KEMENHAN RI Gelar HUT ke-77 Bela Negara, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan.
Jakarta Aksesnusantara.id – Semangat cinta tanah air dan bela negara kembali dikobarkan. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bela Negara dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Jumat (19/12/2025). Bertempat di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jl. Merdeka Barat 14, Jakarta Pusat, peringatan kali ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju”, sebuah seruan untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan diawali dengan upacara pagi yang khidmat di Gedung Pierre Tendean, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema. Upacara ini tidak hanya diikuti oleh pegawai organik Kemhan, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat yang lebih luas, mencerminkan bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama. Hadir dalam barisan upacara tersebut perwakilan pelajar, mahasiswa, dan berbagai organisasi kemasyarakatan, menandakan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini dan di semua lapisan.
upacara Khidmat sebagai Momentum Refleksi

Dalam amanat upacara, ditekankan bahwa peringatan HUT Bela Negara bukan sekadar acara seremonial belaka, melainkan momentum refleksi dan penguatan tekad. Tema “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju” menegaskan bahwa kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai di atas fondasi persatuan, kedaulatan, dan keamanan yang kokoh. Upacara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan harus selalu dibarengi dengan kewaspadaan dan kesiapan untuk membela negara dari segala bentuk ancaman.
“Bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Semangat ini harus hidup dalam sanubari setiap anak bangsa, diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang mencintai tanah air, menjaga persatuan, dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” pesan yang mengemuka dalam upacara tersebut.
Bazar dan Kemeriahan: Bela Negara yang Menghibur dan Menyentuh

Setelah upacara, suasana menjadi lebih meriah dengan diselenggarakannya Bazar Bela Negara 2025. Bazar ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan penjualan berbagai produk, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara Kemhan dengan masyarakat. Yang menarik, panitia menyediakan makanan gratis dan es krim gratis untuk seluruh tamu undangan. Gestur sederhana ini berhasil mencairkan suasana dan membuat seluruh peserta, dari anak-anak hingga dewasa, bergembira.
“Kegiatan ini membuat seluruh tamu undangan bergembira dalam merayakan HUT ke-77 Tahun Bela Negara 2025,” demikian kesan yang terlihat. Pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif ini menunjukkan bahwa nilai-nilai bela negara dapat disosialisasikan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan masyarakat, tidak selalu dengan pendekatan yang kaku dan formal.
Esensi Bela Negara: Dari Kesadaran Pribadi hingga Tanggung Jawab Kolektif
Peringatan HUT Bela Negara ke-77 ini mengedepankan esensi bela negara yang hakiki. Harapan dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk menanamkan sebuah tekad, sikap, dan perilaku sebagai Bangsa Indonesia. Penanaman nilai ini diarahkan pada beberapa pilar utama:
Menjaga Persatuan dan Kesatuan: Dalam keragaman suku, agama, ras, dan antargolongan, semangat bela negara mengajak seluruh anak bangsa untuk selalu mengedepankan persatuan dan menghindari perpecahan.
Menjaga Kedaulatan Negara dan Keutuhan Wilayah: Komitmen untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dari Sabang sampai Merauke adalah harga mati. Ini mencakup kedaulatan di darat, laut, udara, dan kini juga di ruang siber.
Menjaga Keselamatan Bangsa dan Negara: Rasa cinta tanah air harus diwujudkan dalam sikap yang selalu menjaga keselamatan bangsa dari ancaman, baik dari luar maupun dari dalam.
Esensi ini berlandaskan pada konstitusi, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Bela negara ditegaskan sebagai kewajiban dan kehormatan bagi setiap warga negara Indonesia. Kewajiban ini dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Bela Negara di Era Kontemporer: Tidak Hanya di Medan Perang
Acara ini juga menyiratkan pemahaman bahwa bela negara di era modern memiliki makna yang sangat luas. Tidak lagi terbatas pada pengambilan senjata dan berperang di medan tempur. Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian sesuai profesi dan kapasitas masing-masing.
Seorang pelajar dan mahasiswa membela negara dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan menjauhi narkoba. Seorang pekerja membela negara dengan berkarya secara produktif, jujur, dan membayar pajak. Seorang netizen membela negara dengan menggunakan media sosial secara bijak, memerangi hoaks, dan menjaga kerukunan di dunia digital. Para pegawai Kemhan dan TNI-Polri membela negara dengan melaksanakan tugas pengamanan dan pertahanan dengan profesional. Inilah bentuk-bentuk bela negara yang kontekstual dan aplikatif.
Kesimpulan: Merawat Api Semangat Kebangsaan
Peringatan HUT ke-77 Bela Negara di Kemhan RI berhasil menggabungkan unsur kekhidmatan, kegembiraan, dan pendidikan nilai. Dari upacara yang penuh khidmat hingga bazar yang riang gembira, semuanya bermuara pada satu tujuan: merawat dan menyalakan api semangat kebangsaan di hati setiap warga negara.
Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, dari birokrat, pelajar, hingga organisasi masyarakat, acara ini mengirim pesan bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia (total defense). Semangat “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju” diharapkan tidak berhenti di Gedung Pierre Tendean, tetapi terus bergema dan diimplementasikan dalam setiap langkah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Di usia ke-77, semangat bela negara harus semakin matang, adaptif terhadap tantangan zaman, dan menjadi jiwa yang menggerakkan seluruh anak bangsa untuk berkontribusi bagi kejayaan Indonesia.

















