Jumat, Agustus 28, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Daerah

Korban Bullying Lebih Rentan Terpapar Ideologi Ekstremisme.

Ditulis Oleh Redaksi 3
13 Januari 2026
arsip Daerah, Pendidikan
Korban Bullying Lebih Rentan Terpapar Ideologi Ekstremisme.
Share on FacebookShare on Twitter

Korban Bullying Lebih Rentan Terpapar Ideologi Ekstremisme.

Aksesnusantara.id – Korban perundungan (bullying) lebih rentan terjerumus ke ideologi ekstremisme, dan hal ini sudah banyak dibahas dalam kajian psikologi dan sosial. Berikut penjelasannya secara ringkas dan terstruktur:

Mengapa korban perundungan rentan?

1. Rasa keterasingan dan penolakan Korban perundungan sering merasa tidak diterima oleh lingkungan sosialnya. Kelompok ekstrem kerap menawarkan rasa memiliki dan identitas baru yang terasa “menerima tanpa syarat”.

BERITA TERKAIT

Malam Resepsi HUT ke-81 RI Kecamatan Deket Hadirkan Wayang Kulit dan Campur Sari

Dari Lowayu untuk Nusantara, Haidar Tampilkan Sosok Janaka dalam Karnaval Warisan Budaya

2. Kemarahan dan dendam yang tidak tersalurkan Pengalaman dipermalukan atau disakiti bisa menumpuk menjadi amarah. Ideologi ekstrem sering menyederhanakan masalah dengan narasi “musuh” yang jelas untuk disalahkan.

3. Krisis identitas dan harga diri Perundungan dapat merusak kepercayaan diri. Ideologi ekstrem biasanya memberikan identitas yang kuat, heroik, dan hitam-putih, yang terasa menenangkan bagi individu yang sedang rapuh.

4. Pencarian makna dan pembenaran Narasi ekstrem sering memberi makna pada penderitaan (“kamu menderita karena sistem/jompok tertentu”) sehingga korban merasa penderitaannya valid dan berarti.

5. Kerentanan terhadap propaganda online Banyak korban perundungan menarik diri ke ruang digital, tempat rekrutmen ekstremisme sering terjadi secara halus dan personal.

Namun perlu digarisbawahi Tidak semua korban perundungan menjadi ekstremis. Perundungan adalah faktor risiko, bukan penyebab tunggal. Faktor pelindung seperti dukungan keluarga, lingkungan yang aman, literasi digital, dan kesehatan mental sangat menentukan.

Upaya pencegahan :
1. Penanganan perundungan sejak dini dan serius.
2. Dukungan psikologis bagi korban.
3. Pendidikan literasi media dan berpikir kritis.
4. Membangun ruang aman dan inklusif di sekolah serta komunitas

Deteksi dini perubahan perilaku yang mengarah pada isolasi ekstrem.

Korban perundungan memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap paparan dan internalisasi ideologi ekstremisme karena perundungan berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis, identitas sosial, dan relasi individu dengan lingkungannya. Dalam perspektif psikologi sosial, perundungan bukan sekadar pengalaman interpersonal yang negatif, melainkan bentuk eksklusi sosial yang dapat melemahkan rasa memiliki (sense of belonging) dan kepercayaan terhadap tatanan sosial yang ada.

Perundungan yang dialami secara berulang sering memunculkan perasaan terasing, rendah diri, serta kemarahan yang terpendam. Kondisi ini menciptakan apa yang disebut sebagai psychological vulnerability, yakni keadaan di mana individu lebih mudah menerima narasi sederhana yang menawarkan kepastian, pembenaran, dan identitas yang kuat.

Ideologi ekstremisme kerap hadir dengan karakteristik tersebut: membagi dunia secara hitam-putih, menetapkan musuh yang jelas, serta memberikan makna atas penderitaan yang dialami individu. Bagi korban perundungan, narasi ini dapat terasa relevan dan menenangkan karena memberikan penjelasan atas ketidakadilan yang mereka alami.

Selain itu, perundungan dapat memicu krisis identitas, terutama pada remaja dan dewasa muda yang masih berada dalam fase pencarian jati diri. Teori identitas sosial menjelaskan bahwa individu yang gagal memperoleh pengakuan positif dari kelompok arus utama cenderung mencari alternatif identitas dalam kelompok lain yang menawarkan status, harga diri, dan solidaritas. Kelompok ekstrem sering memanfaatkan kondisi ini dengan menampilkan diri sebagai komunitas eksklusif yang “memahami” penderitaan anggotanya dan mengangkat mereka sebagai bagian dari perjuangan yang dianggap mulia.

