Makassar – Masih dalam rangkaian Latihan Kesiagaan I, Lanud Sultan Hasanuddin gelar latihan penanganan pasca force down untuk meningkatkan interoperability dan kemampuan unsur-unsur Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara (Opsgakkumpamwilud), Lanud Sultan Hasanuddin di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (12/2/2026).
Disimulasikan setelah pesawat asing (Lasa X) berhasil dipaksa mendarat oleh unsur tempur, dengan sigap unsur Lanud Sultan Hasanuddin langsung melaksanakan penanganan pasca Force Down dimana personel Korpasgat, Satpom dan Pertahanan Pangkalan bersiap di daerah isolasi. Dimulai dengan personel penindak Korpasgat masuk ke pesawat untuk melaksanakan pengamanan awak dan cabin dari benda berbahaya dan mencurigakan, dilanjutkan dengan screening awal oleh Tim Satpom dan Intelpam untuk melaksanakan pemeriksaan awal penumpang serta barang yang terdapat di pesawat.
Selanjutnya seluruh awak dan penumpang pesawat dibawa ke crisis center untuk mendapatkan pemeriksaan awal oleh Tim Kementerian dan Lembaga, kemudian terkait pelanggaran wilayah udara ditindak lanjuti oleh Penyidik TNI AU untuk mendapatkan bukti yang cukup sampai dengan pelimpahan berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menegaskan bahwa latihan ini merupakan wujud kesiapsiagaan nyata dalam menjaga kedaulatan udara nasional. “Penanganan pasca force down menuntut kecepatan, ketepatan, dan sinergi lintas unsur. Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Melalui latihan ini, kita pastikan seluruh unsur Opsgakkumpamwilud mampu bertindak profesional, terukur, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Latihan Kesiagaan I bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando dan kendali, alur koordinasi, serta efektivitas respons di lapangan. Dengan demikian, setiap potensi pelanggaran wilayah udara dapat ditangani secara profesional, responsif, dan sesuai ketentuan hukum.
Latihan penanganan pasca force down ini menjadi indikator penting dalam mengukur kesiapan Lanud Sultan Hasanuddin sebagai pangkalan operasional strategis di kawasan timur Indonesia. Melalui peningkatan profesionalisme, soliditas, dan interoperabilitas antarunsur, Lanud Sultan Hasanuddin menegaskan komitmennya dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keamanan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Pen Lanud Sultan Hasanuddin)


















