<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Agro Sektor Archives - Akses Nusantara</title>
	<atom:link href="https://aksesnusantara.id/category/agro-sektor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aksesnusantara.id/category/agro-sektor/</link>
	<description>Akses Berita Nusantara Membangun Sinergitas Bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Dec 2025 15:18:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/03/cropped-akses-nusantara-Icon.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Agro Sektor Archives - Akses Nusantara</title>
	<link>https://aksesnusantara.id/category/agro-sektor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190658168</site>	<item>
		<title>Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/beras-terapan-organik-bela-negara-wujud-patriotisme-dan-pertanian-ramah-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 15:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Terapan Organik Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan. Lamongan,Aksesnusantara.id &#8211; Di tengah hiruk-pikuk industri pertanian modern yang kerap bergantung pada input kimia, sekelompok patriot di Lamongan menawarkan sebuah jalan kembali kepada harmoni alam. Mereka tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam nilai-nilai. Hasilnya adalah Beras Terapan Organik Bela Negara, sebuah produk pangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/beras-terapan-organik-bela-negara-wujud-patriotisme-dan-pertanian-ramah-lingkungan/">Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Di tengah hiruk-pikuk industri pertanian modern yang kerap bergantung pada input kimia, sekelompok patriot di Lamongan menawarkan sebuah jalan kembali kepada harmoni alam. Mereka tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam nilai-nilai. Hasilnya adalah Beras Terapan Organik Bela Negara, sebuah produk pangan yang menjadi simbol perpaduan antara cinta tanah air, kepedulian lingkungan, dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat. Inisiatif yang berakar di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, ini membuktikan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan bukan hanya di medan tempur, tetapi juga di hamparan sawah yang hijau. Senin, (29/12/25).</p>
<p><strong>Lebih dari Sekadar Beras: Sebuah Filosofi yang Tumbuh dari Tanah.</strong></p>
<p>Beras Terapan Organik Bela Negara, seperti namanya, memiliki makna yang dalam. &#8220;Terapan&#8221; merujuk pada penerapan ilmu pertanian organik yang murni. &#8220;Organik&#8221; adalah komitmen mutlak pada proses alami, bebas dari rekayasa pupuk dan pestisida kimia sintetis. Sementara &#8220;Bela Negara&#8221; adalah jiwa yang mendasarinya sebuah keyakinan bahwa menjaga kedaulatan pangan dan melestarikan lingkungan adalah bagian integral dari membela kedaulatan bangsa.</p>
<p>Produk ini dibudidayakan dengan ketat di bawah standar pertanian organik. Petani yang terlibat, dengan penuh kesabaran, mengembalikan siklus alamiah ekosistem sawah. Mereka menggantikan pupuk urea dan pestisida kimia dengan kompos alami, pupuk kandang, dan pestisida nabati yang di racik sendiri dari bahan-bahan alami seperti mimba, gadung, atau tembakau. Pengendalian hama dilakukan secara manual atau dengan memanfaatkan musuh alami, menciptakan sebuah keseimbangan ekologi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Praktik ini seperti menyembuhkan tanah yang sudah lama ‘sakit’ karena bahan kimia. Kita harus mengembalikan kehidupan mikroorganisme yang ada di dalamnya. Hasilnya mungkin tidak instan, panen mungkin tidak seberapa banyak di awal, tapi yang kita tanam adalah keberlanjutan untuk anak cucu,” tutur Abah Mustain, sang penggagas dan petani teladan di balik budidaya beras ini di Sumurgenuk, Babat, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Dampaknya multidimensi. Pertama, dari sisi kesehatan, beras organik bebas dari residu bahan kimia berbahaya, memiliki kandungan gizi yang lebih utuh, dan rasa yang lebih alami. Kedua, bagi lingkungan, praktik ini mencegah pencemaran air tanah dan sungai, menjaga biodiversitas (seperti populasi burung dan ikan di sawah), serta meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Ketiga, secara ekonomi, meski memerlukan tenaga lebih, sistem ini mengurangi ketergantungan petani pada perusahaan agrokimia, membuka peluang harga jual premium, dan membangun kemandirian lokal.</p>
<p><strong>FKBN Lamongan: Mempopulerkan Nilai Bela Negara dari Ladang ke Masyarakat.</strong></p>
<p>Jika Abah Mustain adalah arsitek di lapangan, maka Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan berperan sebagai penyambung lidah dan penggerak sosialisasi. FKBN, sebagai wadah yang menaungi para kader dengan semangat kebangsaan, melihat inovasi pertanian organik ini sebagai medium bela negara yang konkret dan aplikatif.</p>
<p>“Bela negara tidak melulu tentang wawasan kebangsaan di kelas atau pelatihan baris-berbaris. Bela negara yang hakiki adalah ketika kita mampu memastikan bangsa ini mandiri pangannya, sehat rakyatnya, dan lestari alamnya. Beras Terapan Organik ini adalah senjata kita,” jelas Saifudin Zuhri, Kepala Sub. Bagian Agro Industri, Pertanian, Perikanan dan Peternakan FKBN Lamongan.</p>
<p>FKBN aktif mempopulerkan produk ini melalui berbagai kanal. Mengorganisir kunjungan ke lahan percontohan di Sumurgenuk dan Sumberwudi Turi, mengadakan diskusi tentang pertanian berkelanjutan, dan membangun jaringan pemasaran yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen peduli.</p>
<p>Upaya ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa setiap butir nasi organik yang dikonsumsi adalah sebuah pilihan politik pangan pilihan untuk mendukung petani lokal, melindungi lingkungan, dan mengamalkan semangat cinta tanah air dalam keseharian.</p>
<p><strong>Tantangan dan Masa Depan: Menjaga Konsistensi dan Memperluas Dampak.</strong></p>
<p>Jalan menuju pertanian organik penuh bukan tanpa rintangan. Tantangan terbesar adalah mentalitas “instan”. Transisi dari sistem konvensional ke organik membutuhkan waktu (biasanya 2-3 tahun masa konversi) sebelum tanah benar-benar pulih dan hasil stabil. Selama itu, produktivitas bisa menurun, yang kerap membuat petani gentar. Selain itu, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih intensif, dan sertifikasi terapan pertanian Full organik yang kerapkali di nilai berbiaya tinggi masih menjadi penghalang bagi banyak petani kecil, padahal asumsi itu terpatahkan dan bisa lebih ekonomis jika petani menerapkan sistem Terapan Organik dengan membuat nutrisi dan pupuknya sendiri dari bahan alami.</p>
<p>FKBN Lamongan melihat ini sebagai perjuangan jangka panjang. Mereka berpegang pada prinsip bahwa nilai yang dibangun lebih berharga daripada keuntungan cepat. Untuk menghadapi tantangan pemasaran, mereka mengandalkan cerita di balik beras (storytelling) menjual bukan hanya produk, tetapi juga filosofi, perjuangan Abah mustain, dan kontribusi pada lingkungan. Pendekatan ini menarik segmen konsumen edukatif yang semakin melek kesehatan dan lingkungan.</p>
<p>Ke depan, visi mereka adalah menciptakan model yang bisa direplikasi. “Kami ingin Sumurgenuk menjadi desa percontohan Terapan Organik bagi Indonesia. Dari sini, kami harap semangat dan tekniknya menular ke desa-desa lain di Lamongan. Bayangkan jika semua sawah di Lamongan berproduksi secara organik, betapa besar dampaknya bagi kesehatan masyarakat di masa depan,” harap Ferry Fadli Kepala FKBN Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Beras Terapan Organik Bela Negara dari Lamongan pada akhirnya lebih dari sekadar komoditas. Ia adalah manifestasi dari sebuah gerakan sosial-ekologi yang menyatukan kecintaan pada ilmu pertanian tradisional yang arif, kesadaran lingkungan modern, dan semangat nasionalisme yang hidup. Setiap tumpukan gabah yang dihasilkan adalah testament bahwa membela negeri bisa dimulai dari pilihan paling dasar, bagaimana kita memperlakukan sejengkal tanah dan apa yang kita tanam untuk dihidangkan di atas piring nasi seluruh keluarga Indonesia. Inilah bela negara yang sesungguhnya yang tidak bersuara keras, tetapi tumbuh subur dan memberi kehidupan. (**FKBN/Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/beras-terapan-organik-bela-negara-wujud-patriotisme-dan-pertanian-ramah-lingkungan/">Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/kunjungan-bakorpus-fkbn-ke-lamongan-meninjau-hasil-terapan-pertanian-organik-bela-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 17:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Organik Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Bakorpus FKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=24621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara. Lamongan,Aksesnusantara.id – Komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk lokal mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada Bela Negara, FKBN. Pada Minggu dini hari (30/11/2025), sebuah produk beras unggulan asal Lamongan, yaitu Beras Terapan Organik Bela [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kunjungan-bakorpus-fkbn-ke-lamongan-meninjau-hasil-terapan-pertanian-organik-bela-negara/">Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> – Komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk lokal mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada Bela Negara, FKBN. Pada Minggu dini hari (30/11/2025), sebuah produk beras unggulan asal Lamongan, yaitu Beras Terapan Organik Bela Negara milik Saifudin Zuhri, mendapatkan kunjungan dan penilaian kelayakan langsung dari Kepala Badan Koordinator Pusat (Bakorpus) Forum Kader Bela Negara (FKBN), Angga Rahadian Tirtawijaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB ini menunjukkan keseriusan dan komitmen tinggi dari FKBN. Setibanya di Stasiun Babat, Angga Rahadian tidak langsung beristirahat. Ia justru langsung menuju ke lokasi untuk melihat dan meninjau secara langsung kualitas dan potensi beras organik karya anak bangsa tersebut. Kunjungan dini hari ini juga disertai dengan interaksi di kedai angkringan belakang kelurahan Babat, menunjukkan pendekatan yang langsung menyentuh akar rumput.