu, kapasitas pelabuhan Indonesia masih jauh tertinggal. Ini bukan sekadar ketimpangan ekonomi, tetapi kegagalan membaca momentum sejarah.

Lebih dari itu, Selat Malaka juga merupakan ruang kontestasi geopolitik. Ketergantungan besar China terhadap jalur ini melahirkan istilah “Malacca Dilemma,” sebuah kekhawatiran strategis atas potensi gangguan distribusi energi. Dalam konteks ini, Selat Malaka bukan hanya jalur perdagangan, tetapi titik tekan kekuasaan global.

Namun di balik besarnya nilai ekonomi, ancaman nyata juga tidak kecil. Kasus pencurian ikan dan aktivitas ilegal di perairan ini masih terjadi, bahkan menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.

Belum lagi risiko pencemaran laut akibat lalu lintas kapal yang sangat padat.

Di sinilah ironi itu terasa paling tajam. Selat Malaka adalah jalur yang menghidupi dunia, tetapi belum sepenuhnya menghidupi kita.

Wacana pemerintah untuk mengenakan tarif bagi kapal yang melintas sebenarnya menunjukkan satu hal: ada kesadaran bahwa posisi strategis ini selama ini belum dimanfaatkan optimal. Namun kebijakan tanpa kesiapan justru berisiko memicu resistensi regional tanpa menghasilkan keuntungan nyata.

Indonesia tidak kekurangan peluang. Yang kurang adalah keberanian untuk bertindak konsisten dan berpikir jangka panjang.

Selat Malaka bukan sekadar jalur laut internasional, ia adalah aset strategis nasional yang selama ini dibiarkan mengalir tanpa arah kepentingan yang jelas.

Jika lebih dari 100 ribu kapal bisa melintas setiap tahun, jika puluhan juta barel minyak mengalir setiap hari, jika hampir sepertiga energi dunia bergantung pada jalur ini, maka tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tetap berada di pinggir permainan.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang Selat Malaka bukan hanya soal ekonomi atau geopolitik. Ia adalah cermin dari cara kita memandang diri sendiri sebagai bangsa maritim.

Apakah kita akan terus menjadi jalur yang dilalui?

Atau akhirnya berani menjadi kekuatan yang menentukan?

Jika jawabannya adalah yang kedua, maka satu hal harus ditegaskan:

kedaulatan tidak cukup dijaga, ia harus dimonetisasi, dikelola, dan dimenangkan. (Red)

Tags: Selat Malaka Jalur Perdagqmgan Dunia yang Terlalu Lama Kita Biarkan Berlalu
SendShareTweet
Previous Post

Pembangunan Rumah Terus Digenjot, Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Kejar Target Penyelesaian

Next Post

Dua Dekade Otonomi daerah: Lamongan di Persimpangan Perubahan

BERITA TERKAIT

BCW Soroti Pemberantasan Rokok Ilegal: “Jangan Tajam di Hilir, Tumpul di Hulu”
Berita

BCW Soroti Pemberantasan Rokok Ilegal: “Jangan Tajam di Hilir, Tumpul di Hulu”

7 September 2026
Bappenas Jadikan Pers BEJO’S Mitra Strategis Pembangunan Nasional
Berita

Bappenas Jadikan Pers BEJO’S Mitra Strategis Pembangunan Nasional

5 September 2026
Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai
Berita

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

31 Agustus 2026
BCW Minta KPK Usut Sampai Tuntas Suap Impor yang Melibatkan Pejabat Bea Cukai
Berita

BCW Minta KPK Usut Sampai Tuntas Suap Impor yang Melibatkan Pejabat Bea Cukai

26 Agustus 2026
Awasi Program MBG, Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan kepada BGN
Nasional

Awasi Program MBG, Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan kepada BGN

23 Agustus 2026
Bea Cukai Watch Hadir, Masyarakat Didorong Aktif Mengawasi
Berita

Bea Cukai Watch Hadir, Masyarakat Didorong Aktif Mengawasi

20 Agustus 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Kapuspen TNI Dorong Optimalisasi Peran Penerangan Terintegrasi Jajaran TNI

Kapuspen TNI Dorong Optimalisasi Peran Penerangan Terintegrasi Jajaran TNI

4 September 2025
Satu Anggota Polisi Jadi Korban Kekerasan, Satreskrim Polres Lamongan Gagalkan Aksi Premanisme

Polres Lamongan Berhasil Ungkap Aksi Premanisme di Bulan Ramadhan

27 April 2021
Polsek Mantup Tingkatkan Keamanan, Gelar Patroli Siang Hari di Pertokoan Desa Mantup

Polsek Mantup Tingkatkan Keamanan, Gelar Patroli Siang Hari di Pertokoan Desa Mantup

11 April 2025
Danlanud Sultan Hasanuddin Buka Latihan Sriti Gesit Tahun 2025 Untuk Tingkatkan Kesiapan Tempur

Danlanud Sultan Hasanuddin Buka Latihan Sriti Gesit Tahun 2025 Untuk Tingkatkan Kesiapan Tempur

25 Februari 2025
Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Dankodiklat TNI

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Dankodiklat TNI

18 Maret 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In