<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bela Negara Archives - Akses Nusantara</title>
	<atom:link href="https://aksesnusantara.id/category/bela-negara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aksesnusantara.id/category/bela-negara/</link>
	<description>Akses Berita Nusantara Membangun Sinergitas Bersama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jan 2026 11:42:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2021/03/cropped-akses-nusantara-Icon.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Bela Negara Archives - Akses Nusantara</title>
	<link>https://aksesnusantara.id/category/bela-negara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190658168</site>	<item>
		<title>Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/digitalisasi-pendidikan-dan-ketahanan-bangsa-menakar-akuntabilitas-kebijakan-publik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 11:42:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25629</guid>

					<description><![CDATA[<p>Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik. Oleh : Riana Fathonatul Q, M.Pd. Aksesnusantara.id &#8211; Digitalisasi pendidikan bukan lagi agenda teknis, melainkan kebijakan strategis yang menentukan daya saing bangsa di tengah disrupsi global. Pengalaman negara-negara seperti Finlandia dan India menunjukkan bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi hanya efektif ketika ditopang oleh pedagogi yang kuat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/digitalisasi-pendidikan-dan-ketahanan-bangsa-menakar-akuntabilitas-kebijakan-publik/">Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik.</p>
<p>Oleh : Riana Fathonatul Q, M.Pd.</p>
<p><strong>Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Digitalisasi pendidikan bukan lagi agenda teknis, melainkan kebijakan strategis yang menentukan daya saing bangsa di tengah disrupsi global. Pengalaman negara-negara seperti Finlandia dan India menunjukkan bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi hanya efektif ketika ditopang oleh pedagogi yang kuat, peningkatan kapasitas guru, dan tata kelola kebijakan yang akuntabel. Karena itu, ketika digitalisasi pendidikan dijalankan dalam skala nasional dengan anggaran besar dan dampak luas, uji publik menjadi keniscayaan demokratis. Uji tersebut penting untuk memastikan bahwa transformasi digital benar-benar berkontribusi pada pemerataan akses belajar dan penguatan sumber daya manusia.</p>
<p>Dalam praktik kebijakan publik, dokumen penjelas kebijakan atau yang kerap disebut buku putih memiliki posisi penting. Ia bukan sekadar alat pembelaan, melainkan instrumen transparansi negara untuk menjelaskan dasar pengambilan keputusan, proses kebijakan, serta mekanisme pertanggungjawaban kepada publik. Kehadiran dokumen semacam ini mencerminkan upaya negara menjaga kepercayaan publik di tengah dinamika penilaian dan kritik masyarakat.</p>
<p>Sebagai kebijakan publik, digitalisasi pendidikan dirancang sebagai respons negara terhadap ketimpangan struktural dalam sistem pendidikan, khususnya terkait akses teknologi, kualitas sarana pembelajaran, dan kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan global. Kebijakan ini tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan teknologi ke ruang kelas, melainkan memastikan bahwa transformasi digital berjalan sebagai instrumen pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kapasitas nasional.</p>
<p>Dalam konteks ini, pendidikan digital menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang, sebagaimana ditegaskan Ki Hadjar Dewantara bahwa “setiap usaha pendidikan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.” Prinsip tersebut menegaskan bahwa kebijakan pendidikan termasuk digitalisasi, harus dinilai bukan hanya dari niatnya, tetapi dari kebermanfaatannya bagi publik luas.</p>
<p>Kebijakan publik di bidang pendidikan memiliki karakter khas: dampaknya tidak selalu dapat diukur secara instan. Hasilnya baru terasa dalam jangka menengah dan panjang, melalui peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan kesiapan peserta didik menghadapi perubahan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, penilaian kebijakan digitalisasi pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek pengadaan sarana, tetapi juga pada konteks implementasi dan keberlanjutannya.</p>
<p>Salah satu tantangan terbesar dalam implementasi kebijakan digitalisasi pendidikan adalah pengelolaan persepsi publik. Ketika kebijakan memasuki ruang pemberitaan dan perbincangan luas, perhatian publik kerap tertuju pada aspek anggaran dan potensi penyimpangan, sementara tujuan substantif kebijakan justru terpinggirkan. Dalam situasi seperti ini, transparansi dan komunikasi kebijakan menjadi faktor krusial.</p>
<p>Dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas kebijakan publik tidak dapat disandarkan pada figur atau persepsi personal, melainkan harus dibangun melalui sistem kelembagaan yang transparan dan dapat diuji.</p>
<p>Perencanaan yang terdokumentasi, mekanisme audit, serta pengawasan lintas institusi merupakan prasyarat agar kebijakan berjalan dalam koridor hukum dan kepentingan publik. Hal ini sejalan dengan pandangan ekonom Joseph E. Stiglitz yang menegaskan bahwa, “transparency is the foundation of trust in public institutions.” Dengan demikian, keterbukaan kebijakan bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi juga upaya strategis untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara.</p>
<p>Keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak ditentukan oleh ramainya perbincangan di ruang publik maupun kelengkapan dokumen perencanaan kebijakan. Ukuran utamanya justru terletak pada praktik pembelajaran di sekolah. Di ruang kelas, kebijakan tersebut berhadapan langsung dengan realitas pendidikan: sejauh mana teknologi mendukung kerja guru, membuka peluang belajar yang lebih inklusif bagi peserta didik, serta memperkaya proses pedagogis.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan pandangan Michael Fullan, pakar reformasi pendidikan, yang menegaskan bahwa “educational change succeeds or fails in the classroom.” Dengan demikian, evaluasi kebijakan pendidikan semestinya berfokus pada dinamika pembelajaran sehari-hari, bukan berhenti pada rancangan kebijakan di level administratif.</p>
<p>Bagi sekolah di wilayah terpencil, aspek distribusi, layanan teknis, dan pendampingan penggunaan teknologi memiliki arti yang jauh lebih penting dibanding sekadar spesifikasi atau harga satuan. Tanpa ekosistem pendukung yang memadai, digitalisasi berisiko menjadi kebijakan simbolik yang tidak berkelanjutan. Sebaliknya, ketika implementasi dirancang secara menyeluruh, teknologi dapat menjadi pengungkit peningkatan kualitas pendidikan.</p>
<p>Dalam perspektif Bela Negara, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan nasional. Literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan adaptasi terhadap teknologi merupakan bagian dari ketahanan sumber daya manusia di era informasi. Digitalisasi pendidikan, dengan demikian, bukan hanya proyek sektoral, melainkan investasi jangka panjang bagi kemandirian dan daya saing bangsa.</p>
<p>Namun, investasi semacam ini menuntut kedewasaan kolektif dalam menilai kebijakan publik. Kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol demokratis, tetapi perlu diarahkan pada perbaikan sistem, bukan sekadar personalisasi persoalan.</p>
<p>Negara yang kuat bukan negara yang anti-kritik, melainkan negara yang mampu menjelaskan kebijakannya secara terbuka dan memperbaikinya berdasarkan evaluasi berbasis data.</p>
<p>Digitalisasi pendidikan akan terus berada dalam sorotan publik, seiring besarnya harapan yang disematkan padanya. Tantangan ke depan bukan hanya merancang kebijakan yang inovatif, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui transparansi dan komunikasi yang jujur. Evaluasi kebijakan pendidikan harus berpijak pada dampaknya bagi sekolah, guru, dan peserta didik bukan semata pada hiruk-pikuk persepsi.</p>
<p>Bagi dunia pendidikan, digitalisasi adalah realitas yang tak terelakkan. Bagi negara, ia adalah instrumen strategis untuk membangun ketahanan bangsa. Karena itu, uji publik terhadap kebijakan digitalisasi pendidikan seharusnya menjadi ruang pembelajaran bersama: bagaimana negara, masyarakat, dan dunia pendidikan dapat bertemu dalam satu tujuan, yakni menyiapkan generasi yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.</p>
<p>“Digitalisasi pendidikan bukan soal teknologi, melainkan soal keberanian negara memastikan kebijakan yang akuntabel benar-benar bekerja di ruang kelas, karena di sanalah masa depan dan ketahanan bangsa ditentukan,&#8221; tutup Riana Fathonatul Q, M.Pd. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/digitalisasi-pendidikan-dan-ketahanan-bangsa-menakar-akuntabilitas-kebijakan-publik/">Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>FKBN Lamongan Audiensi dengan Kemenag, Dorong Sosialisasi Pembekalan Bela Negara di Sekolah MTS dan Aliyah.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/fkbn-lamongan-audiensi-dengan-kemenag-dorong-sosialisasi-pembekalan-bela-negara-di-sekolah-mts-dan-aliyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 07:24:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Sosialisasi Pembekalan Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Lamongan Audiensi dengan Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah MTS dan Aliyah.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25584</guid>

					<description><![CDATA[<p>FKBN Lamongan Audiensi dengan Kemenag, Dorong Sosialisasi Pembekalan Bela Negara di Sekolah MTS dan Aliyah. Lamongan Aksesnusantara.id — Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan dalam rangka membahas sosialisasi pentingnya kegiatan Pembekalan Bela Negara di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag, Kamis,(8/1/2026). Audiensi yang berlangsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/fkbn-lamongan-audiensi-dengan-kemenag-dorong-sosialisasi-pembekalan-bela-negara-di-sekolah-mts-dan-aliyah/">FKBN Lamongan Audiensi dengan Kemenag, Dorong Sosialisasi Pembekalan Bela Negara di Sekolah MTS dan Aliyah.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>FKBN Lamongan Audiensi dengan Kemenag, Dorong Sosialisasi Pembekalan Bela Negara di Sekolah MTS dan Aliyah.</p>