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Beras Terapan Organik FKBN adalah Inovasi Pertanian yang Menjaga Alam dan Negeri. Beras Terapan Organik Bela Negara bukan sekadar produk pertanian biasa. Seperti namanya, beras ini dibudidayakan dengan metode Full organik, yang berarti bebas dari pupuk dan pestisida kimia sintetis. Praktik pertanian ini tidak hanya menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi konsumen, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,&#8221; Terang Angga Rahardian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penamaan &#8220;Bela Negara&#8221; pada produk ini mengandung makna filosofis yang dalam. Dalam konteks kontemporer, membela negara tidak lagi semata-mata di medan perang. Upaya menjaga kedaulatan pangan dengan memproduksi makanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan adalah salah satu bentuk aktualisasi bela negara di era modern. Dengan mengonsumsi dan mengembangkan produk dalam negeri yang berkualitas, masyarakat telah berkontribusi langsung pada penguatan ketahanan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses Penilaian dan Harapan untuk Pengembangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedatangan Kepala Bakorpus FKBN, Angga Rahadian Tirtawijaya, ke Lamongan memiliki tujuan strategis. Proses review dan penilaian kelayakan yang dilakukannya merupakan langkah awal yang krusial. FKBN, dengan jaringan dan perannya di tingkat nasional, dapat menjadi jembatan yang menghubungkan inovasi lokal dengan kebijakan strategis di tingkat pusat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Titik akhir yang diharapkan dari proses penilaian ini adalah mendapatkan pengakuan dan persetujuan (acc) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Jika disetujui, Beras Terapan Organik Bela Negara asal Lamongan ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas, baik sebagai bagian dari program logistik pangan yang lebih sehat bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun sebagai contoh model pertanian organik yang dapat direplikasi di daerah lain,&#8221; Tambah Kepala Bakorpus FKBN.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengembangan oleh Kemenhan akan membawa dampak yang signifikan. Selain memberikan market yang pasti dan stabil bagi petani, hal ini juga akan mendorong standar kualitas yang tinggi, alih teknologi, dan yang terpenting, memperkuat rantai pasok pangan dalam negeri yang resilient.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala FKBN Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, Muhammad Ferry Fadli, menuturkan bahwa di balik produk andalan ini, terdapat sosok formulator organik abah Mustain dan diaplikasikan oleh muridnya mas Saifudin Zuhri, Beras organik Bela Negara wujudnya. Keberhasilannya mengembangkan Beras Terapan Organik menunjukkan bahwa semangat, dedikasi dan inovasi tidak hanya ada di sektor pertanian dan perikanan, tapi juga di Semua sektor agro industri yang kedepannya untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional bagi masa depan bangsa dan negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dedikasinya dalam mengembangkan pertanian organik patut diacungi jempol. Bertani secara organik lebih ekonomis dengan penggunaan olahan organik bikinannya sendiri. Ketekunan dan keyakinan akan kualitas tanaman dan hasil produknya, Keberhasilan ini membuktikan bahwa pertanian organik itu yang terbaik dan harus di kembangkan di seluruh wilayah Indonesia,&#8221; kata M. Ferry Fadli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lanjutnya, Peningkatan Ekonomi Petani Lokal. Terbukanya pasar yang besar dan stabil akan meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor hilir. Jika nantinya dikembangkan oleh Kemenhan RI, dampaknya bagi pertanian nasional akan sangat luas. Selain itu, Pemetaan ulang citra dalam Pertanian di Kabupaten Lamongan tidak hanya dikenal dengan soto dan wisata baharinya, tetapi juga sebagai lumbung pangan organik berkualitas tinggi, yang dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantangan dan Langkah Ke Depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski prospeknya cerah, sejumlah tantangan harus diantisipasi. Konsistensi kualitas dan kuantitas produksi, skalabilitas usaha, serta sertifikasi resmi sebagai produk organik adalah beberapa hal yang perlu terus ditingkatkan. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, misalnya melalui Dinas Pertanian, sangat dibutuhkan untuk membantu petani dalam memenuhi standar-standar tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penguatan Ketahanan Pangan Nasional: Diversifikasi sumber pangan sehat dan berkelanjutan adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional. Keberhasilan model ini di Kabupaten Lamongan ini dapat menjadi pilot project untuk daerah-daerah penghasil pangan lainnya di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adanya dukungan dari institusi strategis seperti Kemenhan akan semakin mempopulerkan konsumsi beras organik di kalangan masyarakat luas dan mempromosikan gaya hidup sehat kepada generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan dan penilaian langsung oleh Kepala Bakorpus FKBN di tengah malam ini adalah sebuah sinyal yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk naik kelas dan mendapatkan perhatian di tingkat nasional. Semoga langkah awal ini diikuti dengan tindak lanjut yang konkret, sehingga Beras Terapan Organik Bela Negara dari Lamongan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga kontributor nyata bagi ketahanan pangan dan pembelaan negara melalui sektor pertanian. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kunjungan-bakorpus-fkbn-ke-lamongan-meninjau-hasil-terapan-pertanian-organik-bela-negara/">Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konsolidasi FKBN Pusat ke Lamongan, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/konsolidasi-fkbn-pusat-ke-lamongan-sinerginitas-pengembangan-program-pupuk-organik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 08:24:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsolidasi FKBN Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=5286</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsolidasi FKBN Pusat ke Lamongan, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik. Lamongan,Aksesnusantara.id &#8211; Konsolidasi FKBN Pusat ke Bakorda FKBN Lamongan dalam rangka sinergitas program pupuk organik di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Selasa, (20/06/2023). Hadir bersama Kepala Badan Koordinator Pusat Angga Rahadian Tirtawijaya dan Forum Kader Bela Negara Badan Koordinator Daerah Wonogiri diwakili Rudi Sinduwardana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/konsolidasi-fkbn-pusat-ke-lamongan-sinerginitas-pengembangan-program-pupuk-organik/">Konsolidasi FKBN Pusat ke Lamongan, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konsolidasi FKBN Pusat ke Lamongan, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Konsolidasi FKBN Pusat ke Bakorda FKBN Lamongan dalam rangka sinergitas program pupuk organik di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Selasa, (20/06/2023).</p>
<p>Hadir bersama Kepala Badan Koordinator Pusat Angga Rahadian Tirtawijaya dan Forum Kader Bela Negara Badan Koordinator Daerah Wonogiri diwakili Rudi Sinduwardana kebetulan Direktur Badan Usaha Milik Desa Pare dan Murwoto Pengurus FKBN Wonogiri kebetulan Direktur Badan Usaha Milik Desa Selomakmur, serta Anggota FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Pertanian adalah salah satu sektor penting dan fundamental bagi bangsa. akibat perang rusia Ukraina sampai ke Indonesia, harga pupuk melonjak. Melonjaknya harga pupuk, sebab mayoritas suplai bahan pupuk di Indonesia berasal dari negara yang tengah berkonflik tersebut. Rantai pasok yang terganggu, sehingga menyebabkan harga pupuk naik signifikan.</p>
