Jumat, Oktober 16, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Berita

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

Ditulis Oleh Jurnalis 3
31 Agustus 2026
arsip Berita, Nasional, News
Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

Jakarta, Aksesnusantara.id – Bea Cukai Watch (BCW) menilai penahanan kembali pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih memasuki September 2026 yang sebelumnya disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai tenggat evaluasi pembenahan Bea Cukai.

KPK pada 26 Agustus 2026 menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan korupsi terkait kepabeanan. Gatot diduga menerima Rp3,25 miliar. Perkara tersebut merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya telah menyeret sejumlah pejabat DJBC.

Menanggapi perkembangan tersebut, Sekretaris Eksekutif Bea Cukai Watch (BCW), Eko Teguh Wiyono atau Eko TW, mengatakan persoalannya sekarang tidak lagi cukup dijawab dengan pernyataan bahwa pembenahan internal sedang berjalan.

BERITA TERKAIT

Audiensi PTSL Desa Brengkok, GMBB Dorong Kejelasan Regulasi dan Transparansi Pelaksanaan Program

Siswa SDN Kepatihan Lamongan Bersinar, Raih Prestasi dari Tingkat Kabupaten hingga Provinsi

“Pertanyaannya sekarang sederhana: setelah berbagai kasus yang terjadi, sejauh mana reformasi Bea Cukai benar-benar menghasilkan perubahan? September sudah di depan mata. Publik berhak mengetahui ukuran keberhasilan pembenahan yang selama ini dijanjikan,” ujar Eko TW di Sekretariat BCW, Jl. Saharjo 123, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Menteri Keuangan Purbaya menanggapi penahanan tersebut dengan menyatakan perbaikan di DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak masih dilakukan. Ia berharap penyelewengan semakin berkurang menuju nol.

BCW menghargai komitmen tersebut. Namun menurut Eko, pembenahan sebuah institusi strategis tidak cukup dinilai berdasarkan komitmen atau jumlah penindakan semata, melainkan harus dapat diuji melalui indikator yang terukur.

“Bea Cukai Bubar atau Tidak?”

Eko mengatakan, perdebatan mengenai masa depan DJBC tidak seharusnya berhenti pada pilihan sederhana antara dibubarkan atau dipertahankan.

“BCW tidak ingin buru-buru mengatakan Bea Cukai harus bubar atau harus dipertahankan. Yang harus dijawab terlebih dahulu adalah: apakah institusi ini benar-benar sudah berbenah? Kalau dikatakan sudah membaik, buka indikator dan datanya kepada publik.”

Menurut BCW, kasus korupsi yang kembali melibatkan pejabat DJBC tidak serta-merta dapat digunakan untuk menghakimi seluruh pegawai Bea Cukai. Namun kasus berulang merupakan alarm bahwa reformasi integritas dan sistem pengawasan internal harus diuji lebih dalam.

Apalagi, pada 11 Agustus 2026, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menyatakan hasil pembenahan institusinya mulai terlihat, antara lain melalui peningkatan penindakan terhadap barang ilegal. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks tenggat pembenahan hingga September 2026.

“Kita jangan mengukur keberhasilan reformasi hanya dari berapa banyak barang ilegal yang ditangkap. Pertanyaannya juga harus dibalik: mengapa pelanggaran masih terjadi, apakah ada keterlibatan orang dalam, apakah sistem pengawasan sudah mampu mencegah permainan, dan apakah pelaku yang lebih besar sudah tersentuh?” kata Eko.

Keterangan: Eko Teguh Wiyono – Sekretaris Eksekutif Bea Cukai Watch (BCW).

BCW: September Jangan Sekadar Deadline Politik.

BCW meminta Kementerian Keuangan menjadikan September sebagai momentum membuka hasil evaluasi reformasi DJBC kepada publik.

Setidaknya evaluasi tersebut perlu menjawab efektivitas pengawasan impor-ekspor, pemberantasan penyelundupan, integritas SDM, pencegahan korupsi, pengawasan under-invoicing, peredaran barang kena cukai ilegal, digitalisasi pengawasan, pelayanan kepada masyarakat serta kontribusi DJBC terhadap penerimaan negara.

“September jangan hanya menjadi deadline politik yang kemudian lewat begitu saja. Harus ada rapor yang dapat diperiksa publik: apa yang sudah berubah, apa yang belum berubah, apa yang gagal dan apa langkah koreksinya,” tegas Eko.

BCW juga mengingatkan bahwa persoalan kelembagaan DJBC harus dibedakan dengan fungsi kepabeanan dan cukai. Menurut Eko, apa pun pilihan pemerintah terhadap struktur DJBC ke depan, negara tetap membutuhkan fungsi kepabeanan untuk menjaga perbatasan ekonomi, mengawasi arus barang serta mengamankan penerimaan negara.

