Jumat, Oktober 9, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Birokrasi

Revitalisasi Ekosistem Kapal Kayu Tradisional untuk Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Berkelanjutan di Paciran

Ditulis Oleh redaksi akses nusantara
25 September 2022
arsip Birokrasi, Pendidikan
Revitalisasi Ekosistem Kapal Kayu Tradisional untuk Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Berkelanjutan di Paciran
Share on FacebookShare on Twitter

Aksesnusantara.id – Paciran, Revitalisasi Jalur Rempah program Direktorat Jenderal Kebudayaan yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek. Program ini dilakukan dengan penanaman kembali berbagai jenis rempah, mengaktifkan kembali pelabuhan-pelabuhan bersejarah, serta revitalisasi kapal tradisional.

Melalui program ini, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan SMKN 3 Buduran diberi kesempatan untuk membangun kapal bersejarah yang pernah membuat Indonesia jaya pada masanya.

Gambar 1. Workshop (Teaching Boatyard) dan Peletakan Lunas (Keel Layang) Kapal Kayu Pencalang dan Kapal Ijon-ijon, di Bengkel Kapal PPNS Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

PPNS membangun Kapal Pencalang dan SMKN 3 Buduran membangun Kapal Ijon-Ijon. Kapal Pencalang merupakan kapal dagang tradisional nusantara atau dalam sejarah disebut sebagai pantchiallang atau pantjalang. Sementara itu, Kapal Ijon-Ijon merupakan kapal ikan yang paling banyak digunakan oleh nelayan dengan kekhasan desain dan warna.

Program pembuatan kapal tradisional ini mendapatkan bantuan operasional Matching Fund (MF) dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud sekitar Rp 2 miliar.
Proyek tersebut merupakan upaya revitalisasi ekosistem kapal kayu tradisional untuk menunjang pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

BOSP Bukan Solusi Seluruh Biaya Sekolah, Peran Wali Murid Tetap Penting

Tak Sekadar Lomba, FKBN Lamongan Bangun Karakter Pelajar Lewat Video Kreatif

“Tujuan dari revitalisasi ekosistem kapal kayu tradisional ini adalah untuk melakukan revitalisasi kapal kayu tradisional dari aspek desain dan teknologi pembangunan dengan tetap mempertahankan kearifan lokal,” ujar Dr. Kiki, Sabtu (24/9).

Disampaikan, guna melestarikan desain kapal-kapal tradisional Indonesia sebagai salah satu warisan budaya ini, pihaknya juga menyiapkan tenaga-tenaga terampil dalam pembangunan kapal kayu sebagai upaya regenerasi pengrajin kapal kayu.

“Tidak hanya itu , kegiatan ini juga untuk memperkuat konsep Project Based Learning (PBL) pada Perguruan Tinggi Vokasi dan Sekolah Vokasi dalam upaya penguatan kompetensi dan Relevansi dengan kebutuhan industri. Jadi, kita tak hanya mendesain, tapi juga membuat kapal,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Ir. Eko Juliano M.Sc., FRINA menyampaikan, kapal kayu layar Pencalang yang dibuat ini memiliki panjang 12 meter, lebar 4 meter dan tinggi 1,5 meter.

Sedangkan untuk Kapal Ikan Ijon-ijon, tutur Eko, memiliki panjang 12 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 1,5 meter. Selain melibatkan mahasiswa PPNS dan siswa SMK N 3 Buduran, pembangunan kapal ini juga melibatkan SMK Sunan Drajat Lamongan dan beberapa mahasiswa dari beberapa Politeknik melalui program Wirausaha Merdeka 2022.

“Lalu sebagai bentuk transfer pengalaman dan teknologi, kami juga melibatkan pengrajin kapal kayu tradisional selama proses pembangunan kapal tersebut,” katanya.

Meski progress pembangunan kedua kapal berjalan dengan baik, Eko menjelaskan, bukan berarti tak ada tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan itu di antaranya adalah pencarian bahan kayu terbaik.

“Untuk kapal pencalang, kayu jati dicari hingga ke Perhutani Gresik dan Pasuruan, bambu petung dicari hingga ke Malang, Kayu Merbau dibawa dari Banyuwangi. Bahkan kayu camplong untuk bahan baku gading jadi salah satu yang tersulit karena harus dicocokkan satu persatu dengan pola dan dibawa langsung dari Pulau Bawean,” jelasnya.

Masih kata Eko, baik Kapal Pencalang maupun Ijon-ijon ini saat ini masih dalam proses pengerjaan gading-gading kapal. Sehingga, dalam waktu dekat akan dilanjutkan dengan pemasangan papan lambung kapal.

“Kami berharap progress selanjutnya akan berjalan lancar dan mohon doa Bapak Ibu sekalian, sehingga kami dapat menyelesaikan kedua kapal sesuai yang ditargetkan,” harapnya.

Sementara itu Kepala SMK N 3 Buduran, Drs. Eko Budi Agus Priatna M.Pd menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang bekerjasama dalam mensukseskan kegiatan ini.

“Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami, PPNS dan SMKN 3 Buduran, untuk melaksanakan program revitalisiasi kapal kayu tradisional melalui dukungan program Matching Fund PT. Vokasi 2022 dan Program Pemadanan SMK 2022, juga apresiasi kami sampaikan Keapda Direktur Mitras Dudi atas dukungan penuhnya, mulai inisiasi program sampai dengan saat ini terutama dalam upaya menggandeng mitra,” ungkapnya.

Secara khusus, Eko Budi menyebut ada 28 siswa dari pelajar SMK N 3 Buduran yang terlibat. Pihaknya mengaku, pembuatan kapal tradisional ini menjadi tantangan dan pembelajaran baru. Mengingat selama ini pihaknya hanya berfokus pada praktik pembuatan untuk kapal fiber dan baja saja.

“Kementerian dan Rosyid College itu memberikan model desain ini sehingga menjadi tantangan baru bagi kami. Generasi muda kita harus tahu bagaimana proses pembuatan kapal tradisional. Kapal ini sangat membanggakan, karena warisan budaya. Kalau kita tidak lestarikan lama-lama akan hilang atau mungkin bisa bergeser ke negara lain. Ini jadi model pembelajaran baru bagi kami,” pungkasnya.

Diketahui, nampak hadir dalam kegiatan ini di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Direktur Jenderal Kebudayaan, Perwakilan Bupati Lamongan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktur SMK, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi : Dr. Beny Bandanadjaja.

Lalu Kepala SMK N 3 Buduran, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Prof. Daniel M. Rosyid dari Rosyid College, Kadisdik Lamongan, Tim Revitalisasi Perkapalan Tradisional — PPNS, Tim Revitalisasi Perkapalan Tradisional – SMKN 3 Buduran.(At)

Tags: Kapal KayuKelautanPaciranRempah
SendShareTweet
Previous Post

Babinsa Bersihkan Jalan Bersama Warga Desa Talunrenjo Kecamatan Bluluk

Next Post

Sosialisasi Rokok Ilegal pada Masyarakat Sebagai Upaya dalam Menekan Peredarannya di Kabupaten Lamongan

BERITA TERKAIT

BOSP Bukan Solusi Seluruh Biaya Sekolah, Peran Wali Murid Tetap Penting
FKBN

BOSP Bukan Solusi Seluruh Biaya Sekolah, Peran Wali Murid Tetap Penting

8 Oktober 2026
Tak Sekadar Lomba, FKBN Lamongan Bangun Karakter Pelajar Lewat Video Kreatif
Bela Negara

Tak Sekadar Lomba, FKBN Lamongan Bangun Karakter Pelajar Lewat Video Kreatif

4 Oktober 2026
Penguatan Karakter Kebangsaan ASN, FKBN Lamongan Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Bela Negara
Bela Negara

Penguatan Karakter Kebangsaan ASN, FKBN Lamongan Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Bela Negara

29 September 2026
Prestasi Membanggakan, SDN 3 Jetis Lamongan Juara 1 Gerak Jalan Pelajar Tingkat Kabupaten
Berita

Prestasi Membanggakan, SDN 3 Jetis Lamongan Juara 1 Gerak Jalan Pelajar Tingkat Kabupaten

23 September 2026
Sarpras Pendidikan Pastikan Revitalisasi SDN Karangbinangun Sesuai Prosedur
Berita

Sarpras Pendidikan Pastikan Revitalisasi SDN Karangbinangun Sesuai Prosedur

11 September 2026
KJL Tekankan Kompetensi Narasumber untuk Jaga Kredibilitas Berita
Berita

KJL Tekankan Kompetensi Narasumber untuk Jaga Kredibilitas Berita

4 September 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Berperan Aktif Jaga Kesehatan Warga di Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Berikan Layanan Door To Door Di Kampung Kirely

Berperan Aktif Jaga Kesehatan Warga di Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Berikan Layanan Door To Door Di Kampung Kirely

31 Juli 2024
Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Jadi Pilot Project Pembelajaran Sansu di Indonesia .

Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Jadi Pilot Project Pembelajaran Sansu di Indonesia .

11 Oktober 2025
Banjir Putuskan Akses, TNI Tempuh 12 Mil Lalui Danau Singkarak Salurkan Bantuan

Banjir Putuskan Akses, TNI Tempuh 12 Mil Lalui Danau Singkarak Salurkan Bantuan

30 November 2025
Demi Tugas dan Kemanusiaan, Serda Robi dan Prada Zeni Marpaung Gugur Saat Menolong Warga

Demi Tugas dan Kemanusiaan, Serda Robi dan Prada Zeni Marpaung Gugur Saat Menolong Warga

29 November 2025
Kenang Jasa Para Pahlawan Kemerdekaan, Kodim 1710/Mimika Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

Kenang Jasa Para Pahlawan Kemerdekaan, Kodim 1710/Mimika Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

10 November 2025
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In