Dalam konteks digital, kerentanan korban perundungan semakin diperkuat oleh pola isolasi sosial dan keterlibatan intens di ruang daring. Banyak proses radikalisasi kontemporer berlangsung melalui media sosial dan forum online, di mana rekrutmen dilakukan secara personal, bertahap, dan emosional. Korban perundungan yang merasa lebih aman berinteraksi secara daring berpotensi menjadi sasaran empuk propaganda ekstrem, terutama ketika algoritma media sosial memperkuat konten yang sejalan dengan emosi negatif seperti kemarahan dan kekecewaan.

Meskipun demikian, penting untuk ditegaskan bahwa perundungan bukanlah faktor determinan tunggal yang secara otomatis menghasilkan ekstremisme.

Kerentanan terhadap ideologi ekstrem merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor individu, sosial, dan struktural.

Kehadiran faktor pelindung seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang inklusif, akses terhadap layanan kesehatan mental, serta literasi kritis yang memadai dapat secara signifikan mengurangi risiko radikalisasi.

Dengan demikian, upaya pencegahan ekstremisme tidak dapat dilepaskan dari penanganan perundungan secara komprehensif. Intervensi yang hanya berfokus pada aspek keamanan tanpa memperhatikan luka psikososial korban berpotensi mengabaikan akar masalah. Pendekatan preventif yang mengintegrasikan kebijakan anti perundungan, dukungan psikologis, dan penguatan ketahanan individu menjadi strategi penting dalam memutus mata rantai kerentanan menuju ekstremisme.
(**)

Tags: Korban Bullying Lebih Rentan Terpapar Ideologi Ekstremisme.
SendShareTweet
Previous Post

Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI dalam Kunjungan Kerja di Bosnia dan Herzegovina

Next Post

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Kemandirian Energi Nasional

BERITA TERKAIT

Malam Resepsi HUT ke-81 RI Kecamatan Deket Hadirkan Wayang Kulit dan Campur Sari
Berita

Malam Resepsi HUT ke-81 RI Kecamatan Deket Hadirkan Wayang Kulit dan Campur Sari

27 Agustus 2026
Dari Lowayu untuk Nusantara, Haidar Tampilkan Sosok Janaka dalam Karnaval Warisan Budaya
Berita

Dari Lowayu untuk Nusantara, Haidar Tampilkan Sosok Janaka dalam Karnaval Warisan Budaya

27 Agustus 2026
Daging Ayam Disebut Keluarkan Darah Segar, Menu SPPG 1 Babat Dipertanyakan
Berita

Daging Ayam Disebut Keluarkan Darah Segar, Menu SPPG 1 Babat Dipertanyakan

26 Agustus 2026
Rencana Pabrik Kayu di Waru Wetan Terkendala, Warga Soroti Dugaan Penghambatan Investasi
Berita

Rencana Pabrik Kayu di Waru Wetan Terkendala, Warga Soroti Dugaan Penghambatan Investasi

26 Agustus 2026
Carnival 2026 Desa Kedungkumpul Sukses Digelar, Lampeyan, Samben, Paluombo dan Jedung Raih Juara
Berita

Carnival 2026 Desa Kedungkumpul Sukses Digelar, Lampeyan, Samben, Paluombo dan Jedung Raih Juara

25 Agustus 2026
Tak Hanya Desa dan UPT, PNS Juga Diminta Setoran HUT RI di Glagah hingga Rp200 Ribu
Berita

Tak Hanya Desa dan UPT, PNS Juga Diminta Setoran HUT RI di Glagah hingga Rp200 Ribu

25 Agustus 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Antisipasi terjadinya musibah tenggelam Polsek Mantup pasang Spanduk Himbaun Larangan Bermain Di Waduk BanjarSelir Sumber Agung.

Antisipasi terjadinya musibah tenggelam Polsek Mantup pasang Spanduk Himbaun Larangan Bermain Di Waduk BanjarSelir Sumber Agung.

3 Mei 2024
PMPP TNI Gelar Demonstrasi  EHAT-IED Di Hadapan Delegasi UNMAS

PMPP TNI Gelar Demonstrasi EHAT-IED Di Hadapan Delegasi UNMAS

4 Februari 2026
Bakamla RI Jajaki Kerja Sama dengan ESIWA EU

Bakamla RI Jajaki Kerja Sama dengan ESIWA EU

5 Juli 2023
Satgas TMMD Ke-126 Terus Genjot Perehaban Gereja Advent di Kampung Babak

Satgas TMMD Ke-126 Terus Genjot Perehaban Gereja Advent di Kampung Babak

17 Oktober 2025
Panglima TNI Hadiri Undangan Makan Siang Presiden RI di Istana Negara

Panglima TNI Hadiri Undangan Makan Siang Presiden RI di Istana Negara

18 Oktober 2024
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In