<p><strong>Lamongan Aksesnusantara.id</strong> — Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan dalam rangka membahas sosialisasi pentingnya kegiatan Pembekalan Bela Negara di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag, Kamis,(8/1/2026).</p>
<p>Audiensi yang berlangsung di kantor Kemenag Kabupaten Lamongan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara FKBN dan Kemenag dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kepada peserta didik, khususnya di lingkungan madrasah dan satuan pendidikan keagamaan.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, FKBN Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa Pembekalan Bela Negara memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis, berdisiplin, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara.</p>
<p>Nilai-nilai bela negara dinilai sejalan dengan pendidikan karakter dan penguatan moderasi beragama yang selama ini menjadi fokus Kemenag.</p>
<p>Kepala FKBN Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan bela negara tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan mental, moral, etika, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>&#8220;FKBN berharap Kemenag dapat mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi di madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya,&#8221; kata Ferry.</p>
<p>Pihak Kemenag Kabupaten Lamongan, yang diwakili oleh Kepala seksi pendidikan Madrasah, H. Banjir Sidomulyo, M.Pd menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi inisiatif FKBN dalam upaya penguatan karakter kebangsaan di lingkungan pendidikan keagamaan.</p>
<p>Kemenag menilai bahwa nilai-nilai bela negara sejalan dengan ajaran agama yang menekankan cinta tanah air, persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sosial.</p>
<p>&#8220;Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang berkelanjutan antara FKBN Kabupaten Lamongan dan Kemenag Kabupaten Lamongan, khususnya dalam merancang program sosialisasi dan pembekalan bela negara yang terintegrasi dengan kurikulum serta kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah madrasah,&#8221; ujar H. Banjir Sidomulyo.</p>
<p>Dengan adanya sinergi ini, FKBN Kabupaten Lamongan optimistis bahwa generasi muda di bawah naungan Kemenag dapat tumbuh menjadi generasi yang religius, nasionalis, dan siap menjaga keutuhan bangsa dan negara. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/fkbn-lamongan-audiensi-dengan-kemenag-dorong-sosialisasi-pembekalan-bela-negara-di-sekolah-mts-dan-aliyah/">FKBN Lamongan Audiensi dengan Kemenag, Dorong Sosialisasi Pembekalan Bela Negara di Sekolah MTS dan Aliyah.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25584</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/beras-terapan-organik-bela-negara-wujud-patriotisme-dan-pertanian-ramah-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 15:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Terapan Organik Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan. Lamongan,Aksesnusantara.id &#8211; Di tengah hiruk-pikuk industri pertanian modern yang kerap bergantung pada input kimia, sekelompok patriot di Lamongan menawarkan sebuah jalan kembali kepada harmoni alam. Mereka tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam nilai-nilai. Hasilnya adalah Beras Terapan Organik Bela Negara, sebuah produk pangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/beras-terapan-organik-bela-negara-wujud-patriotisme-dan-pertanian-ramah-lingkungan/">Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Di tengah hiruk-pikuk industri pertanian modern yang kerap bergantung pada input kimia, sekelompok patriot di Lamongan menawarkan sebuah jalan kembali kepada harmoni alam. Mereka tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam nilai-nilai. Hasilnya adalah Beras Terapan Organik Bela Negara, sebuah produk pangan yang menjadi simbol perpaduan antara cinta tanah air, kepedulian lingkungan, dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat. Inisiatif yang berakar di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, ini membuktikan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan bukan hanya di medan tempur, tetapi juga di hamparan sawah yang hijau. Senin, (29/12/25).</p>
<p><strong>Lebih dari Sekadar Beras: Sebuah Filosofi yang Tumbuh dari Tanah.</strong></p>
<p>Beras Terapan Organik Bela Negara, seperti namanya, memiliki makna yang dalam. &#8220;Terapan&#8221; merujuk pada penerapan ilmu pertanian organik yang murni. &#8220;Organik&#8221; adalah komitmen mutlak pada proses alami, bebas dari rekayasa pupuk dan pestisida kimia sintetis. Sementara &#8220;Bela Negara&#8221; adalah jiwa yang mendasarinya sebuah keyakinan bahwa menjaga kedaulatan pangan dan melestarikan lingkungan adalah bagian integral dari membela kedaulatan bangsa.</p>
<p>Produk ini dibudidayakan dengan ketat di bawah standar pertanian organik. Petani yang terlibat, dengan penuh kesabaran, mengembalikan siklus alamiah ekosistem sawah. Mereka menggantikan pupuk urea dan pestisida kimia dengan kompos alami, pupuk kandang, dan pestisida nabati yang di racik sendiri dari bahan-bahan alami seperti mimba, gadung, atau tembakau. Pengendalian hama dilakukan secara manual atau dengan memanfaatkan musuh alami, menciptakan sebuah keseimbangan ekologi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Praktik ini seperti menyembuhkan tanah yang sudah lama ‘sakit’ karena bahan kimia. Kita harus mengembalikan kehidupan mikroorganisme yang ada di dalamnya. Hasilnya mungkin tidak instan, panen mungkin tidak seberapa banyak di awal, tapi yang kita tanam adalah keberlanjutan untuk anak cucu,” tutur Abah Mustain, sang penggagas dan petani teladan di balik budidaya beras ini di Sumurgenuk, Babat, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Dampaknya multidimensi. Pertama, dari sisi kesehatan, beras organik bebas dari residu bahan kimia berbahaya, memiliki kandungan gizi yang lebih utuh, dan rasa yang lebih alami. Kedua, bagi lingkungan, praktik ini mencegah pencemaran air tanah dan sungai, menjaga biodiversitas (seperti populasi burung dan ikan di sawah), serta meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Ketiga, secara ekonomi, meski memerlukan tenaga lebih, sistem ini mengurangi ketergantungan petani pada perusahaan agrokimia, membuka peluang harga jual premium, dan membangun kemandirian lokal.</p>
<p><strong>FKBN Lamongan: Mempopulerkan Nilai Bela Negara dari Ladang ke Masyarakat.</strong></p>
<p>Jika Abah Mustain adalah arsitek di lapangan, maka Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan berperan sebagai penyambung lidah dan penggerak sosialisasi. FKBN, sebagai wadah yang menaungi para kader dengan semangat kebangsaan, melihat inovasi pertanian organik ini sebagai medium bela negara yang konkret dan aplikatif.</p>
<p>“Bela negara tidak melulu tentang wawasan kebangsaan di kelas atau pelatihan baris-berbaris. Bela negara yang hakiki adalah ketika kita mampu memastikan bangsa ini mandiri pangannya, sehat rakyatnya, dan lestari alamnya. Beras Terapan Organik ini adalah senjata kita,” jelas Saifudin Zuhri, Kepala Sub. Bagian Agro Industri, Pertanian, Perikanan dan Peternakan FKBN Lamongan.</p>
<p>FKBN aktif mempopulerkan produk ini melalui berbagai kanal. Mengorganisir kunjungan ke lahan percontohan di Sumurgenuk dan Sumberwudi Turi, mengadakan diskusi tentang pertanian berkelanjutan, dan membangun jaringan pemasaran yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen peduli.</p>
<p>Upaya ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa setiap butir nasi organik yang dikonsumsi adalah sebuah pilihan politik pangan pilihan untuk mendukung petani lokal, melindungi lingkungan, dan mengamalkan semangat cinta tanah air dalam keseharian.</p>
<p><strong>Tantangan dan Masa Depan: Menjaga Konsistensi dan Memperluas Dampak.</strong></p>
<p>Jalan menuju pertanian organik penuh bukan tanpa rintangan. Tantangan terbesar adalah mentalitas “instan”. Transisi dari sistem konvensional ke organik membutuhkan waktu (biasanya 2-3 tahun masa konversi) sebelum tanah benar-benar pulih dan hasil stabil. Selama itu, produktivitas bisa menurun, yang kerap membuat petani gentar. Selain itu, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih intensif, dan sertifikasi terapan pertanian Full organik yang kerapkali di nilai berbiaya tinggi masih menjadi penghalang bagi banyak petani kecil, padahal asumsi itu terpatahkan dan bisa lebih ekonomis jika petani menerapkan sistem Terapan Organik dengan membuat nutrisi dan pupuknya sendiri dari bahan alami.</p>
<p>FKBN Lamongan melihat ini sebagai perjuangan jangka panjang. Mereka berpegang pada prinsip bahwa nilai yang dibangun lebih berharga daripada keuntungan cepat. Untuk menghadapi tantangan pemasaran, mereka mengandalkan cerita di balik beras (storytelling) menjual bukan hanya produk, tetapi juga filosofi, perjuangan Abah mustain, dan kontribusi pada lingkungan. Pendekatan ini menarik segmen konsumen edukatif yang semakin melek kesehatan dan lingkungan.</p>
