Selasa, September 1, 2026
Akses Nusantara
kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
kosong
View All Result
Akses Nusantara
kosong
View All Result
Home Berita

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

Ditulis Oleh Jurnalis 3
31 Agustus 2026
arsip Berita, Nasional, News
Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBC, BCW Minta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai

Jakarta, Aksesnusantara.id – Bea Cukai Watch (BCW) menilai penahanan kembali pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih memasuki September 2026 yang sebelumnya disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai tenggat evaluasi pembenahan Bea Cukai.

KPK pada 26 Agustus 2026 menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan korupsi terkait kepabeanan. Gatot diduga menerima Rp3,25 miliar. Perkara tersebut merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya telah menyeret sejumlah pejabat DJBC.

Menanggapi perkembangan tersebut, Sekretaris Eksekutif Bea Cukai Watch (BCW), Eko Teguh Wiyono atau Eko TW, mengatakan persoalannya sekarang tidak lagi cukup dijawab dengan pernyataan bahwa pembenahan internal sedang berjalan.

BERITA TERKAIT

Amanah hingga 2030, Pimpinan Baru SMP–SMA Dr. Soetomo Didorong Jaga Kinerja dan Perluas Pengaruh

AJP Group Gelar Maulid Nabi 1448 H di Kampung Daon, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Ulama

“Pertanyaannya sekarang sederhana: setelah berbagai kasus yang terjadi, sejauh mana reformasi Bea Cukai benar-benar menghasilkan perubahan? September sudah di depan mata. Publik berhak mengetahui ukuran keberhasilan pembenahan yang selama ini dijanjikan,” ujar Eko TW di Sekretariat BCW, Jl. Saharjo 123, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Menteri Keuangan Purbaya menanggapi penahanan tersebut dengan menyatakan perbaikan di DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak masih dilakukan. Ia berharap penyelewengan semakin berkurang menuju nol.

BCW menghargai komitmen tersebut. Namun menurut Eko, pembenahan sebuah institusi strategis tidak cukup dinilai berdasarkan komitmen atau jumlah penindakan semata, melainkan harus dapat diuji melalui indikator yang terukur.

“Bea Cukai Bubar atau Tidak?”

Eko mengatakan, perdebatan mengenai masa depan DJBC tidak seharusnya berhenti pada pilihan sederhana antara dibubarkan atau dipertahankan.

“BCW tidak ingin buru-buru mengatakan Bea Cukai harus bubar atau harus dipertahankan. Yang harus dijawab terlebih dahulu adalah: apakah institusi ini benar-benar sudah berbenah? Kalau dikatakan sudah membaik, buka indikator dan datanya kepada publik.”

Menurut BCW, kasus korupsi yang kembali melibatkan pejabat DJBC tidak serta-merta dapat digunakan untuk menghakimi seluruh pegawai Bea Cukai. Namun kasus berulang merupakan alarm bahwa reformasi integritas dan sistem pengawasan internal harus diuji lebih dalam.

Apalagi, pada 11 Agustus 2026, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menyatakan hasil pembenahan institusinya mulai terlihat, antara lain melalui peningkatan penindakan terhadap barang ilegal. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks tenggat pembenahan hingga September 2026.

“Kita jangan mengukur keberhasilan reformasi hanya dari berapa banyak barang ilegal yang ditangkap. Pertanyaannya juga harus dibalik: mengapa pelanggaran masih terjadi, apakah ada keterlibatan orang dalam, apakah sistem pengawasan sudah mampu mencegah permainan, dan apakah pelaku yang lebih besar sudah tersentuh?” kata Eko.

Keterangan: Eko Teguh Wiyono – Sekretaris Eksekutif Bea Cukai Watch (BCW).

BCW: September Jangan Sekadar Deadline Politik.

BCW meminta Kementerian Keuangan menjadikan September sebagai momentum membuka hasil evaluasi reformasi DJBC kepada publik.

Setidaknya evaluasi tersebut perlu menjawab efektivitas pengawasan impor-ekspor, pemberantasan penyelundupan, integritas SDM, pencegahan korupsi, pengawasan under-invoicing, peredaran barang kena cukai ilegal, digitalisasi pengawasan, pelayanan kepada masyarakat serta kontribusi DJBC terhadap penerimaan negara.

“September jangan hanya menjadi deadline politik yang kemudian lewat begitu saja. Harus ada rapor yang dapat diperiksa publik: apa yang sudah berubah, apa yang belum berubah, apa yang gagal dan apa langkah koreksinya,” tegas Eko.

BCW juga mengingatkan bahwa persoalan kelembagaan DJBC harus dibedakan dengan fungsi kepabeanan dan cukai. Menurut Eko, apa pun pilihan pemerintah terhadap struktur DJBC ke depan, negara tetap membutuhkan fungsi kepabeanan untuk menjaga perbatasan ekonomi, mengawasi arus barang serta mengamankan penerimaan negara.

Karena itu, perdebatan yang lebih substantif bukan semata-mata “Bea Cukai bubar atau tidak?”, tetapi:

“Apakah model kelembagaan, sistem pengawasan dan tata kelola Bea Cukai saat ini masih efektif, atau Indonesia membutuhkan reformasi yang jauh lebih fundamental?”

