Antusias Warga Tinggi, Verifikasi Calon Penerima KIP Jawara Digelar di Lamongan
LAMONGAN, aksesnusantara.id — Ratusan warga Kabupaten Lamongan mengikuti proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan program Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP Jawara), Senin (5/10/2026).
Proses verifikasi tersebut dilaksanakan di Aula Gajah Mada, Lantai 7, kompleks Pemerintah Kabupaten Lamongan. Para calon penerima datang untuk memastikan data dan persyaratan mereka sesuai dengan ketentuan program bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar, menjelaskan bahwa sebanyak 100 KPM bersumber dari APBD dan 387 KPM dari Propinsi total ada 487 calon penerima masuk dalam Proses.
“Calon penerima manfaat yang diusulkan merupakan masyarakat yang memiliki usaha dan masuk dalam kriteria desil 3 hingga 5. Verifikasi dan validasi hari ini sebanyak 387 KPM dan sebelumnya sudah masuk 100 KPM, total 487 KPM” ujarnya.
Menurutnya, calon penerima merupakan masyarakat yang telah memiliki usaha atau aktivitas ekonomi produktif. Data yang diajukan juga harus memenuhi kriteria sosial ekonomi yang telah ditetapkan dalam program.
Dalam proses penjaringan calon penerima, Dinas Sosial Lamongan melibatkan berbagai unsur pilar sosial, di antaranya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), serta unsur terkait lainnya.
Verval dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan. Data calon penerima akan kembali diperiksa sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.
“Kalau dalam proses verifikasi ditemukan tidak memenuhi kriteria, tentu akan dilakukan penyesuaian atau pencoretan,” jelas Galih.
Dari ratusan calon penerima tersebut, terdapat sekitar 14 orang penyandang disabilitas. Mereka turut mengikuti proses verifikasi sebagai bagian dari sasaran pemberdayaan masyarakat melalui program KIP Jawara, Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan pedagang kecil agar dapat meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga.
“Apabila dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp. 3 juta. Dengan jumlah sementara 387 calon penerima, nilai bantuan dari Propinsi yang berpotensi disalurkan mencapai sekitar Rp1,161 miliar,” tambah galih.
Namun, masyarakat masih harus menunggu hingga seluruh proses verifikasi dan validasi selesai dilakukan. Pemerintah Kabupaten Lamongan menyebut pencairan bantuan ditargetkan dapat dilakukan sekitar Desember 2026, setelah proses di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur rampung.
“Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat penerima. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan KIP Sejahtera di Kabupaten Lamongan,” tutupnya. (Red)


















