SK DPW PPP Jatim Terbit, Pengurus Baru Langsung Tancap Gas.
Jakarta,Aksesnusantara.id- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi menetapkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jawa Timur masa bakti 2026–2031. Selasa, (31/03/2026).
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PPP Nomor: 0150/SK/DPP/VIII/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum H. Muhamad Mardiono dan Wakil Sekretaris Jenderal Jabbar Idris di Jakarta pada 31 Maret 2026.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Timur yang telah digelar sebelumnya, serta hasil kerja tim formatur dalam menyusun struktur kepengurusan baru untuk periode lima tahun ke depan.
Dalam susunan yang ditetapkan, H. Arif Winarko, S.H. dipercaya sebagai Ketua DPW PPP Jawa Timur. Sementara posisi Sekretaris diemban oleh M. Zainul Arifin, dan Bendahara dijabat oleh Hj. Umil Sulistyoningsih.
Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, M. Zainul Arifin, menyampaikan bahwa penetapan kepengurusan baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai persatuan pembangunan (PPP) di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Alhamdulillah, dengan turunnya SK dari DPP PPP, ini menjadi landasan resmi bagi kami untuk segera bergerak melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat DPC, PAC, dan ranting,” ujarnya, pada Rabu, 1 April 2026.

Zainul menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan struktur, kaderisasi, serta kerja-kerja politik yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami akan memastikan mesin partai berjalan efektif, solid, dan responsif terhadap dinamika sosial-politik di Jawa Timur. Target kami jelas, meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat posisi PPP dalam kontestasi politik ke depan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antar pengurus dan sinergi dengan seluruh elemen partai menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah rakyat.
“Tidak ada kerja yang bisa dilakukan sendiri. Ini kerja kolektif. Kami mengajak seluruh kader PPP di Jawa Timur untuk bersatu, bergerak bersama, dan memenangkan hati rakyat,” pungkasnya.
Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh sejumlah wakil sekretaris, wakil bendahara, serta bidang-bidang strategis yang mencakup organisasi, kaderisasi, dakwah, politik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Tak hanya itu, DPP PPP juga menetapkan unsur pimpinan majelis di tingkat wilayah, yang meliputi Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Pakar. Struktur ini diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan, pertimbangan strategis, serta penguatan ideologis PPP di Jawa Timur.
Pada Majelis Syariah, posisi Ketua diamanahkan kepada Drs. KH. Abdul Rokhim, SH., MH. Sementara Majelis Pertimbangan dipimpin oleh H. Rofik, S.H., M.H., dan Majelis Pakar diketuai oleh Drs. H. RPA. Mujahid Anshori, M.Si.
Selain itu, dalam upaya penguatan basis elektoral, DPW PPP Jawa Timur juga membentuk struktur Wakil Ketua Bidang Pemenangan Daerah Pemilihan (Dapil) yang diisi oleh sejumlah kader dari berbagai wilayah.
DPP PPP dalam keputusan tersebut menegaskan bahwa dengan ditetapkannya kepengurusan baru ini, maka kepengurusan DPW PPP Jawa Timur periode sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.

Kepengurusan yang baru diharapkan mampu mengonsolidasikan kekuatan partai, meningkatkan soliditas kader, serta memperkuat peran PPP di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Dalam pernyataan awalnya, H. Arif Winarko menegaskan komitmennya untuk melakukan konsolidasi menyeluruh di tubuh PPP Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya memperkuat mesin partai, meningkatkan komunikasi politik, serta membangun sinergi antar kader di seluruh tingkatan.
“Momentum musyawarah formatur ini harus menjadi titik kebangkitan PPP Jawa Timur. Kita ingin menghadirkan kepengurusan yang tidak hanya solid secara struktur, tetapi juga kuat dalam kerja-kerja nyata di masyarakat,” ujar H. Arif Winarko.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya regenerasi kader serta penguatan peran perempuan dan generasi muda dalam struktur partai. Hal ini sejalan dengan semangat pembaruan yang diusung dalam kepengurusan baru Jatim kali ini.
Tak lupa, Muhamad Mardiono, Ketua umum PPP juga berpesan kepada kepengurusan baru Jatim, yang pertama adalah membesarkan PPP di Jatim, menjalin silaturahmi dengan Ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan berbagai komunitas di Jawa Timur. Bekerja ikhlas, berkhidmat untuk umat, kedua Membangun solidaritas internal khususnya dalam menghadapi agenda-agenda elektoral dan penguatan struktur partai hingga ke tingkat bawah di Jawa Timur, dan yang ketiga Segera melakukan amanat ADART melaksanakan muscab se-Jatim.
Dengan kepemimpinan baru ini, DPW PPP Jawa Timur diharapkan dapat melakukan akselerasi program, memperkuat basis elektoral, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai berlambang Ka’bah ini. (F2/Red)


