<p>Akibat invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022, Bahkan sampai saat ini kenaikan harga masih berlanjut. Melihat kondisi itu, di tahun 2023 ini harusnya menjadi refleksi kesadaran semua petani untuk kebangkitan agro organik di Indonesia. Baik pertanian maupun perikanan, dan penggunaan terapan ilmu organik itu bisa juga diterapkan di sektor peternakan dan perkebunan.</p>
<p>Untuk itu, FKBN Pusat (Bakorpus) tergerak untuk konsolidasi ke Bakorda FKBN Lamongan dan tuban dalam rangka sinergitas pengembangan program pupuk organik.</p>
<p>Desa Sumurgenuk Babat sudah menerapkan sejak tahun 1980 dan bisa diakui sebagai sentra pertanian organik di Kabupaten Lamongan. Sejak tahun 80an, Beliau, Bapak drs. Mustain S.Pd sudah memulai membuat dan menerapkan penggunaan organik di lahan pertanian miliknya sendiri, dengan melakukan berbagai uji coba dan membuktikan kepada masyarakat sekitar desanya bahwa pupuk organik sangat baik bagi lahan sawah dan juga hasil pertaniannya.</p>
<figure id="attachment_5288" aria-describedby="caption-attachment-5288" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://aksesnusantara.id/konsolidasi-fkbn-pusat-ke-lamongan-sinerginitas-pengembangan-program-pupuk-organik/img-20230621-wa0033/" rel="attachment wp-att-5288"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5288 size-full" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=1280%2C1280&#038;ssl=1" alt="" width="1280" height="1280" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=1024%2C1024&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=768%2C768&amp;ssl=1 768w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=75%2C75&amp;ssl=1 75w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=750%2C750&amp;ssl=1 750w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0033.jpg?resize=1140%2C1140&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /></a><figcaption id="caption-attachment-5288" class="wp-caption-text">Konsolidasi FKBN Pusat ke Lamongan, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik. Foto: FKBN/Selasa,(20/06/2023).</figcaption></figure>
<p>Abah mustain panggilan akrabnya dapat dikatakan sebagai salah satu tokoh masyarakat, pelaku organik, aktivis pertanian lamongan, yang menjadi bahan rujukan, diskusi dan belajar dari berbagai petani di beberapa wilayah di Indonesia. Bukan hanya petani di Kabupaten Lamongan, atau sekitar jatim, bahkan pernah menularkan ilmu dan wawasannya untuk beberapa petani di jabar dan di jateng yang diikuti juga oleh petani luar pulau saat diadakannya seminar pelatihan organik di sana.</p>
<p>Abah mustain mendukung sepenuhnya rencana pengembangan sektor pertanian organik ini dan mendoakan supaya program pupuk organik bisa berjalan dengan lancar.</p>
<p>&#8220;Sejak tahun 80-an sudah membuat dan menerapkan sistem pertanian organik. Penelitian itu buat dan tetapkan di lahan sendiri saat itu, dan sampai sekarang. Alhamdulillah hasilnya baik jika kita paham cara dan bagaimana penerapannya yang benar. Ilmu tentang Organik ini turun temurun dan juga saya kembangkan sendiri dengan banyak penelitian. Banyak juga petani, kelompok tani atau santri dari berbagai pondok. Sejak dulu sering kali di undang untuk menjadi narasumber di pelatihan pertanian organik di berbagai daerah,&#8221; ungkap pak mustain. Selasa (20/06/2023).</p>
<p>Bakorpus FKBN, Angga Rahardian Tirtawijaya meminta semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagai salah satu solusi terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.</p>
<p>&#8220;Keuntungan penggunaan pupuk organik bisa diterapkan di semua sektor, baik pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan. Kita buat sendiri dengan bahan dari alam, lingkungan sekitar. Biayanya juga ekonomis serta aman bagi manusia dan alam, tanah karena tidak mengandung bahan kimia. Saatnya para petani sadar akan pentingnya penerapan organik, apalagi sekarang pupuk langka dan mahal. Kita harus bisa berdaya dan membuat pupuk organik kita sendiri, baik itu pupuk organik, probiotik, nutrisi, obat penangkal hama, dan juga mikroba,&#8221; terang Angga Rahardian Tirtawijaya.</p>
<p>Ditambahkan olehnya, &#8220;Pertanian adalah sektor utama, apalagi bangsa kita ini kaya akan sumber daya alam. Sudah saatnya kita para petani, belajar membuat pupuk sendiri dan lebih berdaya, berdiri di kaki sendiri menuju kemandirian ketahanan pangan nasional yang hakiki seperti yang sudah diajarkan para leluhur, nenek moyang kita, hal ini juga diidamkan para pendahulu bangsa ini sejak dulu kala,&#8221; tuturnya.</p>
<figure id="attachment_5289" aria-describedby="caption-attachment-5289" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://aksesnusantara.id/konsolidasi-fkbn-pusat-ke-lamongan-sinerginitas-pengembangan-program-pupuk-organik/img-20230621-wa0026/" rel="attachment wp-att-5289"><img decoding="async" class="wp-image-5289 size-full" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?resize=1280%2C719&#038;ssl=1" alt="" width="1280" height="719" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?resize=1024%2C575&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?resize=768%2C431&amp;ssl=1 768w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?resize=750%2C421&amp;ssl=1 750w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230621-WA0026.jpg?resize=1140%2C640&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /></a><figcaption id="caption-attachment-5289" class="wp-caption-text">Konsolidasi FKBN Pusat ke FKBN Tuban, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik dan Toko Rakyat.</figcaption></figure>
<p>Bakorpus FKBN juga menyampaikan rencana awal bulan juli nanti di laksanakan uji coba tahap ke dua penanaman Pupuk organik di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.</p>
<p>Saat pertemuan di tuban, angga rahadian tirtawijaya juga menyampaikan rencana pelantikan Bakorda Se-Kabupaten/Kota FKBN dan Bakorwil Jawa Timur yang rencananya dilaksanakan bulan agustus 2023 agar disiapkan dengan matang. (F2)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/konsolidasi-fkbn-pusat-ke-lamongan-sinerginitas-pengembangan-program-pupuk-organik/">Konsolidasi FKBN Pusat ke Lamongan, Sinerginitas Pengembangan Program Pupuk Organik.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5286</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sentra Organik di Kabupaten Lamongan, Desa Sumurgenuk Babat, Sudah Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/sentra-organik-di-kabupaten-lamongan-desa-sumurgenuk-babat-sudah-menerapkan-pertanian-organik-sejak-tahun-80an/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 03:44:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sumurgenuk Babat]]></category>
		<category><![CDATA[Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an.]]></category>
		<category><![CDATA[Sentra Organik di Kabupaten Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=4523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sentra Organik di Kabupaten Lamongan, Desa Sumurgenuk Babat, Sudah Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an. Lamongan,Aksesnusantara.id &#8211; Sejak tahun 80-an Beliau, Bapak drs.Mustain S.Pd sudah memulai membuat dan menerapkan penggunaan organik di lahan pertanian miliknya sendiri, dengan melakukan berbagai uji coba dan membuktikan kepada masyarakat sekitar desanya bahwa pupuk organik sangat baik bagi lahan sawah dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/sentra-organik-di-kabupaten-lamongan-desa-sumurgenuk-babat-sudah-menerapkan-pertanian-organik-sejak-tahun-80an/">Sentra Organik di Kabupaten Lamongan, Desa Sumurgenuk Babat, Sudah Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sentra Organik di Kabupaten Lamongan, Desa Sumurgenuk Babat, Sudah Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Sejak tahun 80-an Beliau, Bapak drs.Mustain S.Pd sudah memulai membuat dan menerapkan penggunaan organik di lahan pertanian miliknya sendiri, dengan melakukan berbagai uji coba dan membuktikan kepada masyarakat sekitar desanya bahwa pupuk organik sangat baik bagi lahan sawah dan juga hasil pertaniannya.</p>
<p>Beliau dapat dikatakan sebagai salah satu tokoh masyarakat, pelaku organik, aktivis pertanian lamongan, yang menjadi bahan rujukan, diskusi dan belajar dari berbagai petani di beberapa wilayah di Indonesia. Bukan hanya petani di kabupaten Lamongan, atau sekitar jatim, bahkan pernah menularkan ilmu dan wawasannya untuk beberapa petani di jabar dan di jateng yang diikuti juga oleh petani luar pulau saat diadakannya seminar pelatihan organik di sana.</p>
