Gunungan Sampah di TPA Tambora Lamongan Picu Keluhan Warga
Lamongan Akseslamongan.id – Persoalan sampah di Kabupaten Lamongan kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik penampungan sementara (TPS) hingga lingkungan permukiman dilaporkan mengalami penumpukan sampah yang belum terangkut secara optimal. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena menimbulkan bau tak sedap, mencemari lingkungan, serta berpotensi mengganggu kesehatan. Rabu,(21/01/2026)
Pantauan di beberapa kawasan menunjukkan tumpukan sampah rumah tangga bercampur dengan sampah plastik dan organik. Situasi tersebut itu tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menghambat aktivitas warga dan pengguna jalan, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya itu, Lamongan mengungkapkan bahwa penumpukan sampah sudah terjadi sejak dulu kala, mengunung selama bertahun-tahun.

“TPA Tambora Sampahnya sudah dari dulu mengunung, puluhan tahun, semakin tahun semakin meningkat. Apalagi kalau hujan, baunya semakin menyengat dan banyak lalat,” keluh warga sekitar sebut saja kang mas (40/th).
Warga berharap ada penanganan cepat agar masalah ini tidak berlarut-larut.
Selain berdampak pada kenyamanan, bau penumpukan sampah juga dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan dan physics, belum lagi persoalan air yang bercampur sampah itu mencemari saluran air bawah tanah dan memicu genangan saat musim hujan akhirnya timbul nyamuk demam berdarah. Sampah bercampur plastik yang sulit terurai berpotensi kepada polusi udara berkepanjangan.
Senada dengan itu, Agung sekar salah satu pemerhati lingkungan menilai persoalan sampah di Lamongan tidak bisa hanya diselesaikan dengan pengangkutan semata. Diperlukan penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, optimalisasi bank sampah, hingga peningkatan kapasitas tempat pengolahan dan pembuangan akhir.
Masyarakat juga didorong untuk lebih aktif mengurangi sampah, terutama sampah plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. “Jika hanya mengandalkan pemerintah tanpa kesadaran warga, masalah sampah akan terus berulang,” ujar Agung yang juga Kader Bela Negara FKBN itu.
Hingga kini, warga Tambora, tambak boyo sampai twiri Sangat berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan agar persoalan sampah di Kabupaten Lamongan dapat tertangani dengan baik, demi menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat, dan generasi penerus masa depan. (Red)


