<p>Ke depan, visi mereka adalah menciptakan model yang bisa direplikasi. “Kami ingin Sumurgenuk menjadi desa percontohan Terapan Organik bagi Indonesia. Dari sini, kami harap semangat dan tekniknya menular ke desa-desa lain di Lamongan. Bayangkan jika semua sawah di Lamongan berproduksi secara organik, betapa besar dampaknya bagi kesehatan masyarakat di masa depan,” harap Ferry Fadli Kepala FKBN Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Beras Terapan Organik Bela Negara dari Lamongan pada akhirnya lebih dari sekadar komoditas. Ia adalah manifestasi dari sebuah gerakan sosial-ekologi yang menyatukan kecintaan pada ilmu pertanian tradisional yang arif, kesadaran lingkungan modern, dan semangat nasionalisme yang hidup. Setiap tumpukan gabah yang dihasilkan adalah testament bahwa membela negeri bisa dimulai dari pilihan paling dasar, bagaimana kita memperlakukan sejengkal tanah dan apa yang kita tanam untuk dihidangkan di atas piring nasi seluruh keluarga Indonesia. Inilah bela negara yang sesungguhnya yang tidak bersuara keras, tetapi tumbuh subur dan memberi kehidupan. (**FKBN/Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/beras-terapan-organik-bela-negara-wujud-patriotisme-dan-pertanian-ramah-lingkungan/">Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud Patriotisme dan Pertanian Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KEMENHAN RI Gelar HUT ke-77 Bela Negara, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/kemenhan-ri-gelar-hut-ke-77-bela-negara-tanamkan-semangat-cinta-tanah-air-dan-wawasan-kebangsaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 06:49:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar HUT ke-77 Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[KEMENHAN RI]]></category>
		<category><![CDATA[Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25244</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEMENHAN RI Gelar HUT ke-77 Bela Negara, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan. Jakarta Aksesnusantara.id &#8211; Semangat cinta tanah air dan bela negara kembali dikobarkan. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bela Negara dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Jumat (19/12/2025). Bertempat di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jl. Merdeka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kemenhan-ri-gelar-hut-ke-77-bela-negara-tanamkan-semangat-cinta-tanah-air-dan-wawasan-kebangsaan/">KEMENHAN RI Gelar HUT ke-77 Bela Negara, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KEMENHAN RI Gelar HUT ke-77 Bela Negara, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan.</p>
<p><strong>Jakarta Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Semangat cinta tanah air dan bela negara kembali dikobarkan. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bela Negara dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Jumat (19/12/2025). Bertempat di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jl. Merdeka Barat 14, Jakarta Pusat, peringatan kali ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju”, sebuah seruan untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>Kegiatan diawali dengan upacara pagi yang khidmat di Gedung Pierre Tendean, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema. Upacara ini tidak hanya diikuti oleh pegawai organik Kemhan, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat yang lebih luas, mencerminkan bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama. Hadir dalam barisan upacara tersebut perwakilan pelajar, mahasiswa, dan berbagai organisasi kemasyarakatan, menandakan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini dan di semua lapisan.</p>
<p>upacara Khidmat sebagai Momentum Refleksi</p>
<figure id="attachment_25245" aria-describedby="caption-attachment-25245" style="width: 1274px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-25245 size-full" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=1274%2C1581&#038;ssl=1" alt="" width="1274" height="1581" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?w=1274&amp;ssl=1 1274w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=242%2C300&amp;ssl=1 242w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=825%2C1024&amp;ssl=1 825w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=768%2C953&amp;ssl=1 768w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=1238%2C1536&amp;ssl=1 1238w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=750%2C931&amp;ssl=1 750w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251222_133526.jpg?resize=1140%2C1415&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-25245" class="wp-caption-text">Upacara Berjalan Secara Khidmad</figcaption></figure>
<p>Dalam amanat upacara, ditekankan bahwa peringatan HUT Bela Negara bukan sekadar acara seremonial belaka, melainkan momentum refleksi dan penguatan tekad. Tema “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju” menegaskan bahwa kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai di atas fondasi persatuan, kedaulatan, dan keamanan yang kokoh. Upacara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan harus selalu dibarengi dengan kewaspadaan dan kesiapan untuk membela negara dari segala bentuk ancaman.</p>
<p>“Bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Semangat ini harus hidup dalam sanubari setiap anak bangsa, diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang mencintai tanah air, menjaga persatuan, dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” pesan yang mengemuka dalam upacara tersebut.</p>
<p>Bazar dan Kemeriahan: Bela Negara yang Menghibur dan Menyentuh</p>
<figure id="attachment_25246" aria-describedby="caption-attachment-25246" style="width: 1296px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-25246 size-full" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?resize=1296%2C972&#038;ssl=1" alt="" width="1296" height="972" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?w=1296&amp;ssl=1 1296w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?resize=1024%2C768&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?resize=750%2C563&amp;ssl=1 750w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA00431.jpg?resize=1140%2C855&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-25246" class="wp-caption-text">Kemeriahan Bazar Bela Negara 2025.</figcaption></figure>
<p>Setelah upacara, suasana menjadi lebih meriah dengan diselenggarakannya Bazar Bela Negara 2025. Bazar ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan penjualan berbagai produk, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara Kemhan dengan masyarakat. Yang menarik, panitia menyediakan makanan gratis dan es krim gratis untuk seluruh tamu undangan. Gestur sederhana ini berhasil mencairkan suasana dan membuat seluruh peserta, dari anak-anak hingga dewasa, bergembira.</p>
<p>“Kegiatan ini membuat seluruh tamu undangan bergembira dalam merayakan HUT ke-77 Tahun Bela Negara 2025,” demikian kesan yang terlihat. Pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif ini menunjukkan bahwa nilai-nilai bela negara dapat disosialisasikan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan masyarakat, tidak selalu dengan pendekatan yang kaku dan formal.</p>
<p>Esensi Bela Negara: Dari Kesadaran Pribadi hingga Tanggung Jawab Kolektif</p>
<p>Peringatan HUT Bela Negara ke-77 ini mengedepankan esensi bela negara yang hakiki. Harapan dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk menanamkan sebuah tekad, sikap, dan perilaku sebagai Bangsa Indonesia. Penanaman nilai ini diarahkan pada beberapa pilar utama:</p>
<p>Menjaga Persatuan dan Kesatuan: Dalam keragaman suku, agama, ras, dan antargolongan, semangat bela negara mengajak seluruh anak bangsa untuk selalu mengedepankan persatuan dan menghindari perpecahan.</p>
<p>Menjaga Kedaulatan Negara dan Keutuhan Wilayah: Komitmen untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dari Sabang sampai Merauke adalah harga mati. Ini mencakup kedaulatan di darat, laut, udara, dan kini juga di ruang siber.</p>
<p>Menjaga Keselamatan Bangsa dan Negara: Rasa cinta tanah air harus diwujudkan dalam sikap yang selalu menjaga keselamatan bangsa dari ancaman, baik dari luar maupun dari dalam.</p>
<p>Esensi ini berlandaskan pada konstitusi, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Bela negara ditegaskan sebagai kewajiban dan kehormatan bagi setiap warga negara Indonesia. Kewajiban ini dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.</p>
<p>Bela Negara di Era Kontemporer: Tidak Hanya di Medan Perang</p>
<p>Acara ini juga menyiratkan pemahaman bahwa bela negara di era modern memiliki makna yang sangat luas. Tidak lagi terbatas pada pengambilan senjata dan berperang di medan tempur. Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian sesuai profesi dan kapasitas masing-masing.</p>
<p>Seorang pelajar dan mahasiswa membela negara dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan menjauhi narkoba. Seorang pekerja membela negara dengan berkarya secara produktif, jujur, dan membayar pajak. Seorang netizen membela negara dengan menggunakan media sosial secara bijak, memerangi hoaks, dan menjaga kerukunan di dunia digital. Para pegawai Kemhan dan TNI-Polri membela negara dengan melaksanakan tugas pengamanan dan pertahanan dengan profesional. Inilah bentuk-bentuk bela negara yang kontekstual dan aplikatif.</p>
<p>Kesimpulan: Merawat Api Semangat Kebangsaan</p>
<p>Peringatan HUT ke-77 Bela Negara di Kemhan RI berhasil menggabungkan unsur kekhidmatan, kegembiraan, dan pendidikan nilai. Dari upacara yang penuh khidmat hingga bazar yang riang gembira, semuanya bermuara pada satu tujuan: merawat dan menyalakan api semangat kebangsaan di hati setiap warga negara.</p>
<p>Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, dari birokrat, pelajar, hingga organisasi masyarakat, acara ini mengirim pesan bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia (total defense). Semangat “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju” diharapkan tidak berhenti di Gedung Pierre Tendean, tetapi terus bergema dan diimplementasikan dalam setiap langkah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Di usia ke-77, semangat bela negara harus semakin matang, adaptif terhadap tantangan zaman, dan menjadi jiwa yang menggerakkan seluruh anak bangsa untuk berkontribusi bagi kejayaan Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kemenhan-ri-gelar-hut-ke-77-bela-negara-tanamkan-semangat-cinta-tanah-air-dan-wawasan-kebangsaan/">KEMENHAN RI Gelar HUT ke-77 Bela Negara, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25244</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Mengikuti Upacara Hari Bela Negara ke 77 di Kementerian Pertahanan RI.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/korps-gabungan-potensi-pertahanan-kogaphan-mengikuti-upacara-hari-bela-negara-ke-77-di-kementerian-pertahanan-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 06:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertahanan RI.]]></category>