<p>&#8220;Sejak tahun 80-an saya sudah mulai membuat dan menerapkan sistem pertanian organik. Penelitian itu buat dan tetapkan di lahan sendiri saat itu, dan sampai sekarang. Alhamdulillah hasilnya baik jika kita paham cara dan bagaimana penerapannya yang benar. Ilmu tentang Organik ini turun temurun dan juga saya kembangkan sendiri dengan banyak penelitian. Banyak juga petani, kelompok tani atau santri dari berbagai pondok di wilayah jabar dan jateng yang belajar disini untuk membuat pupuk organik. Sejak dulu sering kali di undang untuk menjadi narasumber di pelatihan pertanian organik di berbagai daerah,&#8221; ungkap pak mustain. Minggu, (29/01/2023).</p>
<figure id="attachment_4526" aria-describedby="caption-attachment-4526" style="width: 792px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://aksesnusantara.id/sentra-organik-di-kabupaten-lamongan-desa-sumurgenuk-babat-sudah-menerapkan-pertanian-organik-sejak-tahun-80an/img_20230130_101811/" rel="attachment wp-att-4526"><img decoding="async" class="wp-image-4526 size-full" src="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/01/IMG_20230130_101811.jpg?resize=792%2C592&#038;ssl=1" alt="" width="792" height="592" srcset="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/01/IMG_20230130_101811.jpg?w=792&amp;ssl=1 792w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/01/IMG_20230130_101811.jpg?resize=300%2C224&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/01/IMG_20230130_101811.jpg?resize=768%2C574&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2023/01/IMG_20230130_101811.jpg?resize=750%2C561&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 792px) 100vw, 792px" data-recalc-dims="1" /></a><figcaption id="caption-attachment-4526" class="wp-caption-text">Sentra Organik di Kabupaten Lamongan, Desa Sumurgenuk Babat, Sudah Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an. Foto : Ist.</figcaption></figure>
<p>Pertanian adalah salah satu sektor penting dan fundamental bagi bangsa. akibat perang rusia Ukraina sampai ke Indonesia, harga pupuk melonjak sampai 242%.</p>
<p>Di Indonesia, melonjaknya harga pupuk, Sebab mayoritas suplai bahan pupuk di Indonesia berasal dari negara yang tengah berkonflik tersebut. Rantai pasok yang terganggu, sehingga menyebabkan harga pupuk naik signifikan.</p>
<p>Mengutip pernyataan Mentan yang mengatakan, Sebelum masa pandemi, harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022, Bahkan sampai saat ini kenaikan harga masih berlanjut. Mentan juga meminta semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagai salah satu solusi terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.</p>
<p>Melihat kondisi itu, di tahun 2023 ini harusnya menjadi refleksi kesadaran semua petani untuk kebangkitan agro organik di Indonesia. Baik pertanian maupun perikanan, dan penggunaan terapan ilmu organik itu bisa juga diterapkan di sektor peternakan dan perkebunan juga ungkap pak mustain.</p>
<p>&#8220;Keuntungan penggunaan pupuk organik bisa diterapkan di semua sektor, baik pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan. Kita buat sendiri dengan bahan dari alam, lingkungan sekitar. Biayanya juga ekonomis serta aman bagi manusia dan alam, tanah karena tidak mengandung bahan kimia. Saatnya para petani sadar akan pentingnya penerapan organik, apalagi sekarang pupuk langka dan mahal. Kita harus bisa berdaya dan membuat pupuk organik kita sendiri, baik itu pupuk organik, probiotik, nutrisi, obat penangkal hama, dan juga mikroba,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tak hanya petani atau kelompok tani yang belajar kepada beliau secara gratis, para santri-santri pondok langitan dan beberapa pondok dari luar Kabupaten Lamongan yang juga menempa ilmu dan wawasan tentang Organik serta herbal kepadanya, beliau biasa disebut kyai organik oleh para santri.</p>
<p>&#8220;Pertanian adalah sektor utama, apalagi bangsa kita ini kaya akan sumber daya alam. Sudah saatnya kita para petani, belajar membuat pupuk sendiri dan lebih berdaya, berdiri di kaki sendiri menuju kemandirian ketahanan pangan nasional yang hakiki seperti yang sudah diajarkan para leluhur, nenek moyang kita, hal ini juga diidamkan para pendahulu bangsa ini sejak dulu kala,&#8221; pungkasnya. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/sentra-organik-di-kabupaten-lamongan-desa-sumurgenuk-babat-sudah-menerapkan-pertanian-organik-sejak-tahun-80an/">Sentra Organik di Kabupaten Lamongan, Desa Sumurgenuk Babat, Sudah Menerapkan Pertanian Organik Sejak Tahun 80an.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lamongan Kembangkan Pengendalian Hama Blas Melalui Gerdal Dengan Menggunakan Drone</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/lamongan-kembangkan-pengendalian-hama-blas-melalui-gerdal-dengan-menggunakan-drone/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 16:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro]]></category>
		<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[DKPP]]></category>
		<category><![CDATA[drone]]></category>
		<category><![CDATA[Hama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=3807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aksesnusantara.id &#8211; Lamongan, Serangan hama dan penyakit tanaman merupakan masalah yang kerap dihadapi petani di tanah air tak terkecuali di Lamongan. Agar hal tersebut tidak mengakibatkan produktivitas menurun, Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (KPP) melakukan gerakan pengendalian penyakit blas (Magnaporthe oryzae). Kegiatan pengendalian hama blas dengan gerdal/penyemprotan menggunakan agensi hayati dilahan seluas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/lamongan-kembangkan-pengendalian-hama-blas-melalui-gerdal-dengan-menggunakan-drone/">Lamongan Kembangkan Pengendalian Hama Blas Melalui Gerdal Dengan Menggunakan Drone</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Lamongan, Serangan hama dan penyakit tanaman merupakan masalah yang kerap dihadapi petani di tanah air tak terkecuali di Lamongan. Agar hal tersebut tidak mengakibatkan produktivitas menurun, Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (KPP) melakukan gerakan pengendalian penyakit blas (Magnaporthe oryzae).</p>
<p>Kegiatan pengendalian hama blas dengan gerdal/penyemprotan menggunakan agensi hayati dilahan seluas 10 hektar di Desa Blawirejo Kecamatan Kedungpring, Kamis (2/5) itu tak berlangsung lama, karena dilakukan dengan sistem pembasmi hama dan penyakit tanaman melalui udara dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak (Drone).</p>
<p>Diungkapkan Bupati Yes sesaat sebelum melakukan penyemprotan dengan drone, selain gerakan pengendalian penyakit dengan agensi hayati juga perlu dibantu dengan teknologi pertanian modern dan canggih. Sehingga terjadi efesiensi biaya maupun waktu.</p>
<p>“Saya harap kedepan modernisasi pertanian harus dibantu dengan peralatan modern dan canggih seperti yang kita lakukan sekarang. Ini adalah sebuah pengenalan kepada masyarakat mulai dari pengolahan sampai pasca panen kita kenalkan teknologi pertanian,” tutur Bupati Yes.</p>
<p>Meski saat ini baru dikenalkan di wilayah Kedungpring, Bupati Yes berharap akan segera dikembangkan diseluruh Lamongan. Selain itu beliau juga meminta pendampingan kepada para petani supaya produktivitas Lamongan sebagai penyumbang padi terbesar ke lima di Indonesia dapat terus terjaga.</p>
<p>Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (KPP) Sukriyah menjelentrehkan, hingga bulan ini luasan tanam padi di Lamongan berada diangka 116.519 hektar dengan luasan panen sudah mencapai 68.238 hektar. Artinya masih ada 48.281 hektar tanaman belum panen yang harus dijaga agar bisa panen pada waktunya.</p>
<figure id="attachment_3809" aria-describedby="caption-attachment-3809" style="width: 719px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://aksesnusantara.id/lamongan-kembangkan-pengendalian-hama-blas-melalui-gerdal-dengan-menggunakan-drone/20220602_221228/" rel="attachment wp-att-3809"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3809 size-full" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2022/06/20220602_221228.jpg?resize=719%2C399&#038;ssl=1" alt="" width="719" height="399" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2022/06/20220602_221228.jpg?w=719&amp;ssl=1 719w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2022/06/20220602_221228.jpg?resize=300%2C166&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 719px) 100vw, 719px" data-recalc-dims="1" /></a><figcaption id="caption-attachment-3809" class="wp-caption-text">Gambar 1. Pak Yes ketika meninjau kegiatan penyemprotan hama melalui <em>drone.</em></figcaption></figure>
<p>“Mengingat kelembaban dan temperatur di Kabupaten Lamongan masih relatif tinggi, masih sering terjadi mendung menggumpal diprediksi ada beberapa penyakit salah satunya blas ini,” tuturnya.</p>
<p>Sukriyah juga mengungkapkan, kegiatan dalam rangka mitigasi dan pencegahan serta penanganan serangan blas juga diperlukan satu komitmen gerakan pengendalian bersama yang efektif yang ramah lingkungan.</p>
