Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara.
Lamongan,Aksesnusantara.id – Komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk lokal mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada Bela Negara, FKBN. Pada Minggu dini hari (30/11/2025), sebuah produk beras unggulan asal Lamongan, yaitu Beras Terapan Organik Bela Negara milik Saifudin Zuhri, mendapatkan kunjungan dan penilaian kelayakan langsung dari Kepala Badan Koordinator Pusat (Bakorpus) Forum Kader Bela Negara (FKBN), Angga Rahadian Tirtawijaya.
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB ini menunjukkan keseriusan dan komitmen tinggi dari FKBN. Setibanya di Stasiun Babat, Angga Rahadian tidak langsung beristirahat. Ia justru langsung menuju ke lokasi untuk melihat dan meninjau secara langsung kualitas dan potensi beras organik karya anak bangsa tersebut. Kunjungan dini hari ini juga disertai dengan interaksi di kedai angkringan belakang kelurahan Babat, menunjukkan pendekatan yang langsung menyentuh akar rumput.
“Beras Terapan Organik FKBN adalah Inovasi Pertanian yang Menjaga Alam dan Negeri. Beras Terapan Organik Bela Negara bukan sekadar produk pertanian biasa. Seperti namanya, beras ini dibudidayakan dengan metode Full organik, yang berarti bebas dari pupuk dan pestisida kimia sintetis. Praktik pertanian ini tidak hanya menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi konsumen, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,” Terang Angga Rahardian.
Penamaan “Bela Negara” pada produk ini mengandung makna filosofis yang dalam. Dalam konteks kontemporer, membela negara tidak lagi semata-mata di medan perang. Upaya menjaga kedaulatan pangan dengan memproduksi makanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan adalah salah satu bentuk aktualisasi bela negara di era modern. Dengan mengonsumsi dan mengembangkan produk dalam negeri yang berkualitas, masyarakat telah berkontribusi langsung pada penguatan ketahanan nasional.
Proses Penilaian dan Harapan untuk Pengembangan.
Kedatangan Kepala Bakorpus FKBN, Angga Rahadian Tirtawijaya, ke Lamongan memiliki tujuan strategis. Proses review dan penilaian kelayakan yang dilakukannya merupakan langkah awal yang krusial. FKBN, dengan jaringan dan perannya di tingkat nasional, dapat menjadi jembatan yang menghubungkan inovasi lokal dengan kebijakan strategis di tingkat pusat.
“Titik akhir yang diharapkan dari proses penilaian ini adalah mendapatkan pengakuan dan persetujuan (acc) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Jika disetujui, Beras Terapan Organik Bela Negara asal Lamongan ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas, baik sebagai bagian dari program logistik pangan yang lebih sehat bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun sebagai contoh model pertanian organik yang dapat direplikasi di daerah lain,” Tambah Kepala Bakorpus FKBN.
Pengembangan oleh Kemenhan akan membawa dampak yang signifikan. Selain memberikan market yang pasti dan stabil bagi petani, hal ini juga akan mendorong standar kualitas yang tinggi, alih teknologi, dan yang terpenting, memperkuat rantai pasok pangan dalam negeri yang resilient.
Senada dengan itu, Kepala FKBN Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, Muhammad Ferry Fadli, menuturkan bahwa di balik produk andalan ini, terdapat sosok formulator organik abah Mustain dan diaplikasikan oleh muridnya mas Saifudin Zuhri, Beras organik Bela Negara wujudnya. Keberhasilannya mengembangkan Beras Terapan Organik menunjukkan bahwa semangat, dedikasi dan inovasi tidak hanya ada di sektor pertanian dan perikanan, tapi juga di Semua sektor agro industri yang kedepannya untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional bagi masa depan bangsa dan negara.
“Dedikasinya dalam mengembangkan pertanian organik patut diacungi jempol. Bertani secara organik lebih ekonomis dengan penggunaan olahan organik bikinannya sendiri. Ketekunan dan keyakinan akan kualitas tanaman dan hasil produknya, Keberhasilan ini membuktikan bahwa pertanian organik itu yang terbaik dan harus di kembangkan di seluruh wilayah Indonesia,” kata M. Ferry Fadli.
Lanjutnya, Peningkatan Ekonomi Petani Lokal. Terbukanya pasar yang besar dan stabil akan meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor hilir. Jika nantinya dikembangkan oleh Kemenhan RI, dampaknya bagi pertanian nasional akan sangat luas. Selain itu, Pemetaan ulang citra dalam Pertanian di Kabupaten Lamongan tidak hanya dikenal dengan soto dan wisata baharinya, tetapi juga sebagai lumbung pangan organik berkualitas tinggi, yang dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Tantangan dan Langkah Ke Depan.
Meski prospeknya cerah, sejumlah tantangan harus diantisipasi. Konsistensi kualitas dan kuantitas produksi, skalabilitas usaha, serta sertifikasi resmi sebagai produk organik adalah beberapa hal yang perlu terus ditingkatkan. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, misalnya melalui Dinas Pertanian, sangat dibutuhkan untuk membantu petani dalam memenuhi standar-standar tersebut.
Penguatan Ketahanan Pangan Nasional: Diversifikasi sumber pangan sehat dan berkelanjutan adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional. Keberhasilan model ini di Kabupaten Lamongan ini dapat menjadi pilot project untuk daerah-daerah penghasil pangan lainnya di Indonesia.
Adanya dukungan dari institusi strategis seperti Kemenhan akan semakin mempopulerkan konsumsi beras organik di kalangan masyarakat luas dan mempromosikan gaya hidup sehat kepada generasi muda.
Kunjungan dan penilaian langsung oleh Kepala Bakorpus FKBN di tengah malam ini adalah sebuah sinyal yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk naik kelas dan mendapatkan perhatian di tingkat nasional. Semoga langkah awal ini diikuti dengan tindak lanjut yang konkret, sehingga Beras Terapan Organik Bela Negara dari Lamongan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga kontributor nyata bagi ketahanan pangan dan pembelaan negara melalui sektor pertanian. (Red)

















