Seminar Literasi Pers Digelar, FKBN dan JMSI Lamongan Soroti Peran Guru Tangkal Hoaks
Lamongan, aksesnusantara.id – Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar Seminar Literasi Pers dan Media bagi tenaga pendidik SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas guru menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Bertempat di Wisata Alam G-Park Sugio, Sabtu (11/4/2026), seminar ini mengusung tema “Pendidik Cerdas Bermedia, Sekolah Berkarakter Bela Negara di Era Digital.”
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum edukasi, tetapi juga wadah penguatan peran guru sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi di lingkungan pendidikan.
Materi yang disampaikan meliputi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, hingga strategi komunikasi sekolah. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang literasi digital, antisipasi oknum wartawan, serta pentingnya hak jawab dan hak koreksi dalam pemberitaan.
Panitia menyebutkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memilah informasi sekaligus membangun kesadaran bermedia yang sehat dan bertanggung jawab.
“Guru memiliki peran penting sebagai filter informasi, tidak hanya bagi siswa tetapi juga di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kemampuan tersebut,” ujar Kepala FKBN Kabupaten Lamongan, Ferry Fadli.
Selain meningkatkan pemahaman literasi media, seminar ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai bela negara melalui pemanfaatan media yang positif. Hal ini dinilai penting untuk membentuk karakter siswa yang kritis, berintegritas, dan memiliki kesadaran kebangsaan.
Lebih lanjut, Ferry mengatakan, “Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka ruang sinergi antara dunia pendidikan dan media. Dengan komunikasi yang baik, sekolah diharapkan mampu menyampaikan informasi secara lebih profesional dan membangun citra positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dirinya berharap antusiasme peserta semoga terlihat tinggi, mengingat tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama dalam menghadapi maraknya informasi yang belum tentu valid.
Melalui seminar ini, FKBN dan JMSI Lamongan menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang cerdas, adaptif, dan berkarakter kuat di era digital. (FKBN/Red)


















