Petani Lamongan Rasakan Lonjakan Hasil Panen Lewat Terapan Sistem Organik
Lamongan, aksesnusantara.id – Penerapan sistem pertanian organik terus menunjukkan hasil positif di Kabupaten Lamongan. Metode ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas hasil panen para petani.
Salah satu bukti nyata datang dari lahan milik Abah Mustain yang berada di Dusun Sumurgenuk, Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat. Dengan luas lahan sekitar 7.000 meter persegi, penerapan pertanian organik mampu menghasilkan panen hingga 12 ton. Hasil ini dinilai cukup signifikan dan menjadi contoh keberhasilan pertanian organik di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, dengan menerapkan sistem pertanian organik ini, hasil panen dapat meningkat cukup signifikan. Dari lahan 7.000 meter persegi bisa mencapai 12 ton, ini seperti hasil tahun sebelumnya. Pakek metode organik selain hasilnya lebih banyak, kondisi tanah juga terasa lebih subur dan tidak keras seperti saat masih menggunakan bahan kimia. Bulir padi juga lebih banyak, batang padi kokoh, anti hama dan rendeman tinggi, beras juga lebih sehat jika di konsumsi” tuturnya. Rabu,(25/03/2026).
Lebih lanjut, “Kami dan beberapa petani Bela Negara di desa sumurgenuk sudah merasakan sendiri manfaatnya, bukan hanya dari sisi hasil, tapi juga biaya yang lebih efisien dan lingkungan yang lebih sehat. Harapan kami, semakin banyak petani di Lamongan yang berani beralih ke pertanian organik, karena ini sudah terbukti hasilnya dan lebih baik untuk jangka panjang,” tambah Abah Mustain.
Keberhasilan serupa juga terjadi di Dusun Banjarejo, Desa Sukomalo, Kecamatan Kedungpring. Ketua komunitas petani organik setempat, Adi Dwipa, mengungkapkan bahwa kelompok tani yang dipimpinnya mengalami peningkatan hasil panen setelah beralih ke sistem pertanian organik.
“Di kelompok petani Dwipa, lahan Pak Moden dengan luasan 200 bumi mampu menghasilkan 2,8 ton. Pak Juwadi dengan luasan 350 bumi atau sekitar setengah hektar menghasilkan 4,5 ton. Bahkan lahan Pak Yamin dengan luasan 600 bumi bisa mencapai 7,5 ton. Rata-rata ada kenaikan sekitar 300 kilogram per 100 cengkal,” jelas Adi pada media. Rabu,(25/03/2026).
Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan bahwa pertanian organik bukan hanya menjaga kesuburan tanah, tetapi juga meningkatkan produktivitas secara nyata.
Ali juga mengajak masyarakat untuk mulai beralih mengonsumsi beras organik. Ia menegaskan bahwa beras organik lebih sehat karena bebas dari residu bahan kimia berbahaya.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya konsumsi pangan sehat. Mari kita kembali ke alam, mendukung petani, dan mengembangkan pertanian organik di Kabupaten Lamongan,” tutupnya.
Dengan berbagai hasil yang telah dicapai, pertanian terapan organik Bela Negara di Lamongan diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi solusi pertanian berkelanjutan di masa depan. (Red)


