		<category><![CDATA[Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN)]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Hari Bela Negara ke 77]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Mengikuti Upacara Hari Bela Negara ke 77 di Kementerian Pertahanan RI Jakarta Aksesnusantara.id &#8211; Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan RI menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bela Negara ke 77 tahun 2025 dengan mengusung tema, &#8220;Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.&#8221; Upacara Peringatan Hari Bela Negara di Gedung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/korps-gabungan-potensi-pertahanan-kogaphan-mengikuti-upacara-hari-bela-negara-ke-77-di-kementerian-pertahanan-ri/">Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Mengikuti Upacara Hari Bela Negara ke 77 di Kementerian Pertahanan RI.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Mengikuti Upacara Hari Bela Negara ke 77 di Kementerian Pertahanan RI</p>
<p><strong>Jakarta Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan RI menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bela Negara ke 77 tahun 2025 dengan mengusung tema, &#8220;Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.&#8221;</p>
<p>Upacara Peringatan Hari Bela Negara di Gedung Piere Tendean dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema yang diikuti oleh pegawai Organik Kementerian Pertahanan, Perwakilan Mahasiswa dan Perwakilan Ormas salah satunya Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Forum Kader Bela Negara (FKBN) yang mengirimkan dua peleton pasukan terdiri dari Komponen Cadangan (Komcad) dan Kader Bela Negara FKBN merupakan Komponen Pendukung Pertahanan yang di pimpin oleh Raden Elpin Subagus, pada Jumat, 19 Desember 2025.</p>
<p>Dalam Upacara tersebut Kabacadnas Kementerian Pertahanan membacakan amanat presiden RI Prabowo Subianto.</p>
<p>&#8220;Presiden menegaskan bahwa Bela Negara merupakan modal utama Bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman non konvensional seperti Perang siber . Presiden menegaskan semangat Bela Negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga negara,&#8221; ungkap Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema.</p>
<p>Usai upacara memperingati hari Bela Negara dilanjutkan dengan acara tasyakuran Hari Bela Negara yang di gelar di Aula Gedung Urip Sumohardjo Kementerian Pertahanan. Pada kesempatan tersebut dilakukan kegiatan potong tumpeng oleh Sekertaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo diberikan kepada Kepala Pusat Forum Kader Bela Negara (FKBN) Angga Rahadian Tirtawijaya.</p>
<figure id="attachment_25241" aria-describedby="caption-attachment-25241" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-25241 size-full" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=2560%2C1706&#038;ssl=1" alt="" width="2560" height="1706" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?w=2560&amp;ssl=1 2560w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=1536%2C1024&amp;ssl=1 1536w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=2048%2C1365&amp;ssl=1 2048w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=750%2C500&amp;ssl=1 750w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0053-scaled.jpg?resize=1140%2C760&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-25241" class="wp-caption-text">Acara Pemotongan Tumpeng</figcaption></figure>
<p>Kepala Pusat Angga Rahadian Tirtawijaya didampingi oleh Sestama Raden Elpin Subagus menyampaikan rasa Terimakasih ke pada Kementerian Pertahanan dengan menerima potongan tumpeng pertama merupakan suatu kahormatan dalam menjalankan amanah untuk tetap konsisten tegak lurus dan tetap teguh di dalam mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai nilai bela negara.</p>
<p>&#8220;Terimakasih banyak atas kehormatan untuk menerima tumpeng pertama di dalam rangka memperingati Hari Bela negara, hal ini merupakan kebanggaan untuk semua kader bela negara yang tergabung dalam wadah Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Forum Kader Bela Negara (FKBN) yang merupakan organisasi dibawah binaan Kementerian Pertahanan,&#8221; Tukasnya. (FKBN/Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/korps-gabungan-potensi-pertahanan-kogaphan-mengikuti-upacara-hari-bela-negara-ke-77-di-kementerian-pertahanan-ri/">Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) Mengikuti Upacara Hari Bela Negara ke 77 di Kementerian Pertahanan RI.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25240</post-id>	</item>
		<item>
		<title>FKBN mengadakan Diklat Insan Pers Bela Negara dan Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara.</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/fkbn-mengadakan-diklat-insan-pers-bela-negara-dan-tasyakuran-koperasi-forum-kader-bela-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 12:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diklat Insan Pers Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25233</guid>

					<description><![CDATA[<p>FKBN mengadakan Diklat Insan Pers Bela Negara dan Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara. Jakarta Aksesnusantara.id &#8211; Di tengah kompleksitas tantangan keamanan nasional yang kian mengglobal dan multidimensi, peran pers tidak lagi sekadar sebagai penyampai berita, tetapi sebagai pilar pertahanan negara di medan informasi. Hal ini menjadi pesan sentral dalam Diklat Insan Pers Bela Negara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/fkbn-mengadakan-diklat-insan-pers-bela-negara-dan-tasyakuran-koperasi-forum-kader-bela-negara/">FKBN mengadakan Diklat Insan Pers Bela Negara dan Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>FKBN mengadakan Diklat Insan Pers Bela Negara dan Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara.</p>
<p><strong>Jakarta Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Di tengah kompleksitas tantangan keamanan nasional yang kian mengglobal dan multidimensi, peran pers tidak lagi sekadar sebagai penyampai berita, tetapi sebagai pilar pertahanan negara di medan informasi. Hal ini menjadi pesan sentral dalam Diklat Insan Pers Bela Negara yang diselenggarakan oleh Bela Negara Network pada Rabu, 17 Desember 2025, di Aula Bela Negara, Gedung Suprapto Lantai 8, Kementerian Pertahanan RI.</p>
<p>Acara ini mengusung tema “Meningkatkan Bela Negara melalui Pers” ini bertujuan mengukuhkan insan media sebagai garda terdepan dalam informasi kebangsaan serta mendorong peran aktif mereka dalam menjaga keamanan informasi dan kedaulatan bangsa.</p>
<p>Kegiatan Diklat Insan Pers Bela Negara ini dalam rangka peringatan Hari Bela Negara ke 77 Tahun 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan Diklat Insan Pers Bela Negara ini dihadiri oleh Kabiro Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait, Wakil ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Kasatwas Mayjen TNI Purn Adi Sudaryanto, Wakasatwas Brigjen TNI Hari Goeritno, Kepala Pusat Angga Rahadian Tirtawijaya dan Sekertaris Utama Raden Elpin Subagus, serta 150 peserta undangan.</p>
<p>Sebagai narasumber sekaligus sambutan dari Kementerian Pertahanan diwakilkan oleh Direktur Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Budi Haryono, yang memberikan materi Tataran Dasar Bela Negara.</p>
<p>&#8220;Forum Kader Bela Negara (FKBN) merupakan wadah Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan diharapkan dapat membantu Pemerintah di dalam mensosialisasikan nilai-nilai bela negara sehingga dengan adanya Forum Kader Bela Negara kehadiranya bermanfaat untuk masyarakat khusus nya terkait Bela Negara,&#8221; ujar Brigjen TNI Budi Haryono. Rabu,(17/12/2025).</p>
<p>Sementara itu, Kementerian Komonikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan materi Peran Pemerintah dalam rangka penyebaran berita Hoaks, dilanjutkan dengan materi dari PWI Pusat tentang Pentingnya Kesadaran Bela Negara bagi insan pers untuk menjaga sikap objektif Independen dan bertanggung jawab.</p>
<p>Kepala FKBN Bakorpus, Angga Rahadian Tirtawijaya menyampaikan bahwa, Forum Kader Bela Negara (FKBN) merupakan wadah Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan yang berfungsi untuk membantu Kementerian Pertahanan dalam rangka mengaktualisasikan nilai-nilai Bela Negara sesuai profesinya.</p>
<p>&#8220;Jadi dengan adanya Diklat Insan Pers Bela Negara ini, jurnalis yang tergabung dalam Bela Negara Network (BNNet), Saya berharap semua insan pers bisa berperan sebagai garda terdepan ujung tombak untuk mensosialisasikan nilai-nilai bela negara sekaligus sebagai penangkal adanya berita Hoaks, Fitnah dan adu domba yang bisa mengancam disintegrasi Bangsa,&#8221; terang Angga.</p>
<p>Setelah Kegiatan Diklat Insan Pers Bela Negara dilanjutkan dengan acara Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara, dengan pemotongan Tumpeng oleh Kepala Pusat Angga Rahadian Tirtawijaya diberikan ke pada Ketua Koperasi FKBN Raden Elpin Subagus.</p>
<figure id="attachment_25235" aria-describedby="caption-attachment-25235" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-25235 size-full" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=1600%2C720&#038;ssl=1" alt="" width="1600" height="720" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=300%2C135&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=1024%2C461&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=768%2C346&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=1536%2C691&amp;ssl=1 1536w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=750%2C338&amp;ssl=1 750w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251221-WA0029.jpg?resize=1140%2C513&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-25235" class="wp-caption-text">Acara Tasyakuran Koperasi Bela Negara</figcaption></figure>