<p>Selain efektif dalam penggunaan pupuk, lanjut Sukriyah, dengan menggunakan drone juga dapat menghemat biaya dimana dalam 1 hektar tanah hanya memerlukan waktru 10 menit. “Dengan penyemprotan melalui drone ini akan semakin efektif dan efesien. Semoga teknologi modern ini semakin memudahkan petani,” imbuhnya.</p>
<p>Penyakit blas atau busuk leher sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur pylicularia grisea. Jamur ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari fase pembibitan sampai pada fase generative (produktif). Jika tidak segera ditangani hal tersebut mengakibatkan penurunan hasil pertanian dan perkebunan yang dapat mengancam ketahanan pangan di Indonesia.(Hms)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/lamongan-kembangkan-pengendalian-hama-blas-melalui-gerdal-dengan-menggunakan-drone/">Lamongan Kembangkan Pengendalian Hama Blas Melalui Gerdal Dengan Menggunakan Drone</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Gembira Bisa Merasakan Hasil Panin Bawang Merah Milik Kepala Desa</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/warga-desa-manyar-kecamatan-sekaran-lamongan-gembira-bisa-merasakan-hasil-panin-bawang-merah-milik-kepala-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 21:11:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=2972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lamongan, Aksesnusantara.id &#8211; Warga Desa Manyar, Kususnya Emak emak merasa senang dan terbantu ekonomi nya dengan keberhasilan tanaman Bawang merah di desa tersebut hasil dari inisiatif penanaman Bawang merah yang sebelumnya belum ada, sekarang ada dan  nyata. Penaman tersebut dihasilkan dari lahan Rawa, yang dulunya hanya bisa di tanam Jagung saat musim kemarau, dengan hasil [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/warga-desa-manyar-kecamatan-sekaran-lamongan-gembira-bisa-merasakan-hasil-panin-bawang-merah-milik-kepala-desa/">Warga Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Gembira Bisa Merasakan Hasil Panin Bawang Merah Milik Kepala Desa</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lamongan, Aksesnusantara.id &#8211; Warga Desa Manyar, Kususnya Emak emak merasa senang dan terbantu ekonomi nya dengan keberhasilan tanaman Bawang merah di desa tersebut hasil dari inisiatif penanaman Bawang merah yang sebelumnya belum ada, sekarang ada dan  nyata. Penaman tersebut dihasilkan dari lahan Rawa, yang dulunya hanya bisa di tanam Jagung saat musim kemarau, dengan hasil uji coba tersebut. PUJI RAHAYU SAPUTRO selaku Kepala Desa Manyar, yang di bantu warga dan Kelompok (GHIPPA) bisa mempekerjakan warganya molai dari proses persiapan lahan, tanam, perawatan sampai panin dari hasil panin Bawang merah yang melimpah, yang dulunya belum pernah ada sekarang ada di Desa Manyar Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan Jawa Timur.</p>
<p>Bu Kesmiaten, merasa senang dan bahagia, di sela sela kesibukanya saat bekerja, dikarnakan bisa bekerja dan medapakan uang dari hasil kerja memproses bawang setelah panin Bawang merah, milik kepala desa, dan bisa buat bantu kelurga.</p>
<p>&#8220;Ya saya senang sekalii mas media, saya bisa memperoleh uang untuk membeli kubutuhan pokok dari hasil kerja  Bawang merah milik Pak kades puji,&#8221; ucap Kesmiaten warga setempat.</p>
<p>Senada, Afif selaku (GHIPPA) sangat menginspirasi dan medukung sekali, dalam uji coba penanaman tanam Bawang merah dilahan milik pak kades Puji, yang sangat produktif. Untuk Setral Bawang merah di Lamongan, kususnya Desa Manyar ini, di karankan dulunya Para Petani hanya bisa taman Jagung di saat musim kemarau atau istilah Lahan tidur. Akan tetapi sekarang bisa taman Bawang merah, karna tanahnya sangat subur dan Produktif, dan beliau juga siap memfasilitasi dan mendampingi masyarakat  tani dalam budidaya tanam bawang merah, mulai persiapan lahan, tanam, perawatan sampai panin, sebagai tambahan pengasilan para petani, kususnya para warga petani yang mempunyai lahan garapan lahan Rawa Manyar, yang sudah mendapat ijin pengelolaan dan pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan di lahan tersebut. Yang penting tidak merubah alih fungsi Rawa tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya Program pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi pasca covid-19 dari kementrian dan pemerintah pusat, karna ini sangat membantu dan efektif untuk melibatkan secara langsung peran serta warga masyarakat dalam perputaran perekonomian warga setempat, seperti tanam Bawang merah di Lamongan, kususnya desa Manyar. Dengan memanfaatkan lahan yang tersebut, ayo bersama-sama kita tingkatkan ekonomi dengan menanam Bawang merah, mari kita jadikan Sekaran kususnya Desa Manyar, sebagai Sentral tanaman bawang merah, degan seperti itu saya sangat optimis pertumbuhan ekonomi akan meningkat karna akan banyak tenaga kerja masyarakat yang akan terlibat dengan adanya kegiatan tersebut. Bagi warga masyarakat yang mempunyai lahan garapan di Rawa Manyar, ayo kita manfaatkan lahan-lahan panjenengan yang selama ini &#8220;bero&#8221; atau nganggur kita manfaatkan, asalkan tidak merubah alih fungsi Kegunaan Rawa tersebut,&#8221; tutur Afif.</p>
<p><a href="https://aksesnusantara.id/warga-desa-manyar-kecamatan-sekaran-lamongan-gembira-bisa-merasakan-hasil-panin-bawang-merah-milik-kepala-desa/img-20211115-wa0085/" rel="attachment wp-att-2973"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2973" src="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=1600%2C1338&#038;ssl=1" alt="" width="1600" height="1338" srcset="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=300%2C251&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=1024%2C856&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=768%2C642&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=1536%2C1284&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=750%2C627&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211115-WA0085.jpg?resize=1140%2C953&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama. Puji Rahayu Saputro selaku Kepa Desa Manyar, dan juga  pemilik tanaman Bawang tersebut, menyampaikan dengan senyum dan keramahan kepada awak media ini, dengan adanya panen hasil uji coba tanam Bawang yang pertama ini, kami sangat bersyukur dan senang karna  di masa uji coba tanam yang pertama hasil nya luar biasa di dukung tanah yang sangat subur. Dengan adanya komoditi tanaman bawang yang bisa dan cocok di tanam di lahan Rawa, untuk mencoba mengikuti menanam bawang merah sehingga akan membuka peluang dan lapangan pekerjaan, warga masyarakat Desa. Beliau sebagai waraga sekaligus kepala Desa, berkreasi, berinovasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa kususnya ibu-ibu warga Desa Manyar.</p>
<p>&#8220;Ya alhamdulillah.. Dari tanam bawang inilah mulai nampak terlihat ada aktivitas dan geliat yang bisa dikerjakan oleh ibu-ibu warga desa kami, semoga berawal dari sini dapat tumbuh kembangkan  ekonomi dan pendapatan masyarakat, baik sekala Desa Manyar sendiri lebih-lebih sekala kabupaten Lamongan,&#8221;tutur Puji.</p>
<p>Lanjut Puji saya punya inisiatif dan sudah berjalan, dengan memanfaatkan lahan rawa Manyar yang selama ini (tidur atau bero) di kala musih hujan lahan sawah hanya bisa untuk menanam Padi dan kemarau ada juga yang menanam  Jagung. Akan tetapi menanam jagung banyak sekali kendala kususnya hama tikus sehingga di musim kemarau beberapa tahun ini membiarkan lahanya (bero). Tetapi sekarang bisa menanam Bawang merah yang resiko serangan hama lebih rendah dan secara nilai ekonomisnya lebih tinggi. harapan kami kepada para Petani mari belajar tanam Bawang merah di saat lahan sawah atau Rawa di musih kemarau, dikarnakan Bawang merah sangat Produktif di tanam di lahan Sawa dan Rawa area Manyar ini.  Tidak memakan waktu lama, dari mulai tanan hinga perawatan sampai panin, haya kurang lebih (dua bulan),&#8221; pukas puji. (*SC)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/warga-desa-manyar-kecamatan-sekaran-lamongan-gembira-bisa-merasakan-hasil-panin-bawang-merah-milik-kepala-desa/">Warga Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Gembira Bisa Merasakan Hasil Panin Bawang Merah Milik Kepala Desa</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2972</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Di Indahkan, Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Panggil Oknum Koperasi Simpan Pinjam Yang Di Duga Peras Nasabah</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/tak-di-indahkan-kepala-dinas-koperasi-dan-usaha-mikro-panggil-oknum-koperasi-simpan-pinjam-yang-di-duga-peras-nasabah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jurnalis akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2021 15:59:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=1679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aksesnusantara.id &#124; Lamongan – Lagi, bukan hanya sekali ini saja kejadian pemerasan oleh oknum Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Kali ini Koperasi Central Artha Niaga yang beralamatkan Jl. Raya Mantub No. 104 Desa Pule Kecamatan Tikung, yang diduga mencoba memeras nasabahnya. Bagaimana tidak, bunga dari pinjaman sangat mencekik nasabah, pasalnya selain bunga dari pinjaman, denda untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/tak-di-indahkan-kepala-dinas-koperasi-dan-usaha-mikro-panggil-oknum-koperasi-simpan-pinjam-yang-di-duga-peras-nasabah/">Tak Di Indahkan, Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Panggil Oknum Koperasi Simpan Pinjam Yang Di Duga Peras Nasabah</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aksesnusantara.id | Lamongan – Lagi, bukan hanya sekali ini saja kejadian pemerasan oleh oknum Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Kali ini Koperasi Central Artha Niaga yang beralamatkan Jl. Raya Mantub No. 104 Desa Pule Kecamatan Tikung, yang diduga mencoba memeras nasabahnya.</p>
