Penguatan Karakter Kebangsaan ASN, FKBN Lamongan Tekankan Nilai BerAKHLAK dan Bela Negara
Lamongan, Aksesnusantara.id – Penguatan karakter kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, loyalitas, integritas dan nasionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan FKBN melalui kegiatan sosialisasi materi Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara, yang dilaksanakan di Ruang Widyaloka Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Apel Kebangsaan bersama Forum Kader Bela Negara (FKBN) dan diikuti oleh jajaran ASN, Tenaga Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi ASN Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Korem 082/CPYJ. Pelaksanaan sosialisasi tersebut memiliki dasar penugasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Dalam Surat Tugas Nomor 800.1.11.1/1451/413.101/2026, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menugaskan dua orang ASN yang juga menjadi Kader Bela Negara, Kedua orang tersebut adalah Huda, M.Pd. dan Sigit Setiawan, S.Pd., Untuk mengikuti kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara Tahun 2026.
Surat tugas tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas Surat Komando Resor Militer 082/CPYJ Komando Distrik Militer 0812 tanggal 23 Juni 2026 perihal undangan untuk mengikuti kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara Tahun 2026 Korem 082/CPYJ. Dalam surat tugas yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Drs. Shodikin, M.Pd., kedua ASN tersebut ditugaskan mengikuti kegiatan pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Aula Makorem 082/CPYJ, Jalan Veteran Nomor 03, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Penugasan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pembekalan yang selanjutnya diteruskan melalui sosialisasi kepada ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Dalam materi yang disosialisasikan oleh Huda, M.Pd. dan Sigit Setiawan, S.Pd.,
salah satu pokok pembahasan adalah nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang terdiri atas Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Senin, (28/09/2026).
Nilai loyal menjadi salah satu pembahasan utama. Loyalitas ASN dimaknai sebagai bentuk kesetiaan dan dedikasi terhadap organisasi, bangsa dan negara.
“ASN diharapkan mampu memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Huda.

Selain itu, loyalitas juga diwujudkan melalui upaya menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara.
“Materi itu juga menguraikan sejumlah karakteristik yang dapat digunakan untuk melihat loyalitas pegawai, antara lain taat pada peraturan, bekerja dengan integritas, bertanggung jawab terhadap organisasi, memiliki kemauan bekerja sama, rasa memiliki yang tinggi, menjaga hubungan antarpersonal, memiliki kecintaan terhadap pekerjaan, berani mengutarakan ketidaksetujuan secara konstruktif serta mampu menjadi teladan bagi pegawai lainnya,” terang Huda lebih lanjut.
Senada dengan itu, Sigit Setiawan menyampaikan materi, “Penguatan wawasan kebangsaan,” yang juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi tersebut.
“ASN didorong untuk terus memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian. Nasionalisme diarahkan agar ASN memiliki orientasi berpikir yang menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara dalam pelaksanaan tugasnya,” kata Sigit.
Nilai-nilai kesadaran bela negara yang disampaikan meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
“Implementasinya dapat dilakukan melalui pekerjaan sehari-hari, seperti memberikan pelayanan publik secara baik, menaati peraturan, menjaga integritas, bertanggung jawab terhadap tugas serta berkontribusi dalam pembangunan,” ujar Sigit.

Lebih lanjut Sigit di materi sosialisasi juga mengingatkan mengenai tiga fungsi ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Ketiga fungsi tersebut menjadi landasan bagi ASN dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Karena itu, disiplin dan loyalitas tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap aturan kedinasan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjalankan amanah negara,” Pungkasnya.
Dalam materi tersebut juga ditampilkan berbagai bentuk kolaborasi TNI AD bersama masyarakat, mulai dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal Air, ketahanan pangan, penghijauan dan restorasi hutan, penanganan karhutla, pengelolaan sampah, pelestarian alam, naturalisasi sungai, lingkungan eco-friendly hingga integrated farming.
Berbagai kegiatan tersebut, menekankan dan menggambarkan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, ASN dan masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa serta memperkuat ketahanan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, M.Ferry Fadli mengatakan, Sosialisasi yang digelar di Ruang Widyaloka Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan materi Penguatan Karakter Kebangsaan ke dalam kehidupan kedinasan.
“Melalui kegiatan tersebut, ASN diharapkan tidak hanya memahami konsep disiplin, loyalitas, nasionalisme dan bela negara, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari saat pembelajaran kepada siswa-siswi di lingkungan sekolahnya masing-masing,” jelas Kepala FKBN Lamongan.
Apel Kebangsaan bersama FKBN yang dilanjutkan dengan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Masih kata Ferry, “Dengan karakter ASN yang disiplin, berintegritas, loyal, profesional dan memiliki wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila diharapkan semakin nyata dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan,” tutupnya. (Red)


