<p>Raden Elpin Subagus yang di tunjuk sebagai Ketua Koperasi Forum Kader Bela Negara (FKBN) menyatakan siap mengemban amanah untuk menjalankan dan memimpin Koperasi FKBN.</p>
<p>&#8220;Koperasi FKBN sebagai Badan Otonom Forum Kader Bela Negara yang berfungsi untuk menjalankan roda ekonomi usaha organisasi FKBN di seluruh Indonesia. Kami berharap Koperasi Forum Kader Bela Negara dapat bersinergi dengan Pemerintah pusat, propinsi maupun daerah untuk mengimplementasikan Ekonomi Pancasila,&#8221; Pungkasnya. (*FKBN/Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/fkbn-mengadakan-diklat-insan-pers-bela-negara-dan-tasyakuran-koperasi-forum-kader-bela-negara/">FKBN mengadakan Diklat Insan Pers Bela Negara dan Tasyakuran Koperasi Forum Kader Bela Negara.</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diklat Pers Bela Negara, Pers Adalah Garda Terdepan Informasi Kebangsaan</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/diklat-pers-bela-negara-pers-adalah-garda-terdepan-informasi-kebangsaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 13:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diklat Pers Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Pers Adalah Garda Terdepan Informasi Kebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=25141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diklat Pers Bela Negara, Pers Adalah Garda Terdepan Informasi Kebangsaan. Jakarta Aksesnusantara.id &#8211; Di tengah kompleksitas tantangan keamanan nasional yang kian mengglobal dan multidimensi, peran pers tidak lagi sekadar sebagai penyampai berita, tetapi sebagai pilar pertahanan negara di medan informasi. Hal ini menjadi pesan sentral dalam Diklat Insan Pers Bela Negara yang diselenggarakan oleh Bela [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/diklat-pers-bela-negara-pers-adalah-garda-terdepan-informasi-kebangsaan/">Diklat Pers Bela Negara, Pers Adalah Garda Terdepan Informasi Kebangsaan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diklat Pers Bela Negara, Pers Adalah Garda Terdepan Informasi Kebangsaan.</p>
<p><strong>Jakarta Aksesnusantara.id</strong> &#8211; Di tengah kompleksitas tantangan keamanan nasional yang kian mengglobal dan multidimensi, peran pers tidak lagi sekadar sebagai penyampai berita, tetapi sebagai pilar pertahanan negara di medan informasi. Hal ini menjadi pesan sentral dalam Diklat Insan Pers Bela Negara yang diselenggarakan oleh Bela Negara Network pada Rabu, 17 Desember 2025, di Aula Bela Negara, Gedung Suprapto Lantai 8, Kementerian Pertahanan RI.</p>
<p>Acara ini mengusung tema “Meningkatkan Bela Negara melalui Pers” ini bertujuan mengukuhkan insan media sebagai garda terdepan dalam informasi kebangsaan serta mendorong peran aktif mereka dalam menjaga keamanan informasi dan kedaulatan bangsa.</p>
<p>Dihadiri oleh perwakilan redaksi, wartawan, dan pengelola media dari berbagai platform, diklat ini dibuka secara resmi setelah rangkaian acara seremonial yang khidmat. Prosesi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara, dilanjutkan dengan laporan panitia serta sambutan dari tiga institusi kunci: Mayjen TNI (Purn) Adi S. selaku Kepala Satuan Pengawas FKBN RI, Ketua Dewan Pers, dan Dirjen Pothan Kemhan RI.</p>
<figure id="attachment_25142" aria-describedby="caption-attachment-25142" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-25142 size-full" src="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?resize=1280%2C720&#038;ssl=1" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0042.jpg?resize=1140%2C641&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-25142" class="wp-caption-text">Keterangan : Narasunber Memberikan Materi. Jakarta Rabu (17-12-2025).</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutannya, terungkap konsensus bahwa dalam konteks bela negara kontemporer, pena dan keyboard memiliki daya hancur dan daya bangun yang setara dengan senjata konvensional.</p>
<p>Membangun Fondasi: Tataran Dasar Bela Negara dan Ancaman Modern.</p>
<p>Sesi inti pembekalan dimulai dengan materi “Tataran Dasar Bela Negara” yang disampaikan oleh perwakilan Kementerian Pertahanan RI. Materi ini menegaskan bahwa bela negara bukan lagi semata-mata tentang memanggul senjata, tetapi tentang kontribusi positif setiap warga negara sesuai profesinya. Bagi insan pers, kontribusi itu diwujudkan melalui kerja jurnalistik yang berintegritas, mendidik, dan mempersatukan bangsa. Pemahaman dasar ini menjadi landasan etis sebelum membahas ancaman-ancaman yang lebih teknis.</p>
<p>Ancaman tersebut kemudian dijelaskan secara gamblang dalam sesi kedua tentang “Pertahanan Cyber dan Peran Media untuk Menghadapi Psywar (Psychological Warfare)” oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Narasumber memaparkan bagaimana perang psikologi modern menggunakan media sosial dan platform digital sebagai alat untuk menanamkan narasi yang merusak stabilitas nasional, memecah belah masyarakat, dan melemahkan kepercayaan terhadap institusi negara. Pers, dengan kemampuan verifikasi dan jaringannya, diharapkan menjadi first line of defense (garis pertahanan pertama) dalam mengidentifikasi, mendekonstruksi, dan menetralisasi kampanye psywar asing maupun domestik. &#8220;Setiap klik, setiap berita yang dibagikan, bisa menjadi amunisi atau penangkal dalam perang persepsi ini,&#8221; tegas salah satu pemateri dari BSSN.</p>
<p>Memerangi Hoax dan Judi Online: Kolaborasi Pemerintah dan Media.</p>
<p>Sesi berikutnya, yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, fokus pada “Peran Pemerintah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Berita Hoax dan Judi Online.” Pemerintah menyadari bahwa perang melawan disinformasi dan konten ilegal tidak bisa dimenangi sendirian. Diperlukan kolaborasi simbiosis dengan media arus utama dan platform jurnalistik warga yang bertanggung jawab. Materi ini menyoroti mekanisme pelaporan yang sudah ada, seperti Aduan Konten dan kerja sama dengan trusted flagger, serta mendorong insan pers untuk aktif menjadi sumber informasi yang kredibel sehingga masyarakat tidak terjebak pada sumber-sumber yang tidak jelas. Ancaman judi online juga ditekankan bukan hanya sebagai kejahatan ekonomi, tetapi juga sebagai pintu masuk pendanaan aktivitas ilegal dan perusakan moral bangsa yang menggerogoti ketahanan sosial.</p>
<p>Integritas Jurnalistik sebagai Bentuk Bela Negara.</p>
<p>Puncak dari pembekalan adalah sesi yang disampaikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tentang “Pentingnya Kesadaran Bela Negara bagi Insan Pers untuk menjaga Sikap Objektif, Independen, dan Bertanggung Jawab.” Sesi ini menautkan langsung prinsip-prinsip jurnalistik dasar yang obyektif, independen, dan akuntabel dengan semangat cinta tanah air. Seorang wartawan yang menjalankan tugasnya dengan baik, dengan memverifikasi fakta, melindungi sumber yang sah, dan menolak suap atau tekanan untuk memutar narasi, pada hakikatnya sedang menjalankan bela negara.</p>
<p>&#8220;Pers yang independen adalah pers yang kuat. Pers yang kuat adalah pers yang mampu melindungi kepentingan publik dan kedaulatan bangsa dari berbagai bentuk manipulasi,&#8221; ujar perwakilan PWI.</p>
<p>Semangat ini selaras dengan tujuan diklat untuk menjadikan insan pers Bela Negara sebagai guardian of national narrative (penjaga narasi kebangsaan).</p>
<p>Diskusi Interaktif dan Komitmen Bersama.</p>
<p>Sesi tanya jawab yang dimoderatori dengan apik berlangsung dinamis. Peserta mengajukan pertanyaan kritis seputar tantangan teknis dalam melacak sumber psywar, batasan antara peliputan kritis dan ancaman terhadap keamanan negara, serta bagaimana memperkuat literasi digital di ruang redaksi. Diskusi menghasilkan kesimpulan bahwa diperlukan platform kolaborasi tetap antara Kementerian Pertahanan, BSSN, Kemkominfo, Dewan Pers, dan asosiasi media untuk berbagi early warning (peringatan dini-Red) mengenai ancaman informasi secara lebih cepat dan terstruktur.</p>
<p>Penutup dan Refleksi: Pers Sebagai Jantung Pertahanan Ideologi.</p>
<p>Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat. Plakat cinderamata dan sesi foto bersama menandai dimulainya sebuah jejaring insan pers bela negara yang diharapkan akan terus berkembang. Diklat ini bukan sekadar pelatihan satu hari, melainkan sebuah deklarasi paradigma baru.</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala FKBN Bakorpus FKBN, Angga Rahardian Tirtawidjaja menuturkan, Dalam konteks negara yang sedang menghadapi pertarungan narasi global, posisi pers menjadi sangat sentral. Bela Negara Network, melalui diklat ini, telah menempatkan insan pers sebagai subjek aktif dalam ekosistem ketahanan nasional.</p>
<p>&#8220;insan Pers tidak lagi dipandang hanya sebagai obyek yang harus diatur atau pihak yang diawasi, melainkan sebagai mitra strategis yang tulang punggungnya adalah kebenaran fakta dan etika profesional. Ketika hoax, psywar, dan cyber attack menjadi alat perang generasi baru, maka jurnalisme yang berkualitas, berintegritas, dan berjiwa kebangsaan adalah senjata penangkalnya yang paling ampuh,&#8221; Ujar Angga.</p>