<p>Bagaimana tidak, bunga dari pinjaman sangat mencekik nasabah, pasalnya selain bunga dari pinjaman, denda untuk keterlambatan pembayaran pun berkali-kali lipat, bahkan ada nasabah yang sudah lunas membayar pinjamannya pun jaminan masih belum dikasihkan kalau belum membayar sejumlah nominal untuk pengambilan jaminan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1680 aligncenter" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/agus.jpg?resize=373%2C427&#038;ssl=1" alt="" width="373" height="427" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/agus.jpg?w=373&amp;ssl=1 373w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/agus.jpg?resize=262%2C300&amp;ssl=1 262w" sizes="auto, (max-width: 373px) 100vw, 373px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Lamongan (Drs. Agus Suyatno, MM) saat dikonfirmasi wartawan via whatsapp membenarkan kejadian itu, “Kita sudah panggil mas, tidak hanya sekali, sudah dua kali kita panggil tetapi tidak di indahkan oleh pihak KSP Central Artha Niaga,” ujar Kepala Dinas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disisi lain, Muklas selaku ketua AMLA (Aliansi Masyarakat Lamongan) menerangkan, “Koperasi ini tidak hanya sekali mencoba memeras nasabahnya, bahkan ada tindakan pengancaman yang dilakukan oknum koperasi ini, bahkan si penagih atau collector sekaligus pimpinan cabang dari Koperasi Central Artha Niaga (beinisial Ip) menantang untuk menaikkan masalah ini kepada saya,” ujar Muklas.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1681 aligncenter" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/amla.jpg?resize=1080%2C470&#038;ssl=1" alt="" width="1080" height="470" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/amla.jpg?w=1080&amp;ssl=1 1080w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/amla.jpg?resize=300%2C131&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/amla.jpg?resize=1024%2C446&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/06/amla.jpg?resize=768%2C334&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kita nuntut tiga hal dalam masalah ini, agar masyarakat tidak jadi korban lagi oleh tindakan semena-mena oknum koperasi, yakni kita minta dibekukannya ijin usaha dari KSP Central Artha Niaga, yang kedua kita minta ditutupnya usaha KSP Central Artha Niaga, dan yang ketiga, yang terpenting kita minta dibubarkannya sampai akar mafia koperasi, kalau perlu kita akan tempuh jalur hukum mengenai masalah ini, karna sudah memenuhi syarat dalam tindakan pemerasan,” imbuh Muklas.</p>
<p>Sampai berita ini diturunkan, belum ada itikat baik dari pihak KSP Central Artha Niaga. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/tak-di-indahkan-kepala-dinas-koperasi-dan-usaha-mikro-panggil-oknum-koperasi-simpan-pinjam-yang-di-duga-peras-nasabah/">Tak Di Indahkan, Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Panggil Oknum Koperasi Simpan Pinjam Yang Di Duga Peras Nasabah</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Yes Dampingi Khofifah Temui Gapoktan Lamongan, Guna Stabilkan Harga</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/bupati-yes-dampingi-khofifah-temui-gapoktan-lamongan-guna-stabilkan-harga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jurnalis akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 12:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lamongan, AksesNusantara.id &#8211; Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lamongan, Minggu (4/4), Gubernur Jawa Timur Khofifah di dampingi Bupati Yes mengunjungi salah satu titik penggilingan padi milik Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). “menjelang bulan Ramadhan ini masyarakat harus merasa aman, bahwa sembako aman stock nya dan harganya stabil. Bahkan harga beras relatif menurun,” tutur Khofifah di hadapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/bupati-yes-dampingi-khofifah-temui-gapoktan-lamongan-guna-stabilkan-harga/">Bupati Yes Dampingi Khofifah Temui Gapoktan Lamongan, Guna Stabilkan Harga</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lamongan, AksesNusantara.id &#8211; Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lamongan, Minggu (4/4), Gubernur Jawa Timur Khofifah di dampingi Bupati Yes mengunjungi salah satu titik penggilingan padi milik Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).</p>
<p>“menjelang bulan Ramadhan ini masyarakat harus merasa aman, bahwa sembako aman stock nya dan harganya stabil. Bahkan harga beras relatif menurun,” tutur Khofifah di hadapan Pers sebelum berangkat ke tempat penggilingan padi Kelompok Tani Mawar, Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Kabupaten Lamongan adalah penghasil beras terbesar di Jawa Timur, menurut data Kabupaten Lamongan Dalam Angka tahun 2020, produksi padi Lamongan sebesar 1.173 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 753 ton beras. Sehingga tahun 2020 lalu, Kabupaten Lamongan surplus beras sebesar 564 ton.</p>
<p>“Lamongan produksi tertinggi dari gabah dan beras di Jawa Timur. Oleh karena itu kita akan mengkoordinasikan untuk bisa membantu penyerapan di luar dari pada Bulog. Jadi Pemprop bersama Baznas Propinsi Jawa Timur, mulai hari ini akan menyerap beras yang di penggilingan-penggilingan terutama milik Gapoktan supaya harga segera stabil.” Lanjutnya.</p>
<p>Di awal musim panen akhir Pebruari hingga minggu kedua Maret, harga jual gabah di Kabupaten Lamongan sempat mengalami koreksi dari HPP (Harga Pokok Penjualan) yang ditetapkan, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap rendemen. Selain itu adanya wacana impor beras oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan juga ikut mempengaruhi harga di tingkat petani.</p>
<p><a href="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/serap-gabah-6.jpeg?ssl=1"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-853" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/serap-gabah-6.jpeg?resize=1280%2C853&#038;ssl=1" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/serap-gabah-6.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/serap-gabah-6.jpeg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/serap-gabah-6.jpeg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/serap-gabah-6.jpeg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Sementara Untuk mengantisipasi terjadinya koreksi atau penurunan harga gabah yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah berinisiasi dan mendorong serta berupaya agar harga gabah di tingkat petani sesuai dengan HPP atau di atas HPP.</p>
<p>Diantaranya dengan melakukan kunjungan oleh Bupati Yes ke Bulog untuk mendorong penyerapan hasil panen padi oleh Bulog dan seluruh pengelola lumbung padi. Tidak berhenti di sana, koordinasi dengan Tim Monitoring Serap Gabah Kementerian Pertanian agar Bulog beserta pengelola lumbung/penggilingan (Perpadi) untuk mengoptimalkan penyerapan gabah /beras di tingkat petani pun juga telah dilakukan.</p>
<p>“Ibu Gubernur berkunjung ini merupakan upaya untuk mempercepat penyerapan gabah dan beras. Mudah-mudahan Ibu dapat memberi solusi untuk kebaikan anda semua,” sambut Yes dalam audiensi dengan Kelompok Petani.</p>