BCW Siapkan Evaluasi Independen.

BCW akan melakukan kajian terhadap pelaksanaan pembenahan DJBC dengan melihat data penerimaan negara, penindakan kepabeanan dan cukai, kasus korupsi, pengawasan impor-ekspor, barang ilegal, sistem pengendalian internal serta digitalisasi.

BCW juga mendorong KPK untuk terus mengembangkan perkara kepabeanan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum tanpa memandang jabatan pihak yang mungkin terlibat.

“Kasus terbaru ini jangan dilihat semata-mata sebagai persoalan satu pejabat. Pemerintah harus melihat apakah ada kelemahan sistem yang memungkinkan penyimpangan terjadi berulang. Kalau persoalannya sistemik, jawabannya juga harus sistemik,” kata Eko.

BCW menegaskan tidak berkepentingan mendorong pembubaran ataupun mempertahankan DJBC tanpa dasar objektif.

“Bagi BCW, pilihannya bukan membela atau membubarkan Bea Cukai. Pilihannya adalah memastikan fungsi kepabeanan dan cukai Indonesia bersih, profesional, transparan dan mampu menjaga uang negara. Kalau reformasi berhasil, tunjukkan datanya. Kalau tidak berhasil, pemerintah jangan takut melakukan perubahan yang fundamental,” tutup Eko TW. (**)

Tags: BCWKasus Korupsi Kembali Menjerat Pejabat DJBCMinta Pemerintah Buka Rapor Reformasi Bea Cukai
SendShareTweet
Previous Post

Tak Hanya Padamkan Api, TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Next Post

Amanah hingga 2030, Pimpinan Baru SMP–SMA Dr. Soetomo Didorong Jaga Kinerja dan Perluas Pengaruh

BERITA TERKAIT

Amanah hingga 2030, Pimpinan Baru SMP–SMA Dr. Soetomo Didorong Jaga Kinerja dan Perluas Pengaruh
Berita

Amanah hingga 2030, Pimpinan Baru SMP–SMA Dr. Soetomo Didorong Jaga Kinerja dan Perluas Pengaruh

31 Agustus 2026
AJP Group Gelar Maulid Nabi 1448 H di Kampung Daon, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Ulama
News

AJP Group Gelar Maulid Nabi 1448 H di Kampung Daon, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Ulama

30 Agustus 2026
Belajar Berbagi dan Berwirausaha, SDN Sumberagung Hadirkan Bazar Penuh Berkah
Berita

Belajar Berbagi dan Berwirausaha, SDN Sumberagung Hadirkan Bazar Penuh Berkah

29 Agustus 2026
Jaga Pesisir Sumenep, JMSI Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Matahari
JMSI

Jaga Pesisir Sumenep, JMSI Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Matahari

29 Agustus 2026
Layer Baru Cukai Rokok Dipertanyakan, BCW: Jangan Beri Karpet Merah bagi Pelaku Ilegal
News

Layer Baru Cukai Rokok Dipertanyakan, BCW: Jangan Beri Karpet Merah bagi Pelaku Ilegal

29 Agustus 2026
Malam Resepsi HUT ke-81 RI Kecamatan Deket Hadirkan Wayang Kulit dan Campur Sari
Berita

Malam Resepsi HUT ke-81 RI Kecamatan Deket Hadirkan Wayang Kulit dan Campur Sari

27 Agustus 2026

Hari Nasional : HPN 2026

Ramadhan 2026 :

Info :

Promotion :

BERITA TERKAIT

Satgas Yonif 112/DJ Berbagi Keceriaan di Kampung 55, Pruleme, Distrik Mulia Kab. Puncak Jaya

Satgas Yonif 112/DJ Berbagi Keceriaan di Kampung 55, Pruleme, Distrik Mulia Kab. Puncak Jaya

23 Februari 2025
Panglima TNI Tinjau Puncak Arus Mudik Di Stasiun Pasar Senen

Panglima TNI Tinjau Puncak Arus Mudik Di Stasiun Pasar Senen

6 April 2024
Danlanud Sultan Hasanuddin Perintahkan Jajarannya Untuk Jaga Netralitas TNI Jelang Pilkada Serentak Di Sulsel

Danlanud Sultan Hasanuddin Perintahkan Jajarannya Untuk Jaga Netralitas TNI Jelang Pilkada Serentak Di Sulsel

26 November 2024
Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Lakukan Pengecatan Triplek Demi Hasil Maksimal

Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Lakukan Pengecatan Triplek Demi Hasil Maksimal

5 Mei 2026
Personel Lanud Sultan Hasanuddin Ikuti Kegiatan Sosialisasi dan Wasev Spotdirga  Mabesau

Personel Lanud Sultan Hasanuddin Ikuti Kegiatan Sosialisasi dan Wasev Spotdirga Mabesau

10 Februari 2025
Load More

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara :

Akses Nusantara

Aksesnusantara.id ©2021

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

kosong
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Komunitas
  • TNI – POLRI
  • Prestasi
  • Suara Milenial
  • Top News
  • Nasional
  • Login

Aksesnusantara.id ©2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In