<p>Dengan bekal dari FKBN di Aula Bela Negara, Gedung Suprapton Kemhan RI, diharapkan setiap insan pers yang hadir pulang tidak hanya dengan sertifikat, tetapi dengan sebuah sense of mission yang diperbarui, bahwa setiap karya jurnalistik yang akurat, mendalam, dan mempersatukan adalah kontribusi nyata bagi bela negara, menjaga marwah bangsa di ruang digital, dan memastikan kedaulatan Indonesia tetap utuh dari darat, laut, udara, hingga di dunia maya yang tak berbatas. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/diklat-pers-bela-negara-pers-adalah-garda-terdepan-informasi-kebangsaan/">Diklat Pers Bela Negara, Pers Adalah Garda Terdepan Informasi Kebangsaan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25141</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/kunjungan-bakorpus-fkbn-ke-lamongan-meninjau-hasil-terapan-pertanian-organik-bela-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 17:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agro Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Organik Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Bakorpus FKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=24621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara. Lamongan,Aksesnusantara.id – Komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk lokal mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada Bela Negara, FKBN. Pada Minggu dini hari (30/11/2025), sebuah produk beras unggulan asal Lamongan, yaitu Beras Terapan Organik Bela [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kunjungan-bakorpus-fkbn-ke-lamongan-meninjau-hasil-terapan-pertanian-organik-bela-negara/">Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> – Komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk lokal mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada Bela Negara, FKBN. Pada Minggu dini hari (30/11/2025), sebuah produk beras unggulan asal Lamongan, yaitu Beras Terapan Organik Bela Negara milik Saifudin Zuhri, mendapatkan kunjungan dan penilaian kelayakan langsung dari Kepala Badan Koordinator Pusat (Bakorpus) Forum Kader Bela Negara (FKBN), Angga Rahadian Tirtawijaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB ini menunjukkan keseriusan dan komitmen tinggi dari FKBN. Setibanya di Stasiun Babat, Angga Rahadian tidak langsung beristirahat. Ia justru langsung menuju ke lokasi untuk melihat dan meninjau secara langsung kualitas dan potensi beras organik karya anak bangsa tersebut. Kunjungan dini hari ini juga disertai dengan interaksi di kedai angkringan belakang kelurahan Babat, menunjukkan pendekatan yang langsung menyentuh akar rumput.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Beras Terapan Organik FKBN adalah Inovasi Pertanian yang Menjaga Alam dan Negeri. Beras Terapan Organik Bela Negara bukan sekadar produk pertanian biasa. Seperti namanya, beras ini dibudidayakan dengan metode Full organik, yang berarti bebas dari pupuk dan pestisida kimia sintetis. Praktik pertanian ini tidak hanya menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi konsumen, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,&#8221; Terang Angga Rahardian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penamaan &#8220;Bela Negara&#8221; pada produk ini mengandung makna filosofis yang dalam. Dalam konteks kontemporer, membela negara tidak lagi semata-mata di medan perang. Upaya menjaga kedaulatan pangan dengan memproduksi makanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan adalah salah satu bentuk aktualisasi bela negara di era modern. Dengan mengonsumsi dan mengembangkan produk dalam negeri yang berkualitas, masyarakat telah berkontribusi langsung pada penguatan ketahanan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses Penilaian dan Harapan untuk Pengembangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedatangan Kepala Bakorpus FKBN, Angga Rahadian Tirtawijaya, ke Lamongan memiliki tujuan strategis. Proses review dan penilaian kelayakan yang dilakukannya merupakan langkah awal yang krusial. FKBN, dengan jaringan dan perannya di tingkat nasional, dapat menjadi jembatan yang menghubungkan inovasi lokal dengan kebijakan strategis di tingkat pusat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Titik akhir yang diharapkan dari proses penilaian ini adalah mendapatkan pengakuan dan persetujuan (acc) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Jika disetujui, Beras Terapan Organik Bela Negara asal Lamongan ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas, baik sebagai bagian dari program logistik pangan yang lebih sehat bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun sebagai contoh model pertanian organik yang dapat direplikasi di daerah lain,&#8221; Tambah Kepala Bakorpus FKBN.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengembangan oleh Kemenhan akan membawa dampak yang signifikan. Selain memberikan market yang pasti dan stabil bagi petani, hal ini juga akan mendorong standar kualitas yang tinggi, alih teknologi, dan yang terpenting, memperkuat rantai pasok pangan dalam negeri yang resilient.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala FKBN Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, Muhammad Ferry Fadli, menuturkan bahwa di balik produk andalan ini, terdapat sosok formulator organik abah Mustain dan diaplikasikan oleh muridnya mas Saifudin Zuhri, Beras organik Bela Negara wujudnya. Keberhasilannya mengembangkan Beras Terapan Organik menunjukkan bahwa semangat, dedikasi dan inovasi tidak hanya ada di sektor pertanian dan perikanan, tapi juga di Semua sektor agro industri yang kedepannya untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional bagi masa depan bangsa dan negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dedikasinya dalam mengembangkan pertanian organik patut diacungi jempol. Bertani secara organik lebih ekonomis dengan penggunaan olahan organik bikinannya sendiri. Ketekunan dan keyakinan akan kualitas tanaman dan hasil produknya, Keberhasilan ini membuktikan bahwa pertanian organik itu yang terbaik dan harus di kembangkan di seluruh wilayah Indonesia,&#8221; kata M. Ferry Fadli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lanjutnya, Peningkatan Ekonomi Petani Lokal. Terbukanya pasar yang besar dan stabil akan meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor hilir. Jika nantinya dikembangkan oleh Kemenhan RI, dampaknya bagi pertanian nasional akan sangat luas. Selain itu, Pemetaan ulang citra dalam Pertanian di Kabupaten Lamongan tidak hanya dikenal dengan soto dan wisata baharinya, tetapi juga sebagai lumbung pangan organik berkualitas tinggi, yang dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantangan dan Langkah Ke Depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski prospeknya cerah, sejumlah tantangan harus diantisipasi. Konsistensi kualitas dan kuantitas produksi, skalabilitas usaha, serta sertifikasi resmi sebagai produk organik adalah beberapa hal yang perlu terus ditingkatkan. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, misalnya melalui Dinas Pertanian, sangat dibutuhkan untuk membantu petani dalam memenuhi standar-standar tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penguatan Ketahanan Pangan Nasional: Diversifikasi sumber pangan sehat dan berkelanjutan adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional. Keberhasilan model ini di Kabupaten Lamongan ini dapat menjadi pilot project untuk daerah-daerah penghasil pangan lainnya di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adanya dukungan dari institusi strategis seperti Kemenhan akan semakin mempopulerkan konsumsi beras organik di kalangan masyarakat luas dan mempromosikan gaya hidup sehat kepada generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan dan penilaian langsung oleh Kepala Bakorpus FKBN di tengah malam ini adalah sebuah sinyal yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk naik kelas dan mendapatkan perhatian di tingkat nasional. Semoga langkah awal ini diikuti dengan tindak lanjut yang konkret, sehingga Beras Terapan Organik Bela Negara dari Lamongan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga kontributor nyata bagi ketahanan pangan dan pembelaan negara melalui sektor pertanian. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/kunjungan-bakorpus-fkbn-ke-lamongan-meninjau-hasil-terapan-pertanian-organik-bela-negara/">Kunjungan Bakorpus FKBN ke Lamongan, Meninjau Hasil Terapan Pertanian Organik Bela Negara</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angga Rahadian Tirtawijaya: Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/angga-rahadian-tirtawijaya-guru-garda-terdepan-bela-negara-di-dunia-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[freyliaprabu@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 16:39:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Angga Rahadian Tirtawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Retreat Bela Negara Lamongan 2025 Batch 1]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=24395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Angga Rahadian Tirtawijaya: Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan. Lamongan,Aksesnusantara.id – Suasana di Aula Kadet Soewoko, Makodim 0812 Lamongan, Sabtu (15/11/2025) pagi, terasa begitu khidmat. Sebanyak 84 Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Lamongan duduk rapi, menyimak setiap kata yang diucapkan oleh seorang tokoh kunci [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/angga-rahadian-tirtawijaya-guru-garda-terdepan-bela-negara-di-dunia-pendidikan/">Angga Rahadian Tirtawijaya: Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Angga Rahadian Tirtawijaya: Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> – Suasana di Aula Kadet Soewoko, Makodim 0812 Lamongan, Sabtu (15/11/2025) pagi, terasa begitu khidmat. Sebanyak 84 Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Lamongan duduk rapi, menyimak setiap kata yang diucapkan oleh seorang tokoh kunci di balik gelaran Retret Bela Negara ini. Dialah Angga Rahadian Tirtawijaya, Ketua Umum Forum Kader Bela Negara (FKBN), yang hadir secara khusus untuk membuka dan memberikan motivasi dalam acara bertema “Membangun Peran dan Kesadaran Bela Negara Untuk Indonesia Emas”.</p>