<p>“Saya di sini ingin memastikan ada beras yang dibeli dengan harga di bawah HPP. Karena di bawah standarnya Bulog. Testimoni panjenengan semoga ada yang merekam sehingga saya bisa menyampaikan suara dari para petani dan penggilingan padi. Saya sudah menyampaikan agak detail kepada Bapak Presiden dan menteri-menteri. Bahwa Jawa Timur surplus beras. Kemudian tentang kebijakan impor beras, sebenarnya masih indent bahasanya seperti itu. Namun berita sudah terlanjur menyebar sehingga mempengaruhi harga. Monggo kita bersama-sama mencari solusi. Untuk teknis penyerapan oleh Baznas monggo dibicarakan dengan Kepala Dinas Pertanian,” terang Khofifah mengakhiri audiensi. (red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/bupati-yes-dampingi-khofifah-temui-gapoktan-lamongan-guna-stabilkan-harga/">Bupati Yes Dampingi Khofifah Temui Gapoktan Lamongan, Guna Stabilkan Harga</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">856</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Inspiratif, Pioner Kelapa Kopyor Asli, Rozikin Inginkan Lamongan Jadi Salah Satu Sentra Agro Kelapa Kopyor</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/pemuda-inspiratif-pioner-kelapa-kopyor-asli-rozikin-inginkan-lamongan-jadi-salah-satu-sentra-agro-kelapa-kopyor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jurnalis akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2021 04:32:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=831</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lamongan, Aksesnusantara.id &#8211; Rasanya manis, Daging buahnya agak krispi, tidak lembek seperti kelapa muda Dan yang pasti menyegarkan jika di buat es, demikian saat merasakan olahan buah kelapa kopyor ini. Usia pohon kelapa sekitar 4 tahun, tetapi tingginya kurang dari 2 meter. Sehingga untuk memanennya, tidak perlu memanjat, cukup dengan berdiri dan langsung mengambil buahnya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/pemuda-inspiratif-pioner-kelapa-kopyor-asli-rozikin-inginkan-lamongan-jadi-salah-satu-sentra-agro-kelapa-kopyor/">Pemuda Inspiratif, Pioner Kelapa Kopyor Asli, Rozikin Inginkan Lamongan Jadi Salah Satu Sentra Agro Kelapa Kopyor</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lamongan, Aksesnusantara.id &#8211; Rasanya manis, Daging buahnya agak krispi, tidak lembek seperti kelapa muda Dan yang pasti menyegarkan jika di buat es, demikian saat merasakan olahan buah kelapa kopyor ini.</p>
<p>Usia pohon kelapa sekitar 4 tahun, tetapi tingginya kurang dari 2 meter. Sehingga untuk memanennya, tidak perlu memanjat, cukup dengan berdiri dan langsung mengambil buahnya. Buahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan buah kelapa umumnya, Warna kulit kelapanya hijau.</p>
<p>Dari bibit sampai berbuah membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun. Tetapi biasanya, pada panen perdana di tahun yang ke 3, yang dapat diambil hanya 4-5 butir kelapa. Namun, kalau sudah tahun ke 4 masa pertumbuhan, maka satu tandan bisa berisi 15-20 butir kelapa, Semuanya asli kopyor dari dalam. Setiap bulan satu pohon kelapa bisa panen antara 15-20 butir, bahkan metode yang digunakan Agro Kedai Kopyor Lamongan terangnya buah tersebut bisa dipanen setiap harinya nanti.</p>
<p>Pioner Pertama kali Petani Kelapa Kopyor Asli ini dikembangkan oleh Rozikin di tanah Lamongan, Rozikin juga dikenal sebagai ketua salah Asosiasi UMKM Di Lamongan yaitu PMKM Prima indonesia DPC. Kabupaten Lamongan.</p>
<p><a href="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0077.jpg?ssl=1"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-837" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0077.jpg?resize=1280%2C960&#038;ssl=1" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0077.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0077.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0077.jpg?resize=1024%2C768&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0077.jpg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Sejak 1 tahun lalu Rozikin belajar pada temannya bernama anto, dia Bercerita Sebelum memulai untuk menanam dan kembangkan kelapa kopyor asli ini di kabupaten lamongan, dia pastikan dengan memulai proses belajar dahulu dari temen-temen Jogja Sleman. disana dia belajar tentang Pohon Kelapa Kopyor, bagaimana tentang tanaman kelapa kopyor itu mulai masa tanam sampai panennya, sampai ketika sudah berbuah dan penjualannya nantinya.</p>
<p>&#8220;Di Jogja sleman, sahabat anto berikan cerita pengalamannya pada saya, tentang bagaimana cara menanam yang baik hingga masa panen, mengolah buah nya, bahkan sampai konsep pemasarannya ketika orang-orang yang telah membeli bibit buah Kelapa ini tentang prospek bisnis kelapa kopyor kedepannya. Penelusurannya tidak sampai di situ saja, kemudian saya di sambungkan sama temen-temen Petani Kelapa Kopyor yang di daerah Pati Jawa tengah&#8221;, katanya.</p>
<p>Rozikin takjub saat melihat langsung para petani Pati Jawa Tengah, saat survey di kebun Kelapa kopyor tersebut. Dirinya menceritakan saat itu, yang luar biasa adalah hampir satu Desa semua warganya menanam kelapa kopyor dan itu mata pencaharian utama kehidupan mereka.</p>
<p>&#8220;Setelah belajar rutin selama 3 bulan lamanya saya bolak balik lamongan &#8211; jawa Tengah, saya langsung mempunyai itikad untuk membangun kedai kopyor Asli yang baru satu-satunya ada di Lamongan ini, sejak bulan April 2020 kedai kopyor Lamongan berdiri sembari berkebun menanam pohon kelapa kopyor aslinya di lahan. Disini, desa Sumberwudi, Kecamatan karanggeneng, Kabupaten Lamongan semua bisa belajar perkopyoran, beli bibitnya dan tukar pikiran bersama&#8221;, ungkapnya.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0061.jpg?ssl=1"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-835" src="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0061.jpg?resize=712%2C960&#038;ssl=1" alt="" width="712" height="960" srcset="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0061.jpg?w=712&amp;ssl=1 712w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0061.jpg?resize=223%2C300&amp;ssl=1 223w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0061.jpg?resize=570%2C768&amp;ssl=1 570w" sizes="auto, (max-width: 712px) 100vw, 712px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Mengulas sedikit Sejarah tentang Kelapa kopyor ini sedikit dikutip dari laman mongabay.co.id ; Bahwa Kelapa Kopyor Asli ini adalah Tanaman pohon kelapa varietas Baru yang dikembangkan Seorang ahli biologi dari UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) bernama Doktor Sisunandar, Sang Doktor Ahli Biologi itu telah bergelut dengan penelitian kelapa sejak tahun 2004 atau 17 tahun silam.</p>
<p>Ternyata pembibitannya harus melalui proses di laboratorium yakni lewat kultur jaringan (tissue culture). Namun, untuk sampai seperti sekarang, proses risetnya cukup panjang sampai 4 tahun lamanya.</p>
<p>Kilas balik, Riset semakin mendalam ketika Sisunandar menempuh pendidikan doktoralnya di University of Queensland, Australia tahun 2008. Dengan Risetnya berjudul Cryopreservation fot germplasm conservation of coconut (Cocos rucifera L) kala itu. Sekembalinya dari Australia dan sudah bergelar doktor bidang biologi sel dan bioteknologi tumbuhan, sisunandar semakin bersemangat mengembangkan penelitian pembibitan kelapa kopyor melalui kultur jaringan.</p>
<p>Pada 2012 atau 4 tahun penelitian sejak 2008, Sisunandar mulai mendapatkan hasil yang memuaskan. Ia mampu membibitkan kelapa kopyor melalui kultur jaringan. Dia mengkultur embrio dengan tehnik ‘mini growth chamber’ yaitu menginduksi akar dan mengadaptasikan benih kelapa kopyor hasil kultur jaringan secara langsung. Tingkat keberhasilannya mencapai 90% dengan metode ‘ex vitro rooting’.</p>
<p>Dengan metode tersebut, ternyata mampu berhasil mengadaptasi benih yang berasal dari empat kultur kelapa secara langsung dengan keberhasilan tinggi. Baik benih tanpa akar maupun bibit yang telah memiliki akar mampu berhasil diaklimatisasikan, dan alhasil terwujudlah tanaman Kelapa Kopyor ini.</p>
<p>Kelapa kopyor itu sebetulnya terjadi akibat enzim yang membentuk dinding sel tidak lengket, sehingga kemah dan menjadi kopyor. Kelapa yang kopyor itu tidak dapat dijadikan bibit secara alamiah. Makanya kemudian, pihaknya melakukan pengembangan dengan kultur jaringan.</p>
<p><a href="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0067.jpg?ssl=1"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-838" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0067.jpg?resize=960%2C726&#038;ssl=1" alt="" width="960" height="726" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0067.jpg?w=960&amp;ssl=1 960w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0067.jpg?resize=300%2C227&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0067.jpg?resize=768%2C581&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Selain untuk bahan minuman, kelapa kopyor sebetulnya potensial untuk bahan baku kosmetik. Sebab, mempunyai kandungan galaktomanan yang tinggi. Galaktomanan biasanya dipakai bahan dasar kosmetik seperti krim dan pelembab, Namun saat itu masih proses mengembangkan.</p>
<p>Pemeliharaan kelapa kopyor ini juga tidak terlalu rumit, cukup dengan pengairan yang bagus, ketinggian tempat di bawah 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan melakukan pengendalian hama.</p>
<p>Sementara ini, hama pohon kelapa kopyor adalah kumbang artona. Tetapi hal itu dapat dikendalikan dengan cara ramah lingkungan yakni dengan jaring untuk menjebak kumbang tersebut. Kalau hama tidak ada persoalan, karena sudah ada antisipasinya.</p>