Karena itu, perdebatan yang lebih substantif bukan semata-mata “Bea Cukai bubar atau tidak?”, tetapi:

“Apakah model kelembagaan, sistem pengawasan dan tata kelola Bea Cukai saat ini masih efektif, atau Indonesia membutuhkan reformasi yang jauh lebih fundamental?”

BCW Siapkan Evaluasi Independen.

BCW akan melakukan kajian terhadap pelaksanaan pembenahan DJBC dengan melihat data penerimaan negara, penindakan kepabeanan dan cukai, kasus korupsi, pengawasan impor-ekspor, barang ilegal, sistem pengendalian internal serta digitalisasi.

BCW juga mendorong KPK untuk terus mengembangkan perkara kepabeanan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum tanpa memandang jabatan pihak yang mungkin terlibat.

“Kasus terbaru ini jangan dilihat semata-mata sebagai persoalan satu pejabat. Pemerintah harus melihat apakah ada kelemahan sistem yang memungkinkan penyimpangan terjadi berulang. Kalau persoalannya sistemik, jawabannya juga harus sistemik,” kata Eko.

BCW menegaskan tidak berkepentingan mendorong pembubaran ataupun mempertahankan DJBC tanpa dasar objektif.

“Bagi BCW, pilihannya bukan membela atau membubarkan Bea Cukai. Pilihannya adalah memastikan fungsi kepabeanan dan cukai Indonesia bersih, profesional, transparan dan mampu menjaga uang negara. Kalau reformasi berhasil, tunjukkan datanya. Kalau tidak berhasil, pemerintah jangan takut melakukan perubahan yang fundamental,” tutup Eko TW. (**)

Tags: BCWKasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBCMinta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai
SendShareTweet
Previous Post

Tak Hanya Padamkan Api, TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Next Post

Amanah hingga 2030, Pimpinan Baru SMP–SMA Dr. Soetomo Didorong Jaga Kinerja dan Perluas Pengaruh

BERITA TERKAIT

Audiensi PTSL Desa Brengkok, GMBB Dorong Kejelasan Regulasi dan Transparansi Pelaksanaan Program
Berita

Audiensi PTSL Desa Brengkok, GMBB Dorong Kejelasan Regulasi dan Transparansi Pelaksanaan Program

14 Oktober 2026
Siswa SDN Kepatihan Lamongan Bersinar, Raih Prestasi dari Tingkat Kabupaten hingga Provinsi
Berita

Siswa SDN Kepatihan Lamongan Bersinar, Raih Prestasi dari Tingkat Kabupaten hingga Provinsi

13 Oktober 2026
SDN 3 Made Lamongan Bersinar di 2026, Raih Juara Seni, Olahraga, dan Pencak Silat
Berita

SDN 3 Made Lamongan Bersinar di 2026, Raih Juara Seni, Olahraga, dan Pencak Silat

12 Oktober 2026
Didampingi Kuasa Hukum, Yasmin Penuhi Panggilan Polres Tuban, Laporan Balik UU ITE Disiapkan
News

Didampingi Kuasa Hukum, Yasmin Penuhi Panggilan Polres Tuban, Laporan Balik UU ITE Disiapkan

12 Oktober 2026
Tiga Tahun Proyek SustainaBlue, Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan Hadir di Indonesia dan Malaysia
Berita

Tiga Tahun Proyek SustainaBlue, Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan Hadir di Indonesia dan Malaysia

9 Oktober 2026
Dua Periode Tanpa Kursi, PPP Lamongan Targetkan Dapil 1 Jadi Lumbung Suara di Pemilu 2029
News

Dua Periode Tanpa Kursi, PPP Lamongan Targetkan Dapil 1 Jadi Lumbung Suara di Pemilu 2029

7 Oktober 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

LAF-Navy Cadet Laksanakan  “Stage At Sea” DI KRI Diponogoro-365

LAF-Navy Cadet Laksanakan “Stage At Sea” DI KRI Diponogoro-365

7 April 2024
TNI Bangun Empat Jembatan Bailey di Sumbar

TNI Bangun Empat Jembatan Bailey di Sumbar

11 Desember 2025
Babinsa Koramil 1710-02/Timika Pantau Dan Monitoring Kegiatan Pasar Murah

Babinsa Koramil 1710-02/Timika Pantau Dan Monitoring Kegiatan Pasar Murah

8 Mei 2024
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

14 Juni 2026
TNI bersama Otoritas Terkait Setempat, Berhasil Membebaskan Empat WNI Yang Diculik Di Perairan Gabon

TNI bersama Otoritas Terkait Setempat, Berhasil Membebaskan Empat WNI Yang Diculik Di Perairan Gabon

6 Maret 2026
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In