<p>Kehadiran Angga, yang kerap disapa Bang Angga, bukan sekadar formalitas. Kedatangannya sebagai tamu undangan utama menegaskan level pentingnya acara yang digelar selama dua hari (15-16 November 2025) ini. Sebelum menyampaikan sambutan, dengan penuh semangat, Angga secara simbolis memasangkan ID Card kepada perwakilan peserta. Sebuah gestur sederhana yang sarat makna, menandai dimulainya transformasi 84 guru ini dari pengajar biasa menjadi kader aktif bela negara yang siap ditugaskan di garda terdepan dunia pendidikan.</p>
<p>“Pemasangan ID Card ini bukan sekadar tanda pengenal. Ini adalah simbol komitmen, tanggung jawab, dan sebuah amanah,” ujar Angga dalam sambutannya yang penuh gelora, mengawali retret yang merupakan buah kerjasama solid antara Kodim 0812 Lamongan dan FKBN.</p>
<p>Masih kata Kepala Bakorpus FKBN, “Hari ini, Bapak dan Ibu Guru bukan hanya bertugas mengajar Matematika atau IPA. Mulai saat ini, Bapak dan Ibu adalah duta-duta bela negara yang bertugas mencetak generasi Indonesia Emas 2045 yang berkarakter, cinta tanah air, dan tangguh menghadapi segala bentuk ancaman bangsa,&#8221; Kata Angga.</p>
<p>Retret, Bukan Sekadar Pelatihan Biasa:</p>
<p>Angga juga menekankan, kegiatan ini sengaja dinamakan retret, yang berarti menyendiri untuk perenungan, bukan sekadar pelatihan atau diklat biasa. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan filosofi FKBN dalam membangun kader.</p>
<p>“Kami di FKBN percaya bahwa membangun kesadaran bela negara harus dimulai dari pembenahan jiwa dan pola pikir. Ini adalah proses inner transformation,” papar Angga yang visi kepemimpinannya dikenal luas dalam menggalakkan gerakan bela negara di kalangan masyarakat sipil.</p>
<p>Lebih lanjut, “Kita akan menyepi sejenak dari rutinitas, merenungkan kembali sejauh mana kontribusi kita untuk bangsa, dan mengisi ulang semangat kebangsaan kita. Baru setelah jiwa ini kuat, kita isi dengan keterampilan dan pengetahuan yang aplikatif,&#8221; lugasnya.</p>
<p>Retret ini, lanjutnya, dirancang khusus untuk mengasah ulang jiwa, semangat, dan pemahaman para guru yang merupakan ujung tombak pembentukan generasi penerus. Di tangan merekalah, masa depan Indonesia dititipkan.</p>
<p>Guru sebagai Benteng Pertahanan Nasional di Era Modern :</p>
<p>Dalam pandangan Angga Rahadian Tirtawijaya, konsep bela negara di abad ke-21 telah mengalami evolusi yang signifimecan. Ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi hanya berupa agresi militer, tetapi lebih pada perang asimetris: perang siber, proxy war, infiltrasi ideologi, radikalisme, hingga degradasi moral melalui budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.</p>
<figure id="attachment_24397" aria-describedby="caption-attachment-24397" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-24397 size-full" src="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=1600%2C1067&#038;ssl=1" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=1536%2C1024&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=750%2C500&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0057.jpg?resize=1140%2C760&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-24397" class="wp-caption-text">Keterangan: Angga Rahadian Tirtawijaya, Memberi Arahan : Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan. Foto: IST.</figcaption></figure>
<p>“Dalam konteks inilah, peran guru menjadi sangat sentral dan strategis. Guru adalah benteng pertahanan nasional yang paling depan di garis belakang,” tegasnya. “Merekalah yang setiap hari berinteraksi dengan calon-calon pemimpin masa depan. Sebuah pesan radikal yang masuk ke pikiran anak didik lebih berbahaya daripada peluru. Sebaliknya, sebuah nilai pancasila yang ditanamkan dengan keteladanan, lebih kuat dari pada tank baja.”</p>
<p>Angga mendorong para peserta untuk memaknai setiap materi dalam retret, mulai dari Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, hingga Bahaya Narkoba, bukan sebagai teori semata. Ia menekankan pentingnya mindset sebagai pelaku aktif bela negara.</p>
<p>“Setelah ini, Bapak dan Ibu harus menjadi agen of change. Tularkan semangat ini ke rekan sejawat, ke siswa, dan ke masyarakat sekitar. Implementasi bela negara seorang guru bisa sederhana: menjadi guru yang jujur, adil, tidak melakukan perundungan, menolak pungutan liar, melaporkan jika ada indikasi narkoba di sekolah, dan yang terpenting, menjadi teladan yang hidup akan nilai-nilai Pancasila,” pesannya.</p>
<p>Sinergi TNI dan Sipil untuk Ketahanan Bangsa :</p>
<p>Kehadiran Angga di acara yang digelar Kodim 0812 ini juga mempertegas komitmen sinergi yang erat antara TNI dan komponen masyarakat sipil, dalam hal ini FKBN, untuk bersama-sama membangun ketahanan bangsa.</p>
<p>“Kodim 0812 Lamongan, di bawah pimpinan Dandim yang luar biasa, telah menjadi mitra strategis FKBN. Ini adalah bentuk new paradigm di mana pertahanan negara dibangun dari seluruh komponen bangsa, tidak hanya oleh TNI. Comprehensive approach inilah kunci kekuatan kita,” jelas Angga.</p>
<figure id="attachment_24398" aria-describedby="caption-attachment-24398" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-24398 size-full" src="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=1600%2C1067&#038;ssl=1" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=1536%2C1024&amp;ssl=1 1536w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=750%2C500&amp;ssl=1 750w, https://i1.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251118-WA0064.jpg?resize=1140%2C760&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-24398" class="wp-caption-text">Keterangan: Retreat Bela Negara Lamongan 2025 Batch 1 di Kodim Lamongan. Foto: IST.</figcaption></figure>
<p>Ia menambahkan, guru-guru yang telah mengikuti retret ini nantinya akan menjadi bagian dari jejaring Kader Bela Negara FKBN di Lamongan. Mereka tidak akan dibiarkan berjalan sendiri, tetapi akan didampingi dan difasilitasi untuk melaksanakan program-program tindak lanjut di sekolah masing-masing.</p>
<p>“Mereka akan kita bekali dengan modul-modul pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai bela negara, kita undang dalam forum-forum diskusi, dan kita bimbing untuk menjadi trainer bagi guru-guru lainnya. Ini baru awal dari sebuah gerakan panjang,” ucap Angga penuh keyakinan.</p>
<p>Semangat yang Menggelora dan Harapan untuk Indonesia Emas.</p>
<p>Penutupan sambutan Angga Rahadian Tirtawijaya diwarnai dengan tepuk tangan meriah dari 84 guru peserta. Wajah-wajah mereka tampak berbinar, mendengar penjelasan visioner dari Ketua Umum FKBN tersebut. Pesan yang disampaikan Angga bukan menakut-nakuti dengan ancaman, tetapi justru membangkitkan optimisme dan rasa bangga akan peran strategis yang mereka emban.</p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemasangan ID Card secara simbolis oleh Angga kepada enam perwakilan guru, yang disambut dengan rasa hormat dan kebanggaan. Momen itu menjadi simbol penyerahan mandat sekaligus pengakuan resmi terhadap peran baru mereka.</p>
<p>Dengan dimulainya retret ini dibuka secara resmi oleh Angga Rahadian Tirtawijaya, sebuah babak baru dalam penguatan karakter bangsa di Lamongan dimulai. Ke-84 guru tersebut tidak lagi hanya melihat diri mereka sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi sebagai nation builder, pejuang-pejuang intelektual yang siap membentuk masa depan Indonesia.</p>
<p>Melalui tangan dingin dan kepemimpinan visioner Angga, FKBN terus memperkuat jaringannya, membuktikan bahwa upaya bela negara adalah tanggung jawab bersama, dan guru adalah aset terpenting yang dimiliki bangsa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 yang berdaulat, maju, dan berakhlak mulia. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/angga-rahadian-tirtawijaya-guru-garda-terdepan-bela-negara-di-dunia-pendidikan/">Angga Rahadian Tirtawijaya: Guru Garda Terdepan Bela Negara di Dunia Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24395</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://aksesnusantara.id/retret-bela-negara-batch-1-cetak-pendidik-lamongan-berkarakter-untuk-indonesia-emas-2045/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[freyliaprabu@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 16:26:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bela Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[FKBN Kabupaten Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045.]]></category>
		<category><![CDATA[Retret Bela Negara Batch 1]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aksesnusantara.id/?p=24389</guid>

					<description><![CDATA[<p>Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045. Lamongan,Aksesnusantara.id – Sebanyak 84 Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Lamongan mengikuti Retret Bela Negara dengan tema “Membangun Peran dan Kesadaran Bela Negara Untuk Indonesia Emas”. Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari, Sabtu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/retret-bela-negara-batch-1-cetak-pendidik-lamongan-berkarakter-untuk-indonesia-emas-2045/">Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045.</p>
<p><strong>Lamongan,Aksesnusantara.id</strong> – Sebanyak 84 Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Lamongan mengikuti Retret Bela Negara dengan tema “Membangun Peran dan Kesadaran Bela Negara Untuk Indonesia Emas”. Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (15-16 November 2025) ini, digelar atas kerjasama Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan dengan Forum Kader Bela Negara (FKBN), menandai komitmen serius dalam membangun fondasi karakter bangsa sejak dari lingkungan pendidikan.</p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kadet Soewoko dan Lapangan Makodim 0812 Lamongan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah retret atau perenungan yang dirancang untuk mengasah ulang jiwa, semangat, dan pemahaman para guru sebagai ujung tombak pembentukan generasi penerus.</p>
<p>Hari Pertama: Membangun Fondasi Jiwa Kesatria dan Kebangsaan.</p>