<p>Kembali mengulas, Kedai Kopyor Lamongan. Sang owner Rozikin juga terus belajar dan melakukan penelitian bagaimana buah ini tidak hanya sebagai es kopyor tetapi juga bagaimana caranya membuat inovasi baru permen Jelly kopyor, susu kelapa kopyor, kelapa kopyor minuman siap saji seperti halnya sebagai minuman bubuk instan, sekarang masih proses eksperimen berbagai olahan lain olehnya.</p>
<p>Rozikin juga menuturkan bahwa Saat ini sudah ada 500 bibit buah kelapa kopyor tersebar di Kabupaten Lamongan mulai dari wilayah brondong, Paciran, solokuro, Laren, Turi, Kalitengah dan ada di beberapa Kecamatan lainnya.</p>
<p>&#8220;Penjualan bibit ini selain di kabupaten Lamongan juga sudah sampai di wilayah Soko Tuban sampai Madura dan Bawean Gresik, kemaren bahkan juga ada temen-temen dari Kalimantan yang rencananya mau pesan bibit kelapa kopyor dan belajar pada saya&#8221;, Katanya.</p>
<p>Kalau kelapa biasa pada umumnua harganya Rp. 10.000 sampai Rp15.000, tapi berbeda dengan kelapa kopyor ini karena bisa mempunyai harga jual sampai Rp. 50.000 per buahnya, saat panen dalam waktu 3 tahun kedepan setelah setelah masa tanam dan 4 sampai 5 tahun kedepan untuk memaksimalkan potensi buahnya dari pohon kelapa kopyor, pada masa panen pada tahun ke 4 itu para petani kelapa kopyor asli bahkan bisa panen setiap harinya sampai 35 tahun kedepannya.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0063.jpg?ssl=1"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-834 size-full" src="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0063.jpg?resize=712%2C824&#038;ssl=1" alt="" width="712" height="824" srcset="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0063.jpg?w=712&amp;ssl=1 712w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0063.jpg?resize=259%2C300&amp;ssl=1 259w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/04/img-20210402-wa0063.jpg?resize=664%2C768&amp;ssl=1 664w" sizes="auto, (max-width: 712px) 100vw, 712px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Saya tidak hanya menjual bibit kelapa kopyor ini tapi juga melakukan pembinaan kepada para petani nya bimbingan dan binaan cara mengatasi hama kemudian penyakit penyakit lain yang mungkin akan terjadi pada pohon kelapa kopyor itu kepada semua Mitra kami dengan menjamin bibit kelapa kopyor jika ada kematian garansi diganti secara utuh menanam kalau ada waktu penanaman 3 bulan pertama. Cara penanamannya antar pohon satu dan lainnya 3 m Jadi tanah cengkal 100 bisa ditanam di sekitar 60 pohon, perawatannya juga sangat mudah yang penting adalah basah tanahnya. Dengan cara diberi damen atau pelepah pisang di ujung pohonnya untuk menangkal panas agar tidak langsung kepada pohonnya dan ada resapan air&#8221;, terangnya.</p>
<p>Tambah rozikin, &#8220;Para Petani juga tidak perlu khawatir karena Dalam waktu panen kita juga siap mengambil buahnya untuk dijual. Satu pohon bisa panen sampai dengan 2 juta rupiah, asumsi perhitungannya jika kita punya 50 pohon saja, maka ratusan juta penghasilan yang dapat kita hasilkan dari buah kelapa kopyor ini&#8221;.</p>
<p>Kriteria lahan untuk bisa ditanami kelapa kopyor ini terutama yang paling bagus adalah tanah yang mengandung pasir, Namun kita bisa siasati pada waktu pembinaan, jika tanah itu tidak mengandung pasir, tanahnya tnah liat atau Tanah Merah pada saat menanam awalnya kita harus kasih pasir di sekitar bibit pohon itu biar air yang disiramkan nanti bisa ada resapannya, banyak cara-cara lain yang bisa menjadi solusi para petani.</p>
<p>&#8221; Minimal beli 10 saja sudah bisa melakukan kemitraan dengan kita harganya satu bibit nya adalah Rp100.000 Jadi minimal beli Rp. 1.000.000,- atau 10 pohon, ini adalah investasi bisnis agro jangka panjang. Untuk penjualannya kita sudah bermitra dengan para pengusaha Agro di Jawa Tengah dan punya M.U.O dengan beberapa pabrik yang ada di Jakarta yaitu bisa dibuat untuk campuran es krim Kemudian untuk bisa dibuat untuk campuran obat herbal lain dan ini permintaan dari luar negeri Singapura Thailand sampai hari ini baru tercover sekitar 30% dan tentunya hal ini menunjukkan bahwa masih banyak peluang besar untuk ekspor terkait buah kopyor ini&#8221;, imbuh rozikin.</p>
<p>Kedepan Dirinya berharap kepada pihak pemerintah daerah yang mempunyai kebijakan, khususnya dari dinas pertanian untuk mempelajari tentang potensi tanah atau alam yang ada di Lamongan untuk pengembangan kelapa kopyor ini serta support pemkab minimal semacam anjuran untuk menanam kelapa kopyor ini terutama di tepi pantai Lamongan, karena belum banyak yang tertarik pada bisnis Agro kelapa kopyor ini padahal kedepan Potensinya sangat besar dan luar biasa.(*)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/pemuda-inspiratif-pioner-kelapa-kopyor-asli-rozikin-inginkan-lamongan-jadi-salah-satu-sentra-agro-kelapa-kopyor/">Pemuda Inspiratif, Pioner Kelapa Kopyor Asli, Rozikin Inginkan Lamongan Jadi Salah Satu Sentra Agro Kelapa Kopyor</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">831</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Ikan Koi Di Lamongan Dikunjungi Bupati Yes</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/kampung-ikan-koi-di-lamongan-dikunjungi-bupati-yes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi akses nusantara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2021 13:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=680</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lamongan,Akses Nusantara.id &#8211; Tak perlu jauh-jauh harus keluar kota, Lamongan sudah punya Kampung Koi. Hal tersebut disampaikan Bupati YES saat melakukan kunjungan ke Kolam Budidaya Ikan Koi sekaligus Pencanangan Kampung Budidaya Koi di Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng, Senin (22/3). “Di Lamongan telah banyak bermunculan komunitas baru kelompok wirausaha salah satunya yakni komunitas Ikan Koi di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kampung-ikan-koi-di-lamongan-dikunjungi-bupati-yes/">Kampung Ikan Koi Di Lamongan Dikunjungi Bupati Yes</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lamongan,Akses Nusantara.id &#8211; Tak perlu jauh-jauh harus keluar kota, Lamongan sudah punya Kampung Koi. Hal tersebut disampaikan Bupati YES saat melakukan kunjungan ke Kolam Budidaya Ikan Koi sekaligus Pencanangan Kampung Budidaya Koi di Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng, Senin (22/3).</p>
<p>“Di Lamongan telah banyak bermunculan komunitas baru kelompok wirausaha salah satunya yakni komunitas Ikan Koi di Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan selalu mendukung pengembangan komunitas wirausaha tersebut melalu berbagai inovasi. Jadi masyarakat Lamongan tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk mencari ikan Koi cukup ke Latukan saja,” ungkap Bupati YES.</p>
<p>Pencanangan Kampung Budidaya IKan Koi oleh Bupati YES juga dibarengi Pencanangan Kampung Percontohan Pengembangan Budidaya Vanamie serta Pengukuhan Pengurus Lamongan Koi Center.</p>
<p>Bupati YES menyebutkan bahwa hal tersebut masuk dalam program 100 hari kerjanya, yakni salah satunya membangkitkan UMKM di Lamongan.</p>
<p>“Ke depannya Pemkab Lamongan akan mendukung pengembangan desa wisata seperti Kampung Budidaya Koi, pasar apung, lomba dayung, dan tempat pemancingan,” Tambah Bupati YES.</p>
<p><a href="https://aksesnusantara.id/kampung-ikan-koi-di-lamongan-dikunjungi-bupati-yes/img-20210322-wa0039/" rel="attachment wp-att-681"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-681" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/03/img-20210322-wa0039.jpg?resize=720%2C540&#038;ssl=1" alt="" width="720" height="540" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/03/img-20210322-wa0039.jpg?w=720&amp;ssl=1 720w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/03/img-20210322-wa0039.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Tak hanya mendukung potensi desa Latukan berupa budidaya Ikan Koi dan Vanamie, Bupati YES juga melakukan penebaran benih ikan di perairan umum Desa Tejoasri Kecamatan Laren. Hal tersebut menurut Kepala Dinas Perikanan MS Heruwidi untuk menambah stok ikan tangkap.</p>
<p>“Jadi penebaran benih ikan ini untuk menambah stok ikan tangkap yang telah mengalami krisis akibat padat tangkap atau tingkat pemanfaatannya yang berlebihan. Selain itu juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan peran perairan umum khususnya sungai sebagai ekosistem akuatik yang seimbang,” jelas MS Heruwidi.</p>
<p>Bupati YES restoking benih ikan sejumlah 85.000 ekor berupa 40.000 ekor benih ikan Tombro dan 45.000 ekor Ikan Tawes, Pemberian bantuan benih udang vanamie kepada 6 kelompok pembudidaya ikan sejumlah 4.000.000 benih, bantuan hibah 1 unit pompa air untuk 1 Pokdakan, serta pemberian jala sejumlah 60 unit kepada 3 kelompok usaha bersama. (*)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kampung-ikan-koi-di-lamongan-dikunjungi-bupati-yes/">Kampung Ikan Koi Di Lamongan Dikunjungi Bupati Yes</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">680</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