<p>Hari pertama, Sabtu (15/11/2025), dibuka dengan proses registrasi dan pengecekan peserta pukul 10.00 WIB. Suasana langsung terasa khidmat saat para guru, mengenakan seragam putih-hitam, mengikuti Upacara Pembukaan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0812 Lamongan. Upacara ini menjadi penanda dimulainya transformasi mental dari seorang pengajar biasa menjadi guru pejuang yang sadar akan tugas bela negaranya.</p>
<p>Dalam Sambutan dan Pengarahan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), ditekankan bahwa tantangan guru di era globalisasi tidak lagi sebatas mentransfer ilmu, melainkan juga membentengi siswa dari ancaman ideologi-ideologi yang merongrong Pancasila, bahaya narkoba, dan degradasi moral. Peran guru sebagai role model dan agen perubahan di masyarakat menjadi kunci utama.</p>
<p>Materi pertama, “Kepemimpinan yang Berjiwa Bela Negara” yang disampaikan oleh Brigjen Purn (Purnawirawan) Aldian selaku Dewan Pembina FKBN, menjadi pembuka wawasan yang mencerahkan. Beliau memaparkan bahwa jiwa kepemimpinan dan bela negara adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.</p>
<p>“Seorang guru adalah pemimpin di kelasnya, di sekolahnya, dan di masyarakatnya. Kepemimpinan yang berjiwa bela negara berarti memimpin dengan keteladanan, integritas, dan siap berkorban untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu masa depan bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Usai sholat dan coffe break, para guru diajak turun ke lapangan untuk mengikuti materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang dipandu oleh Kapten Kav Sumaji. Di bawah terik matahari sore, para guru dengan penuh semangat melaksanakan setiap aba-aba. Latihan ini bukan bertujuan untuk mencetak mereka menjadi prajurit, melainkan untuk melatih kedisiplinan, ketangkasan, kekompakan tim, dan kesigapan dalam merespons instruksi nilai-nilai fundamental yang harus dimiliki seorang pemimpin.</p>
<p>Malam hari menjadi sesi yang paling krusial untuk penguatan konsep. Diawali dengan Pre-Test untuk mengukur pemahaman awal, para peserta kemudian dibanjiri dengan tiga materi inti secara beruntun.</p>
<p>Pertama, “Wawasan Kebangsaan” oleh Kodim 0812 Lamongan, yang diwakili oleh Kapten Arm Yusniady. Dengan gamblang, dirinya menjelaskan peta ancaman terhadap kedaulatan negara yang kini semakin kompleks, mulai dari perang siber, proxy war, hingga infiltrasi budaya yang mengikis rasa nasionalisme.</p>
<p>“Bela negara di abad 21 tidak selalu berarti memanggul senjata. Menjaga ruang digital dari hoaks, mencintai produk lokal, dan mengajar dengan integritas adalah bentuk bela negara yang nyata,” ujarnya.</p>
<p>Materi kedua, Ketahanan Negara oleh Kapten Arm Yusniady. Ketahanan nasional hakikatnya adalah kondisi suatu bangsa yang menggambarkan kemampuan mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan tantangan.</p>
<p>&#8220;Sistem Pertahanan Negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara Indonesia,&#8221; lugasnya.</p>
<figure id="attachment_24391" aria-describedby="caption-attachment-24391" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-24391 size-full" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?resize=1280%2C646&#038;ssl=1" alt="" width="1280" height="646" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?resize=300%2C151&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?resize=1024%2C517&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?resize=768%2C388&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?resize=750%2C379&amp;ssl=1 750w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251116-WA0227.jpg?resize=1140%2C575&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-24391" class="wp-caption-text">Keterangan: Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045. Sabtu-Minggu, (15-16/11/2025). Foto: Kabar1Lamongan.com</figcaption></figure>
<p>Materi Kedua, “Pendidik yang Berjiwa Bela Negara” disampaikan oleh MPO FKBN Kabupaten Lamongan, Dr. Chusnu Yuli, M.Pd. Materi ini menyentuh hati nurani setiap peserta, menekankan bahwa jiwa bela negara harus terinternalisasi dalam setiap tindak-tanduk edukasi.</p>
<p>“Apakah kita sudah menjadi guru yang adil? Apakah kita menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelajaran? Itulah implementasinya. Mendidik dengan hati adalah bela negara,” serunya.</p>
<p>Puncak dari sesi malam adalah Diskusi Kelompok. Para guru dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendalami dan merefleksikan semua materi yang telah diterima. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Mereka saling berbagi pengalaman menghadapi tantangan di sekolah masing-masing, mulai dari menangani siswa yang terpapar radikalisme halus, perundungan, hingga lemahnya semangat nasionalisme.</p>
<p>Sebelum beristirahat, para peserta mengikuti Pos Test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Hari yang melelahkan namun penuh makna ditutup dengan Apel Malam sebagai wujud evaluasi dan komitmen untuk menjaga kedisiplinan hingga detik terakhir.</p>
<p>Hari Kedua: Mengasah Fisik, Memantapkan Jiwa.</p>
<p>Hari kedua dimulai sangat pagi. Pukul 02.00 dini hari, para peserta mengikuti sesi Renungan Malam. Dalam heningnya malam, mereka diajak untuk merenungkan kembali tugas suci mereka sebagai pendidik dan peran strategis mereka dalam membentuk Indonesia Emas 2045. Setelah sholat Subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Senam Pagi untuk menyegarkan raga yang letih.</p>
<p>Apel Pagi menjadi pembuka aktivitas di bawah embun pagi. Raut wajah lelah telah berganti dengan semangat baru. Puncak dari hari kedua adalah Fun Game Bela Negara (Kepemimpinan Lapangan) yang dipandu oleh Kapten Inf Agus Suparis. Berbagai permainan kelompok yang menantang dirancang untuk mengasah kemampuan problem solving, komunikasi, kepemimpinan, dan kepercayaan dalam tim. Suasana lapangan riuh rendah dengan sorak-sorai dan tawa, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas telah terbangun dengan kokoh.</p>
<p>Memasuki ruangan, materi “Aturan dan Manfaat Berorganisasi” yang disampaikan oleh perwakilan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) memberikan pencerahan tentang pentingnya sinergi dalam sebuah sistem. Guru, sebagai bagian dari organisasi sekolah dan masyarakat, harus memahami bagaimana bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama.</p>
<p>Materi penutup yang tak kalah penting adalah “Bahaya Narkoba” yang diampu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Peserta diberikan data dan fakta terbaru tentang peredaran narkoba yang sudah menyasar ke lingkungan sekolah. Para guru dibekali dengan pengetahuan untuk mendeteksi dini dan melakukan intervensi terhadap siswa yang berisiko terpapar narkoba, menjadikan mereka benteng pertahanan pertama di garis depan.</p>
<figure id="attachment_24390" aria-describedby="caption-attachment-24390" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-24390 size-full" src="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=2560%2C2560&#038;ssl=1" alt="" width="2560" height="2560" srcset="https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?w=2560&amp;ssl=1 2560w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=1024%2C1024&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=768%2C768&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=1536%2C1536&amp;ssl=1 1536w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=2048%2C2048&amp;ssl=1 2048w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=75%2C75&amp;ssl=1 75w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=750%2C750&amp;ssl=1 750w, https://i2.wp.com/aksesnusantara.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251115-WA0087-scaled.jpg?resize=1140%2C1140&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-24390" class="wp-caption-text">Keterangan: Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045. Di Hadiri Perwakilan Pemkab Lamongan, Joko Nursianto, S.H., M.M., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Foto: IST.</figcaption></figure>
<p>Penutupan: Sebuah Janji dan Komitmen Baru.</p>
<p>Retret ditutup dengan Upacara Penutupan dan Foto Bersama yang khidmat. Dalam kesempatan ini, para peserta secara simbolis menerima Pin dan Sertifikat sebagai tanda telah menyelesaikan pelatihan dengan baik. Pin tersebut bukan sekadar aksesori, melainkan simbol komitmen yang harus mereka junjung tinggi dalam setiap tindakan.</p>
<p>Kapten Arm Yusniady, selaku Komandan Latihan, dalam amanat penutupnya menyatakan, “84 guru ini adalah kader pertama, garda terdepan. Kami tidak berharap mereka menjadi tentara, tetapi menjadi guru yang tangguh, yang memiliki mental bela negara. Ilmu yang didapat harus ditularkan kepada rekan sejawat dan ribuan siswa di Lamongan. Mereka adalah duta-duta bela negara di dunia pendidikan.”</p>
<p>Refleksi dan Harapan Ke Depan:</p>
<p>Retret Bela Negara untuk guru ASN di Lamongan ini adalah sebuah terobosan yang visioner. Di tengah maraknya berita-berita viral tentang kekerasan dan krisis moral di sekolah, program seperti ini adalah penawar yang tepat. Dengan membekali guru bukan hanya dengan teori, tetapi juga dengan pengalaman mental dan fisik yang transformatif, diharapkan lahir ruang-ruang kelas yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat berdasarkan Pancasila.</p>
<p>Ke-84 guru ini diharapkan menjadi agen multiplier yang akan menyalakan api semangat bela negara di setiap sekolah mereka. Jika setiap kabupaten/kota memiliki inisiatif serupa, maka impian untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian bukanlah sekadar mimpi di siang bolong, melainkan sebuah takdir yang dirajut dengan aksi nyata dari bangku-bangku sekolah. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://aksesnusantara.id/retret-bela-negara-batch-1-cetak-pendidik-lamongan-berkarakter-untuk-indonesia-emas-2045/">Retret Bela Negara Batch 1, Cetak Pendidik Lamongan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045</a> appeared first on <a href="https://aksesnusantara.id">Akses Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24